BerandaKesehatanKaidah Ilmu dan Praktek Menjaga Kesehatan

Kaidah Ilmu dan Praktek Menjaga Kesehatan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Khazanah Pengobatan Islam: Hijamah (Bekam)

PALONTARAQ.ID – Para ulama banyak mengulas tentang pentingnya menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Hal ini banyak diungkap dalam kitab-kitab karya mereka, salah satu yang monumental tersebut adalah “Thibbun Nabawi” karya Ibnu Shina, yang di Barat dikenal dengan nama Avicenna.

Begitu pula dengan Ibnu al-‘Ayni dalam Kitab Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari memulai Bab Ath-Thibb dengan menguraikan kompleks ilmu pengobatan yang terdiri dari al-ilmi wa al-amal. Al-ilmi adalah teori dan Al-amal adalah praktek.

Sunnah Berbekam (foto: ist/palontaraq)
Sunnah Berbekam (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Keutamaan Berbekam (Hijamah)

Dalam prakteknya, beberapa khazanah pengetahuan kedokteran (pengobatan) islam yang dianjurkan (disunnahkan) dalam banyak hadits tentang itu, ialah hijamah (bekam), ruqyah syar’iyyah, serta penggunaan herba (baik herba sunnah maupun herba tradisional yang telah teruji secara sains).

Al-Ilmu sendiri sebagaimana diisyaratkan dalam Kitab Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari itu dibagi menjadi tiga cabang, yaitu: (1) al-ilmi bil-umur ath-thobi’iyyah, (2) al-ilmi al-laty laisat ath-thobi’iyyah, dan (3) al-ilmi bil-umur kharijah anil umur ath-thobiyyah.

Praktek Pengobatan Bekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)
Praktek Pengobatan Bekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)

Al-ilmi al-laty laisat ath-thobi’iyyah adalah Asbab As-sittah Adh-dhoruriyyah, atau enam sebab yang essensial. Dalam prakteknya, ilmu pengobatan membagi praktek menjadi dua bagian, hafidz shihhah, yaitu menjaga kesehatan. Yang terakhir adalah ilm’ al-ilaj, atau terapi pengobatan.

Lihat pula: Sunnah Berbekam dan Manfaatnya

Dalam menjaga kesehatan, enam sebab yang essensial harus dijaga agar seimbang. Jika salah satunya tidak seimbang atau tidak mendapatkan porsinya dengan baik, maka manusia akan sakit atau mengalami gangguan kesehatan.

Bekam pada titik ummu mughits di tengah kepala. (foto: ist/palontaraq)
Bekam pada titik ummu mughits di tengah kepala. (foto: ist/palontaraq)

Ibnu Nafis dalam Kitab Al-mu’jaz juga menguraikan komponen enam sebab esensial yang mempengaruhi keseimbangan jasmani tersebut adalah meliputi, udara,  makan dan minum, gerak dan diamnya tubuh, gerak dan diamnya jiwa, tidur dan terjaga, istifragh dan ihtibas.

Begitu telatennya para ulama shalafus shalih memberi perhatian terhadap kajian kesehatan ini, sampai-sampai komponen istifragh diuraikan secara khusus dalam Kitab Al-Adab Asy-Syar’iyyah, karya Imam Ibnu Muflih Al-Hanbali al-Maqdisi.

Perbedaan darah bekam dengan donor darah. (foto: ist/palontaraq)
Perbedaan darah bekam dengan donor darah. (foto: ist/palontaraq)

Mengapa hal ini dianggap penting atau diberi porsi tersendiri dalam membahasnya? Ya, karena udara apabila tercemar polusi akan menyebabkan sakit. Apabila arah angin berubah, terjadi pancaroba, bisa menyebabkan sakit dan wabah. Makan dan minum jika tidak baik porsinya akan menyebabkan sakit.

Lihat pula: Referensi Penting Terapis: Kitab Thibbun Nabawi

Begitu pula halnya dengan kondisi kejiwaan seseorang jika tidak stabil akan menyebabkan sakit. Aktivitas fisik apabila tidak seimbang akan menyebabkan sakit. Kualitas dan kuantitas tidur dan waktu terjaga jika tidak seimbang akan menyebabkan sakit. Membuang materi dan meretensi materi dari dalam tubuh jika kurang atau berlebih maupun tidak pada waktunya akan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Sudahkah Anda Berbekam? (sumber: fb/ist)
Sudahkah Anda Berbekam? (sumber: fb/ist)

Itulah mengapa, ada pembahasan bahwa diantara gelar dokter di dunia Islam,  selain al-hakim dan thabib adalah rofiq ath-thibb. Karena fungsinya sebagai pendamping dalam menjaga kesehatan dan pengobatan manusia. Sedangkan gelar al-hakim berarti bijaksana, karena ilmu pengobatan adalah bagian dari hikmah yang berhubungan dengan physis, maka mereka yang menjalani profesi ini disebut physician.

Dalam bahasa arab, physis disebut thabiat.  Itulah sebabnya mengapa kata “thabiat” banyak bertebaran/disampaikan dalam Kitab Ath-thibb, karena ilmu dan praktek pengobatan adalah ilmu soal al-umur ath-thabi’iyyah. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Praktisi Thibbun Nabawi (Terapis Bekam, Ruqyah Syar’iyah, dan Herba Sunnah/Tradisional)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT