BerandaEdukasiUjian Semester 2 Kelas X Kepesantrenan: Aqidah Akhlak

Ujian Semester 2 Kelas X Kepesantrenan: Aqidah Akhlak

 

'Aqidah Akhlak
‘Aqidah Akhlak

Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak

Kelas              : X (Kelas I SMA/Aliyah)

Waktu            : –

Guru Mapel    : Dr. Nur Farida Hamid, MA

Lihat pula: Sahabat Nabi SAW yang Pura-pura Berbuka Puasa

PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal Aqidah Akhlak, salah satu Mata Pelajaran Kepesantrenan untuk Kelas X (Kelas I SMA/Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Soal-soal Ujian Muhadatsah ini hanya dibuat khusus dan hanya diperuntukkan sebagai Ujian Akhir Semester bagi Santriwati Kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Adab dalam Islam. (foto: ist/palontaraq)
Adab dalam Islam. (foto: ist/palontaraq)

Jawaban dapat dituliskan di kolom komentar, sesuaikan terlebih dahulu keyboard systemnya untuk penulisan word arabic (windows arab) atau setting arabic pada penulisan aksara arab di keyboard untuk pengguna android, untuk jawaban yang memerlukan penulisan ayat-ayat Al-qur’an atau Hadits.

Lihat pula: Adab-adab Penuntut Ilmu dan Kalam Para Ulama

1. Jelaskan Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil Dari Kisah Kehidupan Fatimah Binti Rasulullah Dan Uwais Al Qorni!

2. Tulislah 4 Sifat Yang Tercela dan 4 Sifat Yang Terpuji Beserta dengan Ayat-Ayat Yang melandasinya!

Pentingnya Adab dan Akhlak yang baik bagi setiap pribadi muslim. (foto: ist/palontaraq)
Pentingnya Adab dan Akhlak yang baik bagi setiap pribadi muslim. (foto: ist/palontaraq)

3. Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.

4. Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya dan terhadap AgamaNya? Jelaskan!

5. Jelaskan pengertian Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma’ wa Sifat?

Selamat Bekerja! Jangan lupa dituliskan Nama, NIS, dan Kelasnya sebelum menjawab. (*)

65 KOMENTAR

  1. Nama : Faradilla Mulyasari
    Kelas : X.Ipa
    1.)kisah Fatimatuzzahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya  tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    2.)•akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
    :

    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    D.Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  2. AKIDAH AKHLAK
    Nama: putri yulita shabana
    Kelas : X.ipa
    1.)kisah Fatimatuzzahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya  tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    2.)•akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.)Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah:
    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.
    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya
    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.
    D.Beriman kepadanya.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.)Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat
    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam
    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata
    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  3. 1. Jelaskan Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil Dari Kisah Kehidupan Fatimah Binti Rasulullah Dan Uwais Al Qorni!
    Jawaban: 1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Tulislah 4 Sifat Yang Tercela dan 4 Sifat Yang Terpuji Beserta dengan Ayat-Ayat Yang melandasinya!
    Jawaban: 2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi. * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.
    Jawaban:
    Kewajiban terhadap guru:

    1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik
    2.Menghormati Guru
    3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar
    4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik
    5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan
    Kewajiban terhadap orang tua:
    -berbakti terhadapa orang tua
    -patuh terhadap orang tua
    -menghormati orang tua
    -membantu orang tua

    4. Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya dan terhadap AgamaNya? Jelaskan!
    Jawaban: Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    * kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)
    5. Jelaskan pengertian Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma’ wa Sifat?
    Jawaban: Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  4. Hassya Andhara Aflaha Furqani
    X. IPA

    0. Fatimah Azzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

    Contoh perilaku tercela dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    0. Kewajiban Seorang Anak Terhadap Orang Tua
    • Taat kepada orang tua.
    • segera datang jika dipanggil.
    • menafkahi orangtua jika mampu.
    • merawat orangtua.
    • Berbicara dengan lemah lembut.
    • menghormati orangtua.
    • Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    • Mendoakan orangtua.

    Kewajiban Seorang Anak Terhadap Guru

    • Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    • Menghormati Guru.
    • Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    • Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    • Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    0. Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    Kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)
    0. •Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

    • NAMA :USWATUNNISA UTAMI B.
      KELAS : X.IPS
      NISN :-

      1.)•>Menurut saya Pelajaran yang dapat diambil dari kisah fatimatuzzahra yaitu sifatnya yang penyayang dan juga mulia selain itu beliau juga mempunyai sifat yang rendah hati dan tidak simbong,beliau jg seseorang sangat disegani,dan beliau juga adalah sosok yang sllu men-support perjuangan ayahnya.Selain yg saya sebutkan,msi banyak lagi pelajaran yg bisa diambil dri fatimatuzzahra,menurut saya sifat seperti itu yg baik untuk ditiru.
      •>Sedangkan,pelajaran yang bisa diambil dari kisah Uwais Al-Qorni yaitu memiliki pribadi yang sangat sabar dalam menghadapi ujian yang telah di berikan oleh Allah swt,selain itu beliau jg org yg sngat sederhana.
      2.)•>4 sifat tercela beserta ayatnya yaitu :
      -hasud atau dengki
      أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِهِ
      Artinya :”Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya?”
      -Riya atau sllu ingin dilihat ketika mengerjakan sesuatu agar mndpt pujian
      فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ ساهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُراؤُنَ (6) وَ يَمْنَعُونَ الْماعُونَ (7)

      “Maka celakalah orang yang shalat (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya (5) yang berbuat ria (6) dan enggan (memberikan) bantuan.” (Surah Al-Maun, ayat 4-7)
      -namimah atau adu domba
      مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد
      “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18).
      -Syirik
      إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
      3.)kewajiban seorang anak terhadap org tua yaitu:
      -segera datang jika dipanggil
      -merawat org tua jika sakit
      -berbicara yang lembut terhadap orang tua
      -tidak membantah perkataan orang tua
      -menghormati orang tua
      -membanggakan kedua orang tua
      Kewajiban seorang murid terhadap gurunya yaitu:
      -menghormati guru
      -menuruti semua yang diperintahkan oleh guru
      -tidak berisik saat guru sedang menjelaskan.
      4.)-beriman kepadanya
      -taat dan mengikuti perintahnya
      -mencintai nya melebihi segala sesuatu
      -mengutamakannya atas sgla sesuatu
      Karna
      -menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa
      -dan lain lain.
      5.)•> Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
      •>Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
      •>Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian.

  5. FARADILLA
    X IPA

    1. Jelaskan Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil Dari Kisah Kehidupan Fatimah Binti Rasulullah Dan Uwais Al Qorni!
    : fatimatuzzahra sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Tulislah 4 Sifat Yang Tercela dan 4 Sifat Yang Terpuji Beserta dengan Ayat-Ayat Yang melandasinya!
    :Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan.seorang nabi

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    ‎ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.
    :Kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya
    •patuh terhadap orang tua
    •menghormati orang tua
    •menghargai orang tua
    •mendengar nasehat orang tua
    •membantu orang tua
    •berbakti kepada orang tua
    •mendo’akan orang tua
    •berbicara dengan lemah lembut
    •merawat orang tua

    Kewajiban seorang murid terhadap muridnya
    •patuh terhadap guru
    •menghormati guru
    •menghargai guru
    •mendengar nasehat guru
    •membantu guru
    •berbakti kepada guru
    •mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik
    •melakukan yang disuruh oleh guru

    4. Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya dan terhadap AgamaNya? Jelaskan!
    : •Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    •Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    •kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

    5. Jelaskan pengertian Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma’ wa Sifat?
    :•Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  6. 1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. * Kewajiban seorang anak terhadap orng tuanya adalah berlaku baik,ber tutur kata yang sopan, tidak membantah, dan mengikuti perintahnya
    * kewajiban seorang murid terhadap guru adalah memperhatikan saat ia mengajar, tidak ribut saat pelajaran berlangsung, tidka tdr di kelas, dan senantiasa menghormati gurunya

    4. Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    * kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

    5. Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  7. Mutia maharani
    Kelas:X.IPA
    1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.
    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32
    3.-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
    :

    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    D.Beriman kepadanya.

    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)
    Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  8. NAMA: NADHIA HASYMIA AHMAD
    KELAS: X IPS
    MAPEL: AQIDAH AHKLAK

    1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut padafatimatuzzahra sebagai

    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    wais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2.Beberapa contoh akhlak tercela, antara lain :
    Berdusta atau berbohong terhadap orang lain.
    Bersikap sewenang-wenang tanpa memperdulikan orang lain.
    Tidak menjalankan amanah yang telah dibebankan terhadapnya.
    Berteman tidak menggunakan moral, sopan santun, dan tata krama.
    Bersikap sombong terhadap orang lain.
    أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (27)
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al Anfal: 27)

    Beberapa contoh akhlak terpuji, antara lain :

    1. Berkata jujur walaupun dikeadaan yang menyakitkan hati.

    2. Bersikap saling mengasihi terhadap sesama makhluk hidup.

    3. Menjalankan amanah dengan sebaik mungkin.

    4. Berperilaku sopan santun terhadap siapapun.

    5. Bersikap rendah hati walaupun memiliki kelebihan.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
    Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqoroh: 153)
    3.kewajiban anak terhadap orang tua adalah:
    -Taat kepada orang tua.
    -segera datang jika dipanggil.
    -menafkahi orangtua jika mampu.
    -merawat orangtua.
    -Berbicara dengan lemah lembut.
    -menghormati orangtua.
    -Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    -Mendoakan orangtua.
    Kewajiban anak terhadap guru:
    Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    Menghormati Guru.
    Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    4.kewajiban seorang muslim Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Perkara yang wajib dilakukan oleh setiap hamba di dalam menjalani agamanya yaitu mengikuti apa yang dikatakan oleh Allah ta’ala dan apa yang dikatakan oleh Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta ajaran para khalifah yang terbimbing dan mendapatkan hidayah sesudah beliau; yaitu para Sahabat dan para pengikut mereka yang setia. Sebab Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bukti-bukti dan petunjuk. Allah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk beriman kepadanya dan mengikutinya secara lahir maupun batin.” (lihat Fathu Rabbil Bariyyah, hal. 7)

    5.1. Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:

    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah.” [QS. Al- A’raf: 54]
    2. Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Taala berfirman:

    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ

    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” [QS. Luqman: 30]

    3. Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

    ”Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS. Asy-Syuura: 11] [Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10]

    • NAMA: NADHIA HASYMIA AHMAD
      KELAS X IPS
      1.Fatimah Azzahra sebagai
      seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
      Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
      Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
      seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
      Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
      Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
      2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
      • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

      لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

      “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

      • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

      “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

      •
      يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
      “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

      • surah maryam ayat 41
      وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

      Contoh perilaku tercela dan ayatnya

      • Dengki
      QS. An Nisaa’: 54

      أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

      Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

      • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
      وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
      Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

      • Aniaya
      Surah Al Maidah Ayat 45.
      Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

      • zina
      وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
      Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32
      3. Kewajiban Seorang Anak Terhadap Orang Tua
      • Taat kepada orang tua.
      • segera datang jika dipanggil.
      • menafkahi orangtua jika mampu.
      • merawat orangtua.
      • Berbicara dengan lemah lembut.
      • menghormati orangtua.
      • Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
      • Mendoakan orangtua.

      Kewajiban Seorang Anak Terhadap Guru

      • Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
      • Menghormati Guru.
      • Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
      • Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
      • Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
      4.Kewajiban Manusia Terhadap Allah

      Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

      Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
      Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
      Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
      Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
      Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

      Kewajiban semua terhadap agamanya

      ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

      Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
      Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
      Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
      Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
      Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
      Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
      “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

      Kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
      1. Beriman kepadanya.

      –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

      –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

      2. Taat dan mengikutinya.

      –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

      — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

      –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

      –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

      *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

      — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

      — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

      — (Yasiin 20)

      3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

      —

      Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

      “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)
      5.•Tauhid Rububiyyah
      Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

      •Tauhid Uluhiyyah
      Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

      •Tauhid Asma’ wa sifat
      Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  9. Husniyah hazimah amin
    XIPA

    1.-baik hati,sabar dan bersahaja,akhlaknya sangat mulia.

    2.-sifat yang terpuji:
    *saling tolong menilong
    *musyawarah untuk mu fakat
    *belajar dng giat
    *saling menghormati
    – sifat yang tercela
    *ria
    *sombong
    *fitnah
    *ingin di puji orng lain
    *Q.S AL-QALAM,64;4

    3.-KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA;
    1.BERBAKTI KEPADA ORNG TUA
    2.MENGHORMATI ORANGTUA
    3.MEBANTU ORANGTUA
    -KEWAJIBAN ANAK TERHADAP GURUNYA;
    1.SELALU MENGERJAKAN PR
    2.SOPAN SANTUN TERHADAP GURU
    3.MEMATUHI SEMUA PERATURAN DI SEKOLAH

    4.-KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH
    *adalah dengan MEMAHAMI apa yang telah menjdai KEWAJIBAN KEWAJIBAN kita sebagai seorng hamba(kpd sang khaliq)dan BERUPAYA dengan bersungguh” dalam MENUNAIKANNYA.
    -KEWAJIBAN MUSLIM TERHADAP RASULNYA
    *beriman kepadanya,taat dan mengikutinya,mencintainya melebihi segala sesuatu,mengutamakannya,dan bersolawat knpnya
    -KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP AGAMANYA;
    *mengamalkan al-quran dan taat knp agama

    5.pengertian tauhid rububiyah adalah mengesakan allah dalam hal penciptaan,kepemilikan,dan pengurusan
    dan pengertian tauhid asma’wa jalla dengan nama nama dan sifat sifat yang menjadi miliknya.

  10. 1. fatimatuzzahra sebagai

    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2.
    akhlak terpuji
    -tawadhu

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. – (Q.S An-Nahl: 49)

    -ta’awwun
    . al-Maidah Ayat 2
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    -tasamuh
    Qs. Al hadid:25

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

    -qanaah
    Surat Al-Baqarah ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya : “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan,kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

    AKHLAK TERCELA

    -Ananiyah
    Q.S. Luqman [31]: 18)
    Nabi saw bersabda : دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ الْاُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ حَالِقَةُ الدِّ يْنِ لاَحَالِقَةُ الشَّعْرِ (رواه الطبرانى) Artinya : “ Menimpa kepadamu suatu penyakit umat-umat sebelum kamu yaitu benci membenci dan dengki. Dialah pencukur agama, bukan sekedar pencukur rambut

    -ghadab
    لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَسْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخارى)
    Artinya : ‘Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah. (H.R. Bukhari)

    -ghibah
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

    -putus asa

    قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    “Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
    a

    3.kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya nya yaitu menghormati orang tua,membantu orang tua, membanggakan dan membahagiakan orang tua .
    Kewajiban seorang murid kepada gurunya yaitu menghormati guru, mrnyimak dengan baik pada saat guru sedang menerangkan, menjadi anak murid yg baik dan sopan .

    4.Beriman kepadanya, taat dan mengikutinya,mencintainya melebihi segala sesuatu,mengutamakan atas segala sesuatu,bersolawat kepadanya, dll

    5.*Tauhid rububiyah adalah maknanya adalah mengesakan allah swt dalam hal penciptaan,kepemilikan,dan pengurusan
    *tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah adalah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    *Tauhid asma wa shifat maksudnya adalah pengesaan allah azza wa jalla dengan nama nama dan sifat sifat yang menjadi miliknya

  11. Ulfiyah amanda
    X-IPS
    1. -Fatimah Az-Zahra.
    Fathimah adalah teladan wanita seluruh alam dari awal sampai akhir. Rasulullah bersabda bahwa malaikat telah turun kepadaku dan memberikan kabar gembira bahwa Fathimah adalah teladan seluruh wanita penghuni surga dan teladan seluruh wanita umatku. Sayidah Fatimah as memiliki kegigihan, dan Ketegaran yang harus di contoh, Dan Keutamaan akhlak yang mulia, ilmu pengetahuan yang tinggi, kefasihan yang mengungguli kaum pria sekalipun, kesabaran, ketabahan, kesederhanaan, kezuhudan, dan ketegaran hati. Juga setia terhadap Ali bin abi talib
    -Uwais Al Qorni
    Uwais Al Qarni yang disediakanakit sopak, ganti belang-belang. Meskipun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepada Ibunya.
    2. -akhlak terpuji
    -tawadhu

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. – (Q.S An-Nahl: 49)

    -ta’awwun
    . al-Maidah Ayat 2
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    -tasamuh
    Qs. Al hadid:25

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

    -qanaah
    Surat Al-Baqarah ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya : “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan,kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

    AKHLAK TERCELA

    -Ananiyah
    Q.S. Luqman [31]: 18)
    Nabi saw bersabda : دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ الْاُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ حَالِقَةُ الدِّ يْنِ لاَحَالِقَةُ الشَّعْرِ (رواه الطبرانى) Artinya : “ Menimpa kepadamu suatu penyakit umat-umat sebelum kamu yaitu benci membenci dan dengki. Dialah pencukur agama, bukan sekedar pencukur rambut

    -ghadab
    لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَسْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخارى)
    Artinya : ‘Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah. (H.R. Bukhari)

    -ghibah
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

    -putus asa

    قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    “Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
    3. Kewajiban anak kepada orang tua
    1.berbakti kepada orang tua
    2.menghormati orang tua
    3.membantu orangtua
    Kewajiban anak kepada gurunya
    1.Patuh
    2. menghormati
    3. memberikan salam saat bertemu
    4. mengerjakan setiap tugas yg
    diberikan
    4. Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    1.Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    2.Tidak mempersekutukan Allah dengan
    selain-Nya.
    3.Ta’at terhadap segala perintah-perintah
    Allah Ta’ala.
    4.Menjauhi segala apa-apa yang
    dilarang-Nya.
    5.Bersyukur akan nikmat-nikmat yang
    telah diberikan-Ny

    Kewajiban manusia terhadap rasul

    Kewajiban kita terhadap nabi dan rasul utusan Allah adalah:, Petama kita wajib mengimani dan menyakini bahwa terdapat rasul yang Allah utus kepada manusia. Kedua adalah mengetahui nama rasul-rasul yang Allah sebutkan namanya dalam al qur’an. Ketiga adalah meneladani kisah dan perilaku mulia yang ada pada rasul utusan Allah. Keempat mengamalkan seluruh ajaran nabi muhammad.

    Kewajiban manusia terhadap agamanya
    Di dalam agama Islam seorang Muslim dan Muslimah memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban-kewajiban tersebut adalah :
    1. Mengilmui,
    2. Mengamalkan,
    3. Mendakwahkan, dan
    4. Bersabar di dalamnya

    5. -Tauhid rububiyah
    Adalah mengesakan allah dalam hal perbuatan

    -Tauhid uluhiyah
    Adalah mengesakan allah dalam jenis jenis peribadatan yang telah diisyaratkan

    -Tauhis asma was sifat
    Adalah menetapkan nama dan sifat untuk allah sesuai dengan yang telah di tetap kan oleh rasul

  12. SRI REJEKI JAYA ASTUTI
    X IPA

    1. Jelaskan Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil Dari Kisah Kehidupan Fatimah Binti Rasulullah Dan Uwais Al Qorni!
    Jawab = fatimatuzzahra sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Tulislah 4 Sifat Yang Tercela dan 4 Sifat Yang Terpuji Beserta dengan Ayat-Ayat Yang melandasinya!
    Jawab =Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan.seorang nabi

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    ‎ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.
    Jawab =Kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya
    •patuh terhadap orang tua
    •menghormati orang tua
    •menghargai orang tua
    •mendengar nasehat orang tua
    •membantu orang tua
    •berbakti kepada orang tua
    •mendo’akan orang tua
    •berbicara dengan lemah lembut
    •merawat orang tua

    Kewajiban seorang murid terhadap muridnya
    •patuh terhadap guru
    •menghormati guru
    •menghargai guru
    •mendengar nasehat guru
    •membantu guru
    •berbakti kepada guru
    •mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik
    •melakukan yang disuruh oleh guru

    4. Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya dan terhadap AgamaNya? Jelaskan!
    Jawab = •Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    •Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    •kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

    5. Jelaskan pengertian Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma’ wa Sifat?
    Jawab =•Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  13. Afya artati
    X ipa

    1.fatimatuzzahra sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2.akhlak terpuji
    -tawadhu

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. – (Q.S An-Nahl: 49)

    -ta’awwun
    . al-Maidah Ayat 2
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    -tasamuh
    Qs. Al hadid:25

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

    -qanaah
    Surat Al-Baqarah ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya : “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan,kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

    AKHLAK TERCELA

    -Ananiyah
    Q.S. Luqman [31]: 18)
    Nabi saw bersabda : دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ الْاُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ حَالِقَةُ الدِّ يْنِ لاَحَالِقَةُ الشَّعْرِ (رواه الطبرانى) Artinya : “ Menimpa kepadamu suatu penyakit umat-umat sebelum kamu yaitu benci membenci dan dengki. Dialah pencukur agama, bukan sekedar pencukur rambut

    -ghadab
    لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَسْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخارى)
    Artinya : ‘Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah. (H.R. Bukhari)

    -ghibah
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

    -putus asa

    قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    “Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)

    3. Kewajiban anak kepada orang tua
    1.berbakti kepada orang tua
    2.menghormati orang tua
    3.membantu orangtua
    Kewajiban anak kepada gurunya
    1.Patuh
    2. menghormati
    3. memberikan salam saat bertemu
    4. mengerjakan setiap tugas yg
    diberikan
    4. Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    1.Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    2.Tidak mempersekutukan Allah dengan
    selain-Nya.
    3.Ta’at terhadap segala perintah-perintah
    Allah Ta’ala.
    4.Menjauhi segala apa-apa yang
    dilarang-Nya.
    5.Bersyukur akan nikmat-nikmat yang
    telah diberikan-Ny

    Kewajiban manusia terhadap rasul

    Kewajiban kita terhadap nabi dan rasul utusan Allah adalah:, Petama kita wajib mengimani dan menyakini bahwa terdapat rasul yang Allah utus kepada manusia. Kedua adalah mengetahui nama rasul-rasul yang Allah sebutkan namanya dalam al qur’an. Ketiga adalah meneladani kisah dan perilaku mulia yang ada pada rasul utusan Allah. Keempat mengamalkan seluruh ajaran nabi muhammad.

    Kewajiban manusia terhadap agamanya
    Di dalam agama Islam seorang Muslim dan Muslimah memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban-kewajiban tersebut adalah :
    1. Mengilmui,
    2. Mengamalkan,
    3. Mendakwahkan, dan
    4. Bersabar di dalamnya

    5. Tauhid rububiyah
    Adalah mengesakan allah dalam hal perbuatan

    Tauhid uluhiyah
    Adalah mengesakan allah dalam jenis jenis peribadatan yang telah diisyaratkan

    Tauhis asma was sifat
    Adalah menetapkan nama dan sifat untuk allah sesuai dengan yang telah di tetap kan oleh rasul

  14. Nama: Nur Qalbiyah Afqiah
    Kelas: X IPS
    Jawaban:
    1. Fatimah Az-Zahra adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dari Fatimah inilah banyak diriwayatkan hadis Nabi Saw. Dialah tokoh perempuan dalam bidang kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat mulia. Kisah Fatimatuzzahrah juga memberikan teladan, sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama. 2. Uwais al-qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu.

    2. Sifat terpuji :
    – shiddiq ( jujur )
    – amanah ( dapat di percaya )
    – tabligh ( menyampaikan )
    – fathonah ( cerdas )
    Adapun ayatnya yaitu :
    QS. Al baqoroh 153
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
    Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqoroh: 153)
    Sifat tidak terpuji:
    – Tabdzir
    – mubadzir
    – ghibah
    – hasad
    Adapun ayatnya yaitu:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (27)

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al Anfal: 27)

    3. Kewajiban anak kepada orang tua:
    1. Berbakti kepada kedua orang tua
    2. Menghormati orang tua
    3. Membantu orang tua
    Kewajiban siswa/i terhadap guru:
    1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik
    2. Menghormati guru
    3. Tidak ribut saat guru mengajar
    4. Mendengar kan semua nasihat guru dengan baik
    5. Menuruti semua yang guru perintahkan

    4. 1.Mengucapkan salam

    Mengucapkan salam ke sesama muslim adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ini merupakan penyebab tumbuhnya rasa cinta di kalangan kaum muslimin sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw:

    “Demi Allah tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan rasa cinta di antara kalian?, Sebarkan salam di antara kalian” (HR. Muslim).
    2. Memenuhi Undangan

    Memenuhi undangan adalah sunnah mu’akkadah. Hal itu dapat membuat orang yang mengundang senang, serta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Lain halnya dengan memenuhi undangan pernikahan, sebab memenuhi undangan pernikahan adalah wajib dengan syarat-syarat yang telah dikenal.

    “Dan siapa yang tidak memenuhi (undangannya) maka dia telah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

    3.Memberi nasihat

    Yaitu jika seseorang datang meminta nasihat kepadamu dalam suatu masalah maka nasihatilah. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw:

    “Agama adalah nasihat: Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada para pemimpin kaum muslimin serta rakyat pada umumnya.” (HR. Muslim).

    4. Menjawab Yarhamukallah saat yang bersin mengucapkan Hamdalah

    Orang yang bersyukur kepada Allah saat bersin, maka ia berhak untuk diberikan ucapan Yaharmukallah. Sebaliknya, jika tidak mengucapkan Hamdalah, maka ia tidak wajib diberikan ucapan Yaharmukallah. Itulah balasan bagi orang yang bersin tetapi tidak mengucapkan hamdalah.

    Menjawab orang yang bersin (jika dia mengucapkan hamdalah) hukumnya wajib, dan wajib pula menjawab orang yang mengucapkan “Yarhamukallah” dengan ucapan “Yahdikumullah wa yuslih balakum”, dan jika seseorang bersin terus menerus lebih dari tiga kali maka keempat kalinya ucapkanlah “Aafakallah“ (Semoga Allah menyembuhkanmu) sebagai ganti dari ucapan “Yarhamukallah“.

    5. Membesuknya saat sakit
    Hak orang sakit adalah mendapatkan jengukan dari saudaranya. Dan merupakan kewajiban bagi saudara-saudaranya yang seiman. Terlebih jika yang sakit memiliki kekerabatan, teman dan tetangga maka membesuknya sangat dianjurkan.

    Disunnahkan bagi yang membesuk orang sakit untuk menanyakan keadaannya, mendoakannya serta menghiburnya dan memberinya harapan karena hal tersebut merupakan sebab yang paling besar mendatangkan kesembuhan dan kesehatan.

    Penting juga untuk mengingatkannya akan taubat dengan cara yang tidak menakutkannya, misalnya seperti berkata kepadanya:

    “Sesungguhnya sakit yang engkau derita sekarang ini mendatangkan kebaikan, karena penyakit dapat berfungsi menghapus dosa dan kesalahan dan dengan kondisi yang tidak dapat kemana-mana engkau dapat meraih pahala yang banyak, dengan membaca zikir, istighfar dan berdoa”.

    6. Mengantarkan jenazah

    Diantarkan jenazah seorang muslim ke peristirahatan terakhirnya merupakan hak seorang muslim atas saudaranya dan di dalamnya terdapat pahala yang besar.

    “Siapa yang mengantarkan jenazah hingga menshalatkannya maka baginya pahala satu qhirath, dan siapa yang mengantarkannya hingga dimakamkan maka baginya pahala dua qhirath”, beliau ditanya: “Apakah yang dimaksud qhirath ?”, beliau menjawab: “Bagaikan dua gunung yang besar“ (HR. Bukhori )

    5. -Tauhid rububiyah, adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan dan pengurusan.
    – Tauhid uluhiyah, adalah pengesahan Allah terhadap ibadah. Bahwa hanya Allah satu-satu yang berhak di ibadahi.
    – Tauhid asma’ wa shifat, adalah pengesaan Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi miliknya.

  15. Nama : Faradilla Mulyasari
    Kelas : X.Ipa
    1.)kisah Fatimatuzzahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    2.)•akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
    :

    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    D.Beriman kepadanya.

    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  16. 1. fatimatuzzahra sebagai

    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2.
    akhlak terpuji
    -tawadhu

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. – (Q.S An-Nahl: 49)

    -ta’awwun
    . al-Maidah Ayat 2
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    -tasamuh
    Qs. Al hadid:25

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

    -qanaah
    Surat Al-Baqarah ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya : “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan,kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

    AKHLAK TERCELA

    -Ananiyah
    Q.S. Luqman [31]: 18)
    Nabi saw bersabda : دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ الْاُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ حَالِقَةُ الدِّ يْنِ لاَحَالِقَةُ الشَّعْرِ (رواه الطبرانى) Artinya : “ Menimpa kepadamu suatu penyakit umat-umat sebelum kamu yaitu benci membenci dan dengki. Dialah pencukur agama, bukan sekedar pencukur rambut

    -ghadab
    لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَسْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخارى)
    Artinya : ‘Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah. (H.R. Bukhari)

    -ghibah
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

    -putus asa

    قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    “Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
    a

    3.kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya nya yaitu menghormati orang tua,membantu orang tua, membanggakan dan membahagiakan orang tua .
    Kewajiban seorang murid kepada gurunya yaitu menghormati guru, mrnyimak dengan baik pada saat guru sedang menerangkan, menjadi anak murid yg baik dan sopan .

    4.Beriman kepadanya, taat dan mengikutinya,mencintainya melebihi segala sesuatu,mengutamakan atas segala sesuatu,bersolawat kepadanya, dll

    5.*Tauhid rububiyah adalah maknanya adalah mengesakan allah swt dalam hal penciptaan,kepemilikan,dan pengurusan
    *tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah adalah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    *Tauhid asma wa shifat maksudnya adalah pengesaan allah azza wa jalla dengan nama nama dan sifat sifat yang menjadi miliknya

  17. Nama : wahyuni safitri
    Kelas : X ipa
    Mapel : Akidah akhlak

    1. Perilaku yang bisa di ambil adalah mempunyai pola hidup yang sangat sederhana dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang

    2. *Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3. Kewajiban kepada orang tua:
    – Menghormati orang tua
    – Membahagiakan orang tua
    – Membantu orang tua

    Kewajiban kepada guru
    – Menuruti perintah guru
    – Mendengarkan nasihat guru
    – Mengerjakan tugas dari guru

    4. Kewajibannya adalah, beriman kepadanya, taat dan mengikutinya, mencintainya melebihi segala sesuatu, mengutamakannya atas segala sesuatu, tidak memilih pilihan lain di hadapan pilihan dan ketentuannya, hanya ada dua kata untuk segala keputusan, menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa, berlaku sopan di hadapannya, bersalawat kepadanya, membela dan membantunya, mencintai keluarganya, itu semua adalah kewajiban orang muslim yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an

    5. *Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa Allah (Rabb) yang menciptakan, menghidupkan, mengatur, dll
    *Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan cara ibadah seperti sholat, zikir, berdoa, bersholawat dan lainnya
    *Tauhid Asma wa sifat adalah mengesakan Allah dengan nama-nama Allah dan sifatnya yang dia jelaskan dalam kitab sucinya dan lisan rasulnya

  18. Afrillah diah aulia
    X.IPA

    1. fatimatuzzahra sebagai

    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2.
    akhlak terpuji
    -tawadhu

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. – (Q.S An-Nahl: 49)

    -ta’awwun
    . al-Maidah Ayat 2
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    -tasamuh
    Qs. Al hadid:25

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

    Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

    -qanaah
    Surat Al-Baqarah ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya : “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan,kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

    AKHLAK TERCELA

    -Ananiyah
    Q.S. Luqman [31]: 18)
    Nabi saw bersabda : دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ الْاُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ حَالِقَةُ الدِّ يْنِ لاَحَالِقَةُ الشَّعْرِ (رواه الطبرانى) Artinya : “ Menimpa kepadamu suatu penyakit umat-umat sebelum kamu yaitu benci membenci dan dengki. Dialah pencukur agama, bukan sekedar pencukur rambut

    -ghadab
    لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَسْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخارى)
    Artinya : ‘Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat ialah yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah. (H.R. Bukhari)

    -ghibah
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

    -putus asa

    قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

    “Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
    a

    3.kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya nya yaitu menghormati orang tua,membantu orang tua, membanggakan dan membahagiakan orang tua .
    Kewajiban seorang murid kepada gurunya yaitu menghormati guru, mrnyimak dengan baik pada saat guru sedang menerangkan, menjadi anak murid yg baik dan sopan .

    4.Beriman kepadanya, taat dan mengikutinya,mencintainya melebihi segala sesuatu,mengutamakan atas segala sesuatu,bersolawat kepadanya, dll

    5.*Tauhid rububiyah adalah maknanya adalah mengesakan allah swt dalam hal penciptaan,kepemilikan,dan pengurusan
    *tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah adalah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    *Tauhid asma wa shifat maksudnya adalah pengesaan allah azza wa jalla dengan nama nama dan sifat sifat yang menjadi miliknya

  19. Nur annisa lathifah kamil
    Kelas x.ipa
    1.)kisah Fatimatuzzahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    2.)•akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.)Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah:
    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.
    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya
    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.
    D.Beriman kepadanya.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.)Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat
    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam
    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata
    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  20. Nama : Sri Eka Syahrani
    Kelas : X ipa
    Mapel : Akidah akhlak

    1. Perilaku yang bisa di ambil adalah mempunyai pola hidup yang sangat sederhana dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang

    2. *Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3. Kewajiban kepada orang tua:
    – Menghormati orang tua
    – Membahagiakan orang tua
    – Membantu orang tua

    Kewajiban kepada guru
    – Menuruti perintah guru
    – Mendengarkan nasihat guru
    – Mengerjakan tugas dari guru

    4. Kewajibannya adalah, beriman kepadanya, taat dan mengikutinya, mencintainya melebihi segala sesuatu, mengutamakannya atas segala sesuatu, tidak memilih pilihan lain di hadapan pilihan dan ketentuannya, hanya ada dua kata untuk segala keputusan, menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa, berlaku sopan di hadapannya, bersalawat kepadanya, membela dan membantunya, mencintai keluarganya, itu semua adalah kewajiban orang muslim yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an

    5. *Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa Allah (Rabb) yang menciptakan, menghidupkan, mengatur, dll
    *Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan cara ibadah seperti sholat, zikir, berdoa, bersholawat dan lainnya
    *Tauhid Asma wa sifat adalah mengesakan Allah dengan nama-nama Allah dan sifatnya yang dia jelaskan dalam kitab sucinya dan lisan rasulnya

  21. Nur annisa lathifah kamil
    Kelas x ipa
    1.)kisah Fatimatuzzahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    2.)•akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Mendoakan orangtua.
    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.

    4.)Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah:
    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.
    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya
    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.
    D.Beriman kepadanya.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.)Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat
    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam
    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata
    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  22. Nama Rafikah amalia
    Kelas 10 mipa
    Jawab
    1.fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    2.Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan.seorang nabi

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    ‎ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32
    3.Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.
    Jawab =Kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya
    •patuh terhadap orang tua
    •menghormati orang tua
    •menghargai orang tua
    •mendengar nasehat orang tua
    •membantu orang tua
    •berbakti kepada orang tua
    •mendo’akan orang tua
    •berbicara dengan lemah lembut
    •merawat orang tua

    Kewajiban seorang murid terhadap muridnya
    •patuh terhadap guru
    •menghormati guru
    •menghargai guru
    •mendengar nasehat guru
    •membantu guru
    •berbakti kepada guru
    •mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik
    •melakukan yang disuruh oleh guru
    4.KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH
    *adalah dengan MEMAHAMI apa yang telah menjdai KEWAJIBAN KEWAJIBAN kita sebagai seorng hamba(kpd sang khaliq)dan BERUPAYA dengan bersungguh” dalam MENUNAIKANNYA.
    -KEWAJIBAN MUSLIM TERHADAP RASULNYA
    *beriman kepadanya,taat dan mengikutinya,mencintainya melebihi segala sesuatu,mengutamakannya,dan bersolawat knpnya
    -KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP AGAMANYA;
    *mengamalkan al-quran dan taat knp agama
    5.-Tauhid rububiyah
    Adalah mengesakan allah dalam hal perbuatan

    -Tauhid uluhiyah
    Adalah mengesakan allah dalam jenis jenis peribadatan yang telah diisyaratkan

    -Tauhis asma was sifat
    Adalah menetapkan nama dan sifat untuk allah sesuai dengan yang telah di tetap kan oleh rasul

  23. 1.Fatimah Az-Zahra adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dari Fatimah inilah banyak diriwayatkan hadis Nabi Saw. Dialah tokoh perempuan dalam bidang kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat mulia. Kisah Fatimatuzzahrah juga memberikan teladan, sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama. 2. Uwais al-qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah SWT

    2.akhlak terpuji
    1. berperilaku Jujur.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    2.berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    3.berperilaku Amanah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
    4.berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    •Akhlak tercela
    1.ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    2.gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    3.hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    4.zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.~Kewajiban anak kepada orang tua
    1.berbakti kepada orang tua
    2.menghormati orang tua
    3.membantu orangtua
    ~Kewajiban anak kepada orang tua
    1.berbakti kepada orang tua
    2.menghormati orang tua
    3.membantu orangtua

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    D.Beriman kepadanya.

    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  24. 1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. * Kewajiban seorang anak terhadap orng tuanya adalah berlaku baik,ber tutur kata yang sopan, tidak membantah, dan mengikuti perintahnya
    * kewajiban seorang murid terhadap guru adalah memperhatikan saat ia mengajar, tidak ribut saat pelajaran berlangsung, tidka tdr di kelas, dan senantiasa menghormati gurunya

    4. Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    * kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

    5. Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  25. NAMA:Andi widya fatimah wela
    KELAS:X.IPS
    1.B.Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia. Demikian kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.

    B.Pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya sangat bahagia walau tidak bergelimang harta. Beliau juga pernah mendapat tawaran dari Umar bin khattab untuk mendapat fasilitas hidup. Tetapi Uwais tidak mengambil kesempatan tersebut.
    Ikhlas dan Ikhtiar dengan usaha untuk menjalani ujian kehidupan. Termasuk ketika diuji menderita penyakit kusta. Beliau berdo’a kepada Allah swt. dan diberi kesembuhan.
    Berbakti Kepada Orang Tua, terutama Ibu. Uwais merupakan anak yatim, sehingga Beliau hanya mempunyai Ibunya. Sebagian hidupnya dihabiskan untuk merawat dan mendampingi Ibu yang sangat disayanginya.

    2.Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3.kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya nya yaitu menghormati orang tua,membantu orang tua, membanggakan dan membahagiakan orang tua .
    Kewajiban seorang murid kepada gurunya yaitu menghormati guru, mrnyimak dengan baik pada saat guru sedang menerangkan, menjadi anak murid yg baik dan sopan .

    4.Kewajibannya adalah, beriman kepadanya, taat dan mengikutinya, mencintainya melebihi segala sesuatu, mengutamakannya atas segala sesuatu, tidak memilih pilihan lain di hadapan pilihan dan ketentuannya, hanya ada dua kata untuk segala keputusan, menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa, berlaku sopan di hadapannya, bersalawat kepadanya, membela dan membantunya, mencintai keluarganya, itu semua adalah kewajiban orang muslim yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an

    5.Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa Allah (Rabb) yang menciptakan, menghidupkan, mengatur, dll
    *Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan cara ibadah seperti sholat, zikir, berdoa, bersholawat dan lainnya
    *Tauhid Asma wa sifat adalah mengesakan Allah dengan nama-nama Allah dan sifatnya yang dia jelaskan dalam kitab sucinya dan lisan rasulnya

  26. Nama: NURULLAILIL GARRAI SY
    Kelas : X.IPS
    1.) Pelajaran yang dapat di ambil adalah,
    Kita tidak boleh sombong, seperti putri nabi saw. Yang tidak pernah menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahnya.
    Dan juga kita harus Selalu bersabar dan berfikir positif dengan segala sesuatu yang Allah berikan ke kita, taat dan patuh kepada kedua orang tua karna ridho orang tua juga ridho Allah

    2.)•AHLAK TERPUJI
    – Jujur.
    وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

    – Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    -Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

    -berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

    •AHLAK TERCELA
    – ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    – gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    -hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    -zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Tidak suka membantah printah/perkataan orang tua

    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah :

    (1) Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    (2) Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    (3) Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    (4) Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    (5) Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    •Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    •Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    •tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  27. AMALIA NURHALIZA KP
    X IPA

    •JAWABAN•

    1). Perilaku yang bisa di ambil adalah mempunyai pola hidup yang sangat sederhana dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang

    2). *Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3.)-kewajiban terhadap guru-
    1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik
    2.Menghormati Guru
    3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar
    4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik
    5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan
    -kewajiban terhadap orang tua-
    1.berbakti kepada orang tua
    2.menghormati orang tua
    3.membantu orangtua

    4).Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
    a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    c. Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    D.Beriman kepadanya.

    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    5).Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

    • Nama: nadhia hasymia ahmad
      Kelas: X IPS
      Perilaku yang bisa di ambil adalah mempunyai pola hidup yang sangat sederhana dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang

      2). *Akhlak terpuji
      1. Hikmah
      Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
      ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
      Artinya:
      Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
      2. Iffah
      Ayat : Al-baqarah (2) : 273
      لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
      Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
      3. Syaja’ah
      Ayat : Ali-Imran (3): 139
      وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
      Arti:
      Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
      4. Adalah
      Ayat : An-Nahl (16) : 90
      إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
      Arti :
      Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

      *Akhlak Tercela
      1. Hubbuddunia (cinta dunia)
      Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
      كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
      Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
      2. Hasad (dengki)
      Ayat : An-nisa (4 ) :54

      أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
      Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
      3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
      Ayat : Al-isra : 37
      وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
      Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
      4. Riya
      Ayat: Al-Anfal (8) : 47
      وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
      Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

      3.)-kewajiban terhadap guru-
      1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik
      2.Menghormati Guru
      3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar
      4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik
      5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan
      -kewajiban terhadap orang tua-
      1.berbakti kepada orang tua
      2.menghormati orang tua
      3.membantu orangtua
      4).Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah
      a. Tidak Menyekutukan Allah SWT
      Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

      b. Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
      Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

      c. Bersyukur kepada Allah SWT
      Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

      D.Beriman kepadanya.

      ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
      “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

      E.Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
      ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
      Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
      “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

      5).Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

      -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

      -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

      -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa
      Sifat allah

  28. Nama: NURULLAILIL G
    kelas : X. IPS
    1.) Pelajaran yang dapat di ambil adalah,
    Kita tidak boleh sombong, seperti putri nabi saw. Yang tidak pernah menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahnya.
    Dan juga kita harus Selalu bersabar dan berfikir positif dengan segala sesuatu yang Allah berikan ke kita, taat dan patuh kepada kedua orang tua karna ridho orang tua juga ridho Allah

    2.)•AHLAK TERPUJI
    – Jujur.
    وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

    – Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    -Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

    -berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

    •AHLAK TERCELA
    – ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    – gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    -hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    -zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Tidak suka membantah printah/perkataan orang tua

    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah :

    (1) Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    (2) Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    (3) Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    (4) Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    (5) Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    •Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    •Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    •tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  29. 1.)kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.)SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.)Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah
    4.)1.Beriman kepadanya.
    ○ Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    ○2.Taat dan mengikutinya.
    ○ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

    3.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri

    4.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)

    5.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya
    5.)1. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ○2.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ○3.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  30. 1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 

    2.SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    3.KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG
    TUA
    ~Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    KEWAJIBAN ANAK TERHADAP GURUNYA
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.

    4.KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM
    ~Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.
    ~Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    ~Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
    ~Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
    ~Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

    5.~Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ~Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ~Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  31. Nama: Khaula Aisyah Fadilla
    Kelas: X ipa
    1) 1. Menjadikan akhlak kepada orang tua kita semakin Lebih baik
    2. Mendorong kita untuk selalu berbakti kepada orang tua
    3. Selalu bersabar atas semua yang telah Allah berikan
    4. Tidak mudah menyerah dalam segala tingkah
    5. Selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
    2) 4 sifat terpuji
    1. Sabar
    Sabar artinya tabah atau cekal menghadapi sesuatu ujian yang mendukacitakan.
    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن Qs.al baqarah :153)
    2. Syukur
    Syukur artinya menyedari bahawa semua nikmat yang diperolehinya baik yang lahir mahupun batin semuanya adalah dari Allah dan merasa gembira dengan nikmat itu serta bertanggungjawab kepada Allah.
    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّىٰمِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ (Qs.ibrahim:5)
    3.ikhlas
    Ikhlas artinya mengerjakan amal ibadat dengan penuh ketaatan serta semua perbuatan yang dilakukan semata-mata mengharapkan keredhaan Allah, bukan kerana tujuan lain.
    قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ayat 162
    لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
    Ayat 163
    (Qs. Al-an’am:162-163)
    4. Tawakkal
    Tawakal artinya berserah diri kepada Allah dalam melakukan sesuatu rancangan.
    قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    ( Qs. Al-maidah:23)
    3)•Kewajiban siswa
    1.menaati peraturan yg ada di sekolah
    2.mengikuti upacara bendera dg khusyuk
    3.membuang sampah di tempat sampah
    4.menjalankan tugas piket yg sudah tercantum di daftar piket
    • kewajiban sebagai anak kepada orang taunya
    1. Patuh kepada orang tua
    2.berbicara dengan lembut
    3.mendoakannya
    4. Menghormati orang tua
    5. Mendengarkan kannya
    4) * Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    *Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    *Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    *Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    *Mengerjakan rukun islam yang lima.
    *Ikhlas dalam menjalankan setiap perintah-Nya.
    *Ridha terhadap setiap ketentuan-Nya.
    Mencintai Allah dan juga rasul-rasul-Nya.
    Selalu mengintropeksi diri (muhasabah
    diri).
    5) -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah SWT

    • Khairunnisa isra magfirah
      X.IPA
      1.Fatimah Az-Zahra adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum islam. Dari
      Fatimah inilah banyak diriwayatkan hadis Nabi Saw. Dialah tokoh perempuan dalam
      bidang kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat
      mulia. Kisah Fatimatuzzahrah juga memberikan teladan, sebagai seorang wanita
      yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang
      yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong.Ia adalah seorang istri
      yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah
      sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
      . Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana.Hidupnya tidak bergelimang
      dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dan tetap tidak
      meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika
      diuji penyakit kusta oleh Allah SWT.
      2.*Akhlak terpuji
      1.Sabar
      يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
      2.Jujur
      إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِى مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَىٰكَهُمْ كَثِيرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
      3.Amanah
      وَمِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَيْسَ عَلَيْنَا فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
      4.Sedekah
      قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ
      *Akhlak tercela
      1.Berbohong
      أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَٰذِبٌ كَفَّار
      2.mencuri
      وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَٰلًا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
      3.Ghibah
      وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
      4.Dengki
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
      3.*kewajiban seorang anak terhadap guru:
      -mendengarkan nasihat guru
      -mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru
      -berbicara dengan santun serta lemah lembut terhadap guru
      -memiliki sikap sopan dan santun terhadap guru
      *Kewajiban seorang anak terhadap orang tua:
      -mendengarkan nasihat orang tua
      -mendoakan kedua orang tua
      -membantu orang tua
      -menghormati kedua orang tua
      4.kewajiban seorang muslim terhadap Allah swt dan Rasulullah saw:
      -Mengerjakan rukun islam yang lima.
      -Ikhlas dalam menjalankan setiap perintah-Nya.
      -Ridha terhadap setiap ketentuan-Nya.
      Mencintai Allah dan juga rasul-rasul-Nya.
      Selalu mengintropeksi diri (muhasabah diri).
      1. Beriman kepadanya.
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
      “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
      قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ -١٥٨-
      Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
      (Al-A’raf 158)
      2. Taat dan mengikutinya.
      وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ -٦٤-
      “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” (An-Nisa’ 64)
      قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ -٣٢-
      Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.” (Ali Imran 32)
      وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا -٧-
      “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr 7)
      قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ -٣١-
      Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ali Imran 31)
      *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittaba’a yang artinya mengikuti.
      قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي -١٠٨-
      Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.” (Yusuf 108)
      فَإنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ -٢٠-
      Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” (Ali Imran 20)
      يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ -٢٠-
      (Yasiin 20)
      3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
      قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
      Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
      “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)
      4. Mengutamakannya atas segala sesuatu.
      النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ -٦-
      “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.” (Al-Ahzab 6)
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ -١-
      “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Hujurat 1).
      5.-Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam.
      -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata.
      -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah.

    • Khairunnisa isra magfirah
      X.IPA
      1.Fatimah Az-Zahra adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum islam. Dari
      Fatimah inilah banyak diriwayatkan hadis Nabi Saw. Dialah tokoh perempuan dalam
      bidang kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat
      mulia. Kisah Fatimatuzzahrah juga memberikan teladan, sebagai seorang wanita
      yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang
      yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong.Ia adalah seorang istri
      yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah
      sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
      . Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana.Hidupnya tidak bergelimang
      dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dan tetap tidak
      meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika
      diuji penyakit kusta oleh Allah SWT.
      2.*Akhlak terpuji
      1.Sabar
      يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
      2.Jujur
      إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِى مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَىٰكَهُمْ كَثِيرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
      3.Amanah
      وَمِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَيْسَ عَلَيْنَا فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
      4.Sedekah
      قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ
      *Akhlak tercela
      1.Berbohong
      أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَٰذِبٌ كَفَّار
      2.mencuri
      وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَٰلًا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
      3.Ghibah
      وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
      4.Dengki
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
      3.*kewajiban seorang anak terhadap guru:
      -mendengarkan nasihat guru
      -mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru
      -berbicara dengan santun serta lemah lembut terhadap guru
      -memiliki sikap sopan dan santun terhadap guru
      *Kewajiban seorang anak terhadap orang tua:
      -mendengarkan nasihat orang tua
      -mendoakan kedua orang tua
      -membantu orang tua
      -menghormati kedua orang tua
      4.kewajiban seorang muslim terhadap Allah swt dan Rasulullah saw:
      -Mengerjakan rukun islam yang lima.
      -Ikhlas dalam menjalankan setiap perintah-Nya.
      -Ridha terhadap setiap ketentuan-Nya.
      Mencintai Allah dan juga rasul-rasul-Nya.
      Selalu mengintropeksi diri (muhasabah diri).
      1. Beriman kepadanya.
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
      “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
      قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ -١٥٨-
      Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
      (Al-A’raf 158)
      2. Taat dan mengikutinya.
      وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ -٦٤-
      “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” (An-Nisa’ 64)
      قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ -٣٢-
      Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.” (Ali Imran 32)
      وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا -٧-
      “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr 7)
      قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ -٣١-
      Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ali Imran 31)
      *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittaba’a yang artinya mengikuti.
      قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي -١٠٨-
      Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.” (Yusuf 108)
      فَإنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ -٢٠-
      Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” (Ali Imran 20)
      يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ -٢٠-
      (Yasiin 20)
      3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
      قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
      Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
      “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)
      4. Mengutamakannya atas segala sesuatu.
      النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ -٦-
      “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.” (Al-Ahzab 6)
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ -١-
      “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Hujurat 1).
      5.-Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam.
      -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata.
      -tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah.

  32. Nama:Atirah
    Kelas:X.Ipa

    1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 

    2.SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    3.KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG
    TUA
    ~Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    KEWAJIBAN ANAK TERHADAP GURUNYA
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.

    4.KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM
    ~Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.
    ~Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    ~Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
    ~Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
    ~Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

    5.~Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ~Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ~Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  33. Nama:Nurul Ismi Aulia Ishak
    Kelas:X IPA

    1.>fatimah az zahra
    · Keutamaan akhlak yang mulia, ilmu pengetahuan yang tinggi, kefasihan yang mengungguli kaum pria sekalipun, kesabaran, ketabahan, kesederhanaan, kezuhudan, dan ketegaran hati.

    · Ketaatannya terhadap Allah, Fatimah dengan kecintaannya terhadap Rasulullah, Fatimah dengan kesetiaannya terhadap Ali.
    serta menjadi seorang ibu yang hebat.

    >uwais al qorni
    – Pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya sangat bahagia walau tidak bergelimang harta. Beliau juga pernah mendapat tawaran dari Umar bin khattab untuk mendapat fasilitas hidup. Tetapi Uwais tidak mengambil kesempatan tersebut.
    -Ikhlas dan Ikhtiar dengan usaha untuk menjalani ujian kehidupan. Termasuk ketika diuji menderita penyakit kusta. Beliau berdo’a kepada Allah swt. dan diberi kesembuhan.
    -Berbakti Kepada Orang Tua, terutama Ibu. Uwais merupakan anak yatim, sehingga Beliau hanya mempunyai Ibunya. Sebagian hidupnya dihabiskan untuk merawat dan mendampingi Ibu yang sangat disayanginya.

