Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?
PALONTARAQ.ID – Bepergian dalam Islam haruslah ada adab dan do’a-doanya agar selamat sampai di tujuan dan pada akhirnya kembali pula dalam keadaan selamat sampai di rumah.
Bisa jadi pula keperluan untuk bepergian ke suatu tempat adalah isyarat tersendiri bagi perjalanan hidup seseorang, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
إذا أراد الله قبض عبد بأرض جعل له إليها حاجة
Artinya:
“Sesungguhnya jika Allah menghendaki untuk mencabut nyawa seorang hamba di suatu tempat, maka Allah jadikan hamba itu memiliki keperluan di tempat tersebut.” (HR. Al-Hakim).
Hadist ini menegaskan seringkali seorang hamba akan digerakkan menuju tempat yang jauh yang sesuai dengan tempat kematian yang telah ditetapkan. Untuk itu, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan saat safar yang juga menjadi bekal persiapan kematian. Beberapa anjuran tersebut adalah sebagai berikut.
Berpamitan dan mendoakan
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menyebut, seorang yang hendak bepergian hendaklah berpamitan dengan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Saat berpamitan itu, orang yang hendak pergi hendaknya membaca doa:
أَسْتَودِعُ الله دِينَكُم، وَأَمَانَتَكُم، وخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُم
Artinya:
“Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian dan akhir amal kalian.”
Sedangkan orang yang ditinggalkannya berdoa:
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Artinya:
“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada.”
Berdoa minta perlindungan saat keluar rumah
Saat keluar rumah hendaknya membaca:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku hanya bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari ketergelinciran dan digelincirkan, serta dari berbuat bodoh atau dibodohi orang.”
Berdoa saat naik kendaraan
Setelah keluar dari rumah dan menaiki kendaraan, seorang Muslim dianjurkan berdoa:
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Bertakbir setiap jalan menanjak
Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk senantiasa mengucap takbir “Allahu Akbar” saat mendapati jalanan menanjak.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
عليك بتقوى الله و التكبير على كل شرف.
Artinya:
“Engkau harus senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan bertakbir setiap kali ada jalan naik,” (HR. Tirmidzi).
Bertakbir 3x dan berdoa ketika sudah pulang
Saat seseorang sudah sampai kembali ke rumah setelah perjalanan, hendaklah orang itu bertakbir 3x, lalu berdoa:
آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ
Artinya:
“Kami kembali, bertaubat, dan beribadah kepada Rabb kami serta selalu memuji-Nya.
Demikianlah sedikit catatan tentang Adab dan Do’a bepergian. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Traveler dan Blogger



[…] Related Post: Adab dan Doa Bepergian […]