Referensi Penting Terapis: Kitab Thibbun Nabawi

by Penulis Palontaraq | Minggu, Jul 8, 2018 | 897 views
Buku "Metode Pengobatan Nabi", warisan keilmuan ilmuwan muslim, Ibnul Qayyim al-Jauziyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Metode Pengobatan Nabi”, warisan keilmuan kedokteran muslim, Ibnul Qayyim al-Jauziyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

Judul Buku : Metode Pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi) –Edisi Lengkap

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyah

Tahqiq : Abdul Ghani Abdul Khaliq

Taliq : Dr. Adil al-Azhari

Takhrij : Mahmud Farraj al-Uqbah

Tebal : 538 halaman

Ukuran : 15,5 cm x 24 cm

Penerbit : GRIYA ILMU Jakarta

BUKU  “Metode Pengobatan Nabi” (Edisi Lengkap) atau lebih dikenal dengan Kitab Thibbun Nabawi, merupakan referensi penting terapis, pengobat atau penyehat tradisional, tabib atau dokter muslim,  ditulis oleh seorang ulama besar sekaligus pakar Kedokteran Islam, yaitu Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Meski begitu ilmu kedokteran islam dengan berdasar pada Alqur’an dan Sunnah tetap sesuai perkembangan kekinian jenis penyakit, pengobatan serta metodenya secara islam.

Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dunia kedokteran modern saat ini memang berkiblat kepada Kedokteran Barat yang mengandalkan pengobatan dengan bahan-bahan kimia dan alat-alat kedokteran canggih. Memang sulit dipercaya metode pengobatan Nabi efektif mengobati berbagai penyakit dan keluhan kesehatan apapun.

Sebenarnya “Thibbun Nabawi” sangat dianjurkan Rasulullah SAW sebagai salah satu sunnah yang membawa kemaslahatan bagi kaum muslimin, hanya saja saat ini trendnya adalah kedokteran barat seakan lebih dipercaya dibanding Kedokteran Nabi, tentu juga karena faktor bisnis yang besar, dari peralatan kedokteran, perguruan tinggi, hingga pembangunan rumah sakit didukung penuh oleh pemerintah dan negara, terkait praktek kedokteran barat, sementara kedokteran islam dicap sebagai “pengobatan tradisional”.

Melalui Buku “Metode Pengobatan Nabi” karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah ini menegaskan kembali pentingnya kedokteran Islam yang berbasis pada Alquran, Hadits, serta beberapa riwayat pengobatan sunnah yang pernah dipraktekkean Nabi dan sahabat.

Inti dari kedokteran Islam adalah Tauhid, artinya apapun praktek pengobatan sunnahnya tetap diharapkan muaranya adalah menambah dan mempertebal keimanan.

Keinginan untuk berlepas diri dari segala jenis penyakit itulah yang mendorong para ulama dahulu tafaqquh   menyingkap berbagai metode pengobatan, dari pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkomposisi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan jenis penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Buku "Metode Pengobatan Nabi", terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Metode Pengobatan Nabi”, terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menandaskan bahwa Orang-orang dahulu yang makanan dan minumannya berasal dari bahan tunggal (gandum, beras, jus buah dan sejenisnya), ketika terserang penyakit cukup menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan tunggal pula. Madu, telur ayam, daun ketela dan berbagai jenis bahan tunggal lain sudah cukup mengobati berbagai jenis penyakit yang ada.

Namun di kekinian, banyak dikonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia, menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam, sehingga yang diperlukan juga obat-obatan yang berkomposisi kimia berat.

Teknologi pengobatan manusia pun semakin disibukkan dengan berbagai penelitian menemukan berbagai formula obat-obatan baru untuk mengatasi berbagai jenis penyakit aneh yang muncul belakangan.

Metode pengobatan dengan pembedahan, sinar ultra violet, sinar-x, pencangkokan dan  pengobatan canggih lainnya pun diujicobakan ke banyak orang. Masalahnya kemudian, manusia semakin jauh dari Allah dan begitu ‘mendewakan’ dokter yang mengobatinya serta rumah sakit yang menjadi tempatnya berobat.

Metode Pengobatan Modern dengan biaya yang sangat mahal telah menciptakan ketergantungan kepada dokter dan rumah sakit, serta menjauhkan pasien dari ketergantungan kepada Allah SWT.

Buku "Metode Pengobatan Nabi", terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Metode Pengobatan Nabi”, terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Apabila obat sudah me­ngenai penyakit, penyakit itu pasti akan sembuh dengan izin Allah َ. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim)

Dan Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurun­kan obatnya.” (Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, Ibnu Majah dan selain keduanya)

Thibbun Nabawi sebenarnya  menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai metode terbaik dalam mengatasi berbagai macam penyakit dan keluhan kesehatan.

Sebut saja misalnya pengobatan dengan  madu, habbatussauda (jintan hitam), air mawar, cuka buah, air zamzam, kurma dan berbagai jenis makanan dan minuman sehat lainnya, atau pengobatan seperti Hijamah atau Bekam, serta Ruqyah Syar’iyyah.

Buku "Metode Pengobatan Nabi", terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Metode Pengobatan Nabi”, terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Meski begitu, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menegaskan bahwa semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya akan terasa khasiatnya jika disertai dengan sugesti dan keyakinan, disertai do’a.  Dengan peresepan herba yang tepat,  disertai do’a dan keyakinan, maka tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati,   kecuali  kematian.

Buku “Thibbun Nabawi”  adalah karya spektakuler ulama besar Islam Abad ke-8 Hijriyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, sebagaimana guru besarnya, Ibnu Taimiyyah, dikenal memiliki ilmu yang komprehensif sebagai  Ahli Sejarah, Ahli Fiqih, Ahli Hadits dan ahli dalam berbagai disiplin ilmu lainnya. Beliau juga dikenal sebagai Thabibun Nafsi (Dokter Jiwa) dan juga ahli  ilmu pengobatan secara umum.

Buku “Thibbun Nabawi” ini  mengupas sistem dan metode pengobatan Nabi, dilengkapi  berbagai diagnosa dan hasil penelitian medis yang terbaik di zaman itu.

Di dalamnya dijelaskan  klasifikasi penyakit, pengobatan penyakit jasmani, petunjuk Nabi dalam mengobati diri sendiri, dua macam penyakit, tiga macam pengobatan Nabi, pengobatan dengan obat-obat alami, juga bermacam terapi untuk mengobati berbagai penyakit yang seringkali diderita oleh kebanyakan orang, hingga petunjuk praktis Nabi SAW tentang bagaimana menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Buku "Metode Pengobatan Nabi", terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Metode Pengobatan Nabi”, terjemahan dari Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah juga menguraikan  tentang obat dan makanan tunggal yang disebutkan oleh Nabi SAW. Buku ini boleh dibilang  risalah yang lengkap tentang ilmu pengobatan, terlebih lagi pengobatan sunnah (Thibbun Nabawi).

Ibnul Qoyyim berpesan bahwa seorang tabib dalam pengobatan Islam adalah yang mahir dalam pengobatan, selalu memelihara kehati-hatian dan keahliannya dalam menegakkan pengobatan dan perawatannya dengan bertumpu pada enam perkara, yaitu  Menjaga kesehatan yang ada, Memulihkan kesehatan sebisa mungkin, Menghilangkan penyakit sebisa mungkin, Meminimalkan penyakit sebisa mungkin, Memilih pengobatan yang memiliki resiko yang paling rendah, Meninggalkan cara pengobatan yang berisiko tinggi, Mengorbankan keuntungan yang sedikit demi memperoleh keuntungan yang besar. Keenam prinsip itu merupakan poros pengobatan.

Pada akhirnya, penulis merekomendasikan buku ini untuk dimiliki setiap keluarga muslim, bagi diri setiap muslim yang ingin menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Bagi seorang terapis, penyehat atau pengobat, tabib atau pelajar kedokteran Islam, maka buku “Metode Pengobatan Nabi” adalah referensi penting dan wajib.  Buku ini wajib dikuasai bagi seorang terapis atau tabib, khususnya dalam pendalaman Thibbun Nabawi, apalagi prakteknya pun sederhana dan efektif. Selamat membaca dan selamat menghidupkan sunnah. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response