    2.>>SIFAT TERCELA
    A.membunuh
    وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
    dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
    B.mencuri
    وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ * فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
    “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Maaidah : 38-39].
    C.zalim
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. “(QS,yunus:13)
    D.Riya

    فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ (4) الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ (5) الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ (6)
    “Maka celakalah bagi orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya, orang-orang yang riya. ”
    (Qs.al maun)

    >>SIFAT TERPUJI
    A.sabar
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)

    Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqoroh: 153)
    B.bijak

    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنْ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)

    Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Al Imran: 133-134)
    C.Amanat
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

    Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.(Qs.al mumin:8)
    D.selalu bersyukur
    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS.ibrahim:7)

    3.Adab terhadap guru
    Menyelesaikan Tugas dengan Tepat Waktu
    Memperhatikan Guru yang Mengajar
    Bersikap Lembut
    Menyapa Ketika Bertemu di Jalan
    Mencium Tangan
    Izin Ketika Hendak Meninggalkan Pelajaran
    Adab terhadap kedua orang tua
    Dilarang untuk berkata “ah” atau “cis” kepada kedua orang tua kita masing-masing. Larangan untuk berkata kasar atau membentak kepada kedua orang tua. Ketika berbicara kepada orang tua hendaklah dengan perkataan yang sopan dan santun dan lemah.

    4.Kewajiban terhadap ALLAH
    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.
    Kewajiban terhadap rasulullah
    beriman kepadanya,taat,mencintaknya dari segala sesuatu,mengutamakannya atas segala sesuatu,dan senantiasa bersalawat kepadanya.
    Kewajiban seorang muslim terhadap agamanya
    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.

    5.tauhid uluhiyah-Uluhiyah Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
    tauhid rububiyah-Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya.
    tauhid asma wa Tauhid Asma’ was Shifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

    • NAMA :USWATUNNISA UTAMI B.
      KELAS : X.IPS
      NISN :-

      1.)•>Menurut saya Pelajaran yang dapat diambil dari kisah fatimatuzzahra yaitu sifatnya yang penyayang dan juga mulia selain itu beliau juga mempunyai sifat yang rendah hati dan tidak simbong,beliau jg seseorang sangat disegani,dan beliau juga adalah sosok yang sllu men-support perjuangan ayahnya.Selain yg saya sebutkan,msi banyak lagi pelajaran yg bisa diambil dri fatimatuzzahra,menurut saya sifat seperti itu yg baik untuk ditiru.
      •>Sedangkan,pelajaran yang bisa diambil dari kisah Uwais Al-Qorni yaitu memiliki pribadi yang sangat sabar dalam menghadapi ujian yang telah di berikan oleh Allah swt,selain itu beliau jg org yg sngat sederhana.
      2.)•>4 sifat tercela beserta ayatnya yaitu :
      -hasud atau dengki
      أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِهِ
      Artinya :”Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya?”
      -Riya atau sllu ingin dilihat ketika mengerjakan sesuatu agar mndpt pujian
      فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ ساهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُراؤُنَ (6) وَ يَمْنَعُونَ الْماعُونَ (7)

      “Maka celakalah orang yang shalat (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya (5) yang berbuat ria (6) dan enggan (memberikan) bantuan.” (Surah Al-Maun, ayat 4-7)
      -namimah atau adu domba
      مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد
      “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18).
      -Syirik
      إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
      •>4sifat terpuji
      -Amanah
      وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

      Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
      -shiddiq
      الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ.
      (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
      -tabligh
      ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿

      “Hai rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
      -fathonah
      al-Baqarah ayat 269:
      يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
      “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]
      3.)kewajiban seorang anak terhadap org tua yaitu:
      -segera datang jika dipanggil
      -merawat org tua jika sakit
      -berbicara yang lembut terhadap orang tua
      -tidak membantah perkataan orang tua
      -menghormati orang tua
      -membanggakan kedua orang tua
      Kewajiban seorang murid terhadap gurunya yaitu:
      -menghormati guru
      -menuruti semua yang diperintahkan oleh guru
      -tidak berisik saat guru sedang menjelaskan.
      4.)-beriman kepadanya
      -taat dan mengikuti perintahnya
      -mencintai nya melebihi segala sesuatu
      -mengutamakannya atas sgla sesuatu
      Karna
      -menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa
      -dan lain lain.
      5.)•> Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
      •>Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
      •>Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian.

  34. Nama: Nurullailil garai sy
    Kelas: X. IPS

    1.) Pelajaran yang dapat di ambil adalah,
    Kita tidak boleh sombong, seperti putri nabi saw. Yang tidak pernah menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahnya.
    Dan juga kita harus Selalu bersabar dan berfikir positif dengan segala sesuatu yang Allah berikan ke kita, taat dan patuh kepada kedua orang tua karna ridho orang tua juga ridho Allah

    2.)•AHLAK TERPUJI
    – Jujur.
    وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

    – Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    -Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

    -berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

    •AHLAK TERCELA
    – ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    – gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    -hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    -zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Tidak suka membantah printah/perkataan orang tua

    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah :

    (1) Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    (2) Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    (3) Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    (4) Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    (5) Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    •Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    •Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    •tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah1.) Pelajaran yang dapat di ambil adalah,
    Kita tidak boleh sombong, seperti putri nabi saw. Yang tidak pernah menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahnya.
    Dan juga kita harus Selalu bersabar dan berfikir positif dengan segala sesuatu yang Allah berikan ke kita, taat dan patuh kepada kedua orang tua karna ridho orang tua juga ridho Allah

    2.)•AHLAK TERPUJI
    – Jujur.
    وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

    – Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    -Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

    -berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

    •AHLAK TERCELA
    – ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    – gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    -hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    -zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Tidak suka membantah printah/perkataan orang tua

    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah :

    (1) Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    (2) Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    (3) Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    (4) Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    (5) Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    •Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    •Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    •tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  35. 1.)kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.)SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.)Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah
    4.)1.Beriman kepadanya.
    ○ Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    ○2.Taat dan mengikutinya.
    ○ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

    3.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri

    4.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)

    5.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya
    5.)1. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ○2.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ○3.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  36. Nama: Nurullailil garrai sy
    Kelas: X. IPS
    1.) Pelajaran yang dapat di ambil adalah,
    Kita tidak boleh sombong, seperti putri nabi saw. Yang tidak pernah menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahnya.
    Dan juga kita harus Selalu bersabar dan berfikir positif dengan segala sesuatu yang Allah berikan ke kita, taat dan patuh kepada kedua orang tua karna ridho orang tua juga ridho Allah

    2.)•AHLAK TERPUJI
    – Jujur.
    وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

    – Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    -Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

    -berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

    •AHLAK TERCELA
    – ghadab
    ‎وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    – gibah
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    -hasud
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    -zalim
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا

    3.)-Kewajiban Seorang Anak terhadap orang tua
    •Taat kepada orang tua.
    •segera datang jika dipanggil.
    •menafkahi orangtua jika mampu.
    •merawat orangtua.
    •Berbicara dengan lemah lembut.
    •menghormati orangtua.
    •Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    •Tidak suka membantah printah/perkataan orang tua

    -Kewajiban seorang murid, terhadap gurunya
    •Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik.
    •Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan.
    •Menghormati Guru.
    •Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar.
    •Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik.

    4.Kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya adalah :

    (1) Tidak Menyekutukan Allah SWT
    Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukan-Nya.

    (2) Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya
    Kemudian yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya

    (3) Bersyukur kepada Allah SWT
    Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu “yang telah diberi” selain berterimakasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk tujuan diberikannya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan, seharusnya selalu bersyukur kepadaNya.

    (4) Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
    ‎قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)

    (5) Beriman kepadanya.
     
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
    “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)

    5.Pengertian Tauhid Rububiyya,Uluhiyyah dan Asma Wa Sifat

    •Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    •Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    •tauhid asma wa sifat yaitu tauhid asma wa sifat Allah

  37. Nama:Atirah
    Kelas:X.Ipa

    1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 

    2.SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    3.Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.

    4.A.Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    B.Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    C.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.
    D Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)
    E.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

    5.A. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    B.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    C.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  38. NAMA : CANTIKA AULIA ISKANDAR
    KELAS : X- IPS

    JAWABAN :

    1. fatimatuzzahra sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.

    2. Berikut adalah 5 akhlak terpuji:
    – Sabar, artinya menahan diri dari hawa nafsu yang sekiranya hanya merugikan diri sendiri.
    – Tawakkal, menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT.
    – Tawadhu’, artinya adalah rendah hati, tidak sombong, angkuh dan sebagainya.
    – Husnudzon, artinya adalah senantiasa berprasangka baik.
    – Ta’awun, artinya adalah senantiasa saling tolong menolong.
    Berikut ini 5 contoh perilaku tercela:
    – Tabdzir artinya adalah boros.
    – Mubadzir, artinya adalah menghambur-hamburkan, menyia-nyiakan.
    – Kufur Nikmat, tidak mengakui kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepadanya.
    – Ghibah, senantiasa menyebarkan aib orang lain atau bahkan hal hal baik dari orang lain namun orang tersebut tidak ridha.
    – Hasad, adalah penyakit hati berupa iri dan dengki.

    وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿٤﴾
    “Dan sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam[68]: 4)

    لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا ﴿٢١﴾
    “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah bagi kalian contoh yang baik bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan hari akhir dan mengingat Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

    3. Hak siswa mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa lain 
    hak untuk berpendapat / mengajukan pertanyaan
    kewajiban siswa mengikuti pelajaran dengan baik

    hak guru dihormati , dihargai sewaktu beliau menjelaskan pelajaran
    kewajibannya mengajar siswa sampai mengerti dan tanpa adanya kekerasan dlm mengajar

    hak orang tua dihormati dan dihargai oleh anak
    kewajibannya membimbing , merawat dan menjaga anak

    4. 4. 1.Mengucapkan salam

    Mengucapkan salam ke sesama muslim adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ini merupakan penyebab tumbuhnya rasa cinta di kalangan kaum muslimin sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw:

    “Demi Allah tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan rasa cinta di antara kalian?, Sebarkan salam di antara kalian” (HR. Muslim).
    2. Memenuhi Undangan

    Memenuhi undangan adalah sunnah mu’akkadah. Hal itu dapat membuat orang yang mengundang senang, serta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Lain halnya dengan memenuhi undangan pernikahan, sebab memenuhi undangan pernikahan adalah wajib dengan syarat-syarat yang telah dikenal.

    “Dan siapa yang tidak memenuhi (undangannya) maka dia telah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

    3.Memberi nasihat

    Yaitu jika seseorang datang meminta nasihat kepadamu dalam suatu masalah maka nasihatilah. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw:

    “Agama adalah nasihat: Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada para pemimpin kaum muslimin serta rakyat pada umumnya.” (HR. Muslim).

    4. Menjawab Yarhamukallah saat yang bersin mengucapkan Hamdalah

    Orang yang bersyukur kepada Allah saat bersin, maka ia berhak untuk diberikan ucapan Yaharmukallah. Sebaliknya, jika tidak mengucapkan Hamdalah, maka ia tidak wajib diberikan ucapan Yaharmukallah. Itulah balasan bagi orang yang bersin tetapi tidak mengucapkan hamdalah.

    Menjawab orang yang bersin (jika dia mengucapkan hamdalah) hukumnya wajib, dan wajib pula menjawab orang yang mengucapkan “Yarhamukallah” dengan ucapan “Yahdikumullah wa yuslih balakum”, dan jika seseorang bersin terus menerus lebih dari tiga kali maka keempat kalinya ucapkanlah “Aafakallah“ (Semoga Allah menyembuhkanmu) sebagai ganti dari ucapan “Yarhamukallah“.

    5. -Tauhid rububiyyah ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah nya.rububiyyah berasal dari kata Rabb. maka tauhid rububiyyah berarti meyakini bahwa Allah satu satunya Rabb semesta alam

    -Tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah berarti mentauhidkan Allah dalam seluruh bentuk peribadahan yaitu dengan hanya beribadah kepada Allah semata

    – Tauhid asma wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam.

  39. A.)1. السبورة بين الطاولة والكرسي
    2. علي أكبر من يوسف
    3. أنتامتلك سيارة
    4. أنا طالب في مدرسة إيميم ، أنا ذكي باللغة العربية
    5. مياه النهر مظلمة ومياه البحر مالحة
    B.)نحن كطلاب يجب أن نحترم المعلم ، لأن المعلم هو بديل للمعلم ، وخاصة للأطفال الذين يعيشون في المدرسة ، لأن المعلم في المدرسة ليس فقط المعلم في المدرسة ولكن أيضًا أم طلابه. وبدون المعلمين لن يكون هناك أطباء ، لن يكون هناك أي شرطة ، ولا الجيش وهلم جرا.

  40. 1. >Teladan yang bisa diambil dari fathimah az zahra
    Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana. Bahkan sering juga kekuran- gan, sehingga beberapa kali harus menggadaikan berang-barang keperluan rumah tang- ga mereka untuk membeli makanan. Sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadai- kan kepada Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian, mereka tetap saja bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.
    Memang nabi Muhammad saw sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Mu- hammad saw sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada henti menangis. Nabi saw memanggilnya dan berbisik kepadanya, tangisannya makin bertambah. Kemudian Nabi saw berbisik lagi, dan ia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan kepada Fati- mah. Dia manjawab bahwa dia menangis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi ayahnya akan meninggal, tetapi kemudian ia tersenyum karena, seperti kata ayahnya, dialah yang pertama yang akan memjumpainya di akhirat nanti.
    Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dari Fati- mah inilah banyak diriwayatkan hadis Nabi saw. Dialah tokoh perempuan dalam bidang kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat mulia.
    Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan pu- tri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya
    pada masa Beliau. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar dan penyayang karena tidak pernah melihat atau dilihat lelaki yang bukan mahromnya. Rasullullah sering sekali menyebutkan nama Fatimah, salah satunya adalah ketika Rasulullah per- nah berkata: “Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia”.
    Demikian kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per- juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan tela- dan utama.
    Dari pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib, Fatimah Az Zahra memiliki empat anak, dua putra yaitu Hasan dan Husain dan dua putri yaitu Zainab dan Ummu Kulsum. Hasan dan Husain sangat disayangi oleh Rasulullah saw. Sebenarnya ada satu lagi anak Fatimah Az Zahra bernama Muhsin, tetapi Muhsin meninggal dunia saat masih kecil.
    >Teladan yang bisa diambil Uwais Al Qorni
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak me- ninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji pe- nyakit kusta oleh Allah SWT.
    Uwais al-Qarni juga ?igur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya. Sebagian hidupnya digunakan untuk merawat dan mendampingi ibu yang sangat disayangi. Wa- laupun ia mendapat perhatian sang penguasa waktu itu yaitu Umar bin Khattab, tetapi Uwais al-Qarni tidak memanfaatkan fasilitas dan kesempatan tersebut untuk berse- nang-senang. Justru Uwais al-Qarni tidak mau diperlakukan istimewa, justru sebaliknya dia ingin diperlakukan sama dengan rakyat yang lain.

    2. PERILAKU TERPUJI DAN TERCELA. •PERILAKU TERCELA
    >Pengertian HASUD Hasud adalah perasaaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah Swt, bahkan berusaha dengan berbagai cara agar orang yang mendapat nikmat dan kesenangan tersebut kembali seperti semula. ~Allah berfirman dalam QS. An Nisaa’: 54
    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ‪ ‬عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”
    > Pengertian RIYA
    Riya menurut arti bahasa berarti “melihat” karena ketika berbuat, selalu berusaha agar dilihat dan diperhatikan orang lain untuk mendapat pujian. Sedang riya menurut istilah adalah “sikap atau tindakan seseorang memperlihatkan amal perbuatannya serta ibadahnya kepada orang lain”. Dengan kata lain riya adalah melakukan amal ibadah dengan niat karena selain Allah, ingin pujian atau dilihat orang lain.
    ~Firman Allah QS. Al Maa’un : 4 – 6
    ‎فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ (4) الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ (5) الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ (6)
    “Maka celakalah bagi orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya, orang-orang yang riya. ”
    > Pengertian ANIAYA
    Aniaya berasal dan bahasa Arab (dzolama) sifat ini termasuk salah satu sifat yang dikutuk oleh Allah dan Rasul-Nya, serta dikecam oleh seluruh umat manusia di dunia.
    ~ sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا‪ ‬الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    •PERILAKU TERPUJI
    >Pengertian jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta). … Jujur juga bisa bermakna kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang
    ~Dalil berperilaku Jujur.
    ‎وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
    Artinya: “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (Qs. Al-Isra’ : 53)
    >Pengertian adil adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya. kata ADIL adalah suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih dan masih banyak lagi persepsi yang lainnya.
    ~Dalil berperilaku Adil.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An-Nisa’ : 135)
    >Amanah adalah mempunyai arti jujur atau dapat di percaya. Menurut bahasa amanah dapat diartikan dengan sesuatu yang dipercayakan atau kepercayaan. Amanah merupakan titipan (al-wadiah). Amanah merupakan lawan dari khianat.
    ~Dalil berperilaku Amanah.
    ‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Qs. Al-Anfal : 27)
    > Sopan santun berarti peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekolompok manusia didalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari masyarakat tersebut.Sopan santun harus diterapkan dimanapun sesuai dengan tuntutan lingkungan tempat kita berada
    ~Dalil berperilaku sopan dan santun terhadap sesama manusia.
    ‎وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ
    Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (Qs. Al-Baqarah : 83)

    3. -AKHLAK TERHADAP ORANG TUA.
    * Taat kepada orang tua.
    * segera datang jika dipanggil.
    * menafkahi orangtua jika mampu.
    * merawat orangtua.
    * Berbicara dengan lemah lembut.
    * menghormati orangtua.
    * Menjauhkan hal yang tidak disukai orangtua.
    * Mendoakan orangtua.
    -AKHLAK TERHADAP GURU. 1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik. 2.Menghormati Guru. 3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar. 4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik. 5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan

    4. Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, •Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya. •Percaya dengan adanya Allah Ta’ala. Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya. •Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala. •Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya. •Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.
    KEWAJIBAN TERHADAP RASULULLAH
    1. Beriman kepadanya.
    2. Taat dan mengikutinya.
    3. Mencintainya
    4. Mengutamakannya atas segala sesuatu.

    5. •Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. •Tauhid Uluhiyah. Uluhiyah Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. •Tauhid Asma’ was Shifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  41. Nama : Siti Fadillah Rahman
    Kelas : X (IPA)

    1) • Pelajaran yang bisa diambil dari Fatimah Binti Rasulullah adalah memiliki kepribadian yang sabar dan penyayang, berakhlak mulia, dan mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya.

    • Pelajaran yang bisa diambil dari Uwais Al Qorni adalah sosok pribadi yang sangat sederhana. Ujian hidup yang dialami dan diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah SWY. Uwais Al Qorni juga igur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya.

    2) * Sifat terpuji
    • Jujur
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾

    “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama dengan orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah[9]: 119)

    • Adil

    Dalil berperilaku Adil.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An-Nisa’ : 135)

    • Amanah

    Dalil berperilaku Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Qs. Al-Anfal : 27)

    • Dalil berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Qs. Al-Furqan : 63)

    * Sifat tercela
    • Ghibah
    Ghibah ialah sikap gemar menggunjing keburukan orang lain, ghibah termasuk penyakit sosial yang berbahaya sekaligus mematikan, karena berpotensi mengguncangkan sendi-sendi harmonitas masyarakat. Tidak heran kalau secara spesifik mengingatkan umat islam, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-hujurat ayat 12 :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    • Ghadab
    Ghadab adalah suatu sikap yang emosional dan mudah tersinggung. Menurut bahasa ghadab berarti amarah. Sedangkan ciri dari pada orang yang tengah marah adalah air mukanya memerah, bahasa tuturnya kasar, mencela, menghardik dan lain sebagainya. Secara khusus Allah Swt. mencirikan orang yang bertaqwa itu adalah orang yang mampu mengekang dirinya dari sikap amarah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ali-imran ayat 133-134
    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤)

    Artinya :
    ” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
    Adapun contoh dari perilaku ghadab antara lain, merespon secara emosional gurauan teman-temannya, dan tidak menolelir untuk mengakui kesalahan dan menyelesaikannya secara damai, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    • BERDUSTA
    Nabi melarang dari perbuatan dusta. Ini mencakup dusta dalam segala sesuatu. Jadi tidak benar, orang yang mengatakan, “Berdusta itu jika tidak menimbulkan bahaya untuk orang lain maka tidak mengapa.” ini adalah perkataan yang batil, karena tidak ada nash yang menunjukan perkataan tersebut. Tetapi yang ada adalah nash yang mengharamkan perbuatan dusta secara mutlak.

    Oleh karena itu, berdusta adalah pangkal kejahatan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam:

    وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّار وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
    Artinya: “Dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan di catat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong)”

    • HASAD ( DENGKI )
    Artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada orang lain. Jadi, hasad bukan mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, namun hasad adalah semata-mata ketidak senangan seseorang terhadap nikmat yang yang Allah berikan kepada orang lain. Ini adalah hasad, baik ia mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang lain ataupun tidak.

    Pengertian ini sebagaimana yang di tetapkan oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, beliau mengatakan: Hasad adalah kebencian seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

    Allah berfirman, :

    وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
    Artinya: ” Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniahnya. Sungguh Allah maha mengetauhi segala sesuaatu”. ( QS: An-Nisa’ : 32 ).

    3) * Kewajiban seorang anak kepada orang tua :
    • Berbuat baik kepada ibu dan ayah, walaupun keduanya lalim
    • Berkata halus dan mulia kepada ibu dan ayah
    • Berbuat baik kepada ibu dan ayah yang sudah meninggal dunia

    * Kewajiban seorang murid kepada gurunya :
    1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik
    2.Menghormati Guru
    3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar
    4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik
    5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan

    4) السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ لحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
    Al-Imām Ahmad rahimahullāh telah mengeluarkan di dalam Musnad-nya sebuah hadits yang asalnya ada di dalam Shahīh Muslim, yang isinya bahwa:
    ◆ Setiap manusia apabila dikuburkan maka akan ditanya oleh 2 orang malaikat tentang 3 perkara :
    ⑴ Siapa Tuhanmu?
    ⑵ Siapa Nabimu? dan
    ⑶ Apa Agamamu?
    Oleh karena itu kewajiban seorang Muslim dan juga Muslimah untuk mempersiapkan diri. Dan perlu diketahui bahwasanya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal. Sebab seandainya menghafal itu cukup niscaya orang munafik bisa menjawab pertanyaan.
    Tapi perkaranya di sini, kaum muslimin perlu pemahaman dan juga pengamalan. Barangsiapa yang di dunia, dia :
    ✓Mengenal Allāh dan memenuhi hakNya,
    ✓Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan memenuhi haknya,
    ✓Mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya

    5) • . Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.

    • Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi.

    • Tauhid asma’ wa sifat adalah iman kepada nama – nama Allah dan sifat – sifatnya yang diterangkan dalam Al Qur’an dan sunah rasulnya .Nama tersebut menunjukkan dzat Allah dan semua sifat yang terkandung di dalamnya. Sebuah nama menunjukkan dua perkara, sedangkan sifat mengandung satu perkara. Sehingga nama mengandung sifat, sedangkan sifat merupakan keharusan sebuah nama.

    • Nama:atirah
      Kelas:X.ipa
      1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
      2.SIFAT TERCELA:
      Ananiyyah
      يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
      Putus asa
      قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
      Pemarah

      الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
      Tamak
      عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
      SIFAT TERPUJI:
      Tablig
      ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
      Fatanah
      ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
      “Sidiq
      وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
      Amanah
      إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
      3.Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
      ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
      ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
      ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
      ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
      ~ ikut menjaga nama baik sekolah.
      4.A.Beriman kepadanya.
      Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
      B.Taat dan mengikutinya.
      Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
      C.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
      Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
      D.Berlaku Sopan dihadapannya.
      Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
      E.Bersolawat Kepadanya.
      Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
      5A.Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
      B.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
      C.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  42. 1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    3.Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.

    4.A.Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    B.Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    C.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
    D.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
    E.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

    5.A. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    B.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    C.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  43. NAMA : Aulia shafira azzahra syamsul
    KELAS : X-IPS

    JAWABAN :

    1.)kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 

    2.)SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    3.)Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah

    4.)1.Beriman kepadanya.
    ○ Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    ○2.Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

    3.Mengutamakannya atas segala sesuatu. Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri

    4.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)

    5.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya

    5.)1. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ○2.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ○3.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  44. NAMA : AULIA SHAFIRA AZZAHRA SYAMSUL
    KELAS : X-IPS

    JAWABAN :

    1.)kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.)SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.)Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah
    4.)1.Beriman kepadanya.
    ○ Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    ○2.Taat dan mengikutinya.
    ○ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

    3.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri

    4.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)

    5.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya
    5.)1. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ○2.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ○3.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  45. Nama:atirah
    Kelas:X.ipa
    1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.
    4.A.Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    B.Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    C.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
    D.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
    E.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
    5A.Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    B.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    C.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  46. Nama : Haermelia
    Kelas : X. Ipa

    1. fatimatuzzahra sebagai
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. *Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3. Kewajiban kepada orang tua:
    – Menghormati orang tua
    – Membahagiakan orang tua
    – Membantu orang tua

    Kewajiban kepada guru
    – Menuruti perintah guru
    – Mendengarkan nasihat guru
    – Mengerjakan tugas dari guru

    4. Kewajibannya adalah, beriman kepadanya, taat dan mengikutinya, mencintainya melebihi segala sesuatu, mengutamakannya atas segala sesuatu, tidak memilih pilihan lain di hadapan pilihan dan ketentuannya, hanya ada dua kata untuk segala keputusan, menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa, berlaku sopan di hadapannya, bersalawat kepadanya, membela dan membantunya, mencintai keluarganya, itu semua adalah kewajiban orang muslim yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an

    5. *Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa Allah (Rabb) yang menciptakan, menghidupkan, mengatur, dll
    *Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan cara ibadah seperti sholat, zikir, berdoa, bersholawat dan lainnya
    *Tauhid Asma wa sifat adalah mengesakan Allah dengan nama-nama Allah dan sifatnya yang dia jelaskan dalam kitab sucinya dan lisan rasulnya.

  47. Nama:Aulia shfaliran azzahra syamsul
    Kelas:X.ips
    1.kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah.
    4.A.Beriman kepadanya.
    Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    B.Taat dan mengikutinya.
    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
    C.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri
    D.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).
    E.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
    5A.Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    B.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    C.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

  48. 1. Jelaskan Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil Dari Kisah Kehidupan Fatimah Binti Rasulullah Dan Uwais Al Qorni!
    : fatimatuzzahra sebagai seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
    seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya.
    Fatimah sangat patut kita jadikan jadikan teladan utama.
    Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang engan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

    2. Tulislah 4 Sifat Yang Tercela dan 4 Sifat Yang Terpuji Beserta dengan Ayat-Ayat Yang melandasinya!
    :Contoh sifat terpuji dan ayatnya
    • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

    لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

    “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

    •
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]

    • surah maryam ayat 41
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا arti ayat tersebut : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan.seorang nabi

    * perilaku tercala dan ayatnya

    • Dengki
    QS. An Nisaa’: 54

    ‎أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

    Artinya : “Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya? ”

    • Perbuatan zalim ini telah membinasakan umat sebelum umat nabi Muhammad Saw, sesuai firman Allah QS. Yunus: 13:
    ‎وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا …
    Artinya: “Dan Kami sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezahman. ”

    • Aniaya
    Surah Al Maidah Ayat 45.
    Artinya : “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telitiga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak itu, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. “(QS Al Maidah: 45).

    • zina
    ‎ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
    Terjemah Arti: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Quran Surat Al-Isra Ayat 32

    3. Tulislah kewajiban seorang anak terhadap orang tua, serta kewajiban seorang murid terhadap gurunya.
    :Kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya
    •patuh terhadap orang tua
    •menghormati orang tua
    •menghargai orang tua
    •mendengar nasehat orang tua
    •membantu orang tua
    •berbakti kepada orang tua
    •mendo’akan orang tua
    •berbicara dengan lemah lembut
    •merawat orang tua

    Kewajiban seorang murid terhadap muridnya
    •patuh terhadap guru
    •menghormati guru
    •menghargai guru
    •mendengar nasehat guru
    •membantu guru
    •berbakti kepada guru
    •mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik
    •melakukan yang disuruh oleh guru

    4. Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap Allah dan Rasulnya dan terhadap AgamaNya? Jelaskan!
    : •Kewajiban Manusia Terhadap Allah

    Tentu ada banyak kewajiban kita sebagai seorang makhluk kepada Tuhan kita, Allah Ta’ala dan inilah beberapa diantaranya.

    Percaya dengan adanya Allah Ta’ala.
    Tidak mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
    Ta’at terhadap segala perintah-perintah Allah Ta’ala.
    Menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya.
    Bersyukur akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

    •Kewajiban semua terhadap agamanya

    ewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

    Iman — yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
    Ilmu — mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
    Amal — mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho’tum)
    Dakwah — menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
    Jihad — menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
    Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da’i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

    •kewajiban seorang muslim terhadap rasulnya
    1. Beriman kepadanya.

    –“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”(An-Nisa 136)

    –Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”(Al-Araf 158)

    2. Taat dan mengikutinya.

    –“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.”(An-Nisa 64)

    — Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.”(Ali Imran 32)

    –“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”(Al-Hasyr 7)

    –Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Ali Imran 31)

    *Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittabaa yang artinya mengikuti.

    — Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.”(Yusuf 108)

    — Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.”(Ali Imran 20)

    — (Yasiin 20)

    3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.

    —

    Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah 24)

    “Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.”(Rasulullah saw)

    5. Jelaskan pengertian Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma’ wa Sifat?
    :•Tauhid Rububiyyah
    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya

    •Tauhid Uluhiyyah
    Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

    •Tauhid Asma’ wa sifat
    Tauhid Asma’ wa sifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam. Tauhid ini merupakan bentuk penerapan pengesaan dari makhluk terhadap Allah mengenai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, yang mana nama-nama dan sifat-sifat ini telah diatributkan oleh-Nya sendiri.

  49. Nama : Masyruroh Azhahra
    Kelas : X IPS
    Mapel : Aqidah akhlak
    Tanggal : 24 juni 2020

    1. Perilaku atau hikmah yang bisa dipetik dari kisah fatimahazzahra dan uwais al qarni adalah belajar hidup sederhana walaupun kita orng yang di segani atau orang berada dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang

    2. *Akhlak terpuji
    1. Hikmah
    Ayat : Lebah (An-Naĥl):125 –
    ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
    Artinya:
    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
    2. Iffah
    Ayat : Al-baqarah (2) : 273
    لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Arti: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
    3. Syaja’ah
    Ayat : Ali-Imran (3): 139
    وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
    Arti:
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
    4. Adalah
    Ayat : An-Nahl (16) : 90
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
    Arti :
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.

    *Akhlak Tercela
    1. Hubbuddunia (cinta dunia)
    Ayat: Al-Qiyamah (75) : 20-21
    كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ (٢١)
    Arti: Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia (20) Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (21)
    2. Hasad (dengki)
    Ayat : An-nisa (4 ) :54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
    Arti: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
    3. Takabbur-ujub (sombong-kagum)
    Ayat : Al-isra : 37
    وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
    Arti: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
    4. Riya
    Ayat: Al-Anfal (8) : 47
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    Arti: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

    3. Kewajiban kepada orang tua:
    – Menghormati orang tua
    – Membahagiakan orang tua
    – Membantu orang tua

    Kewajiban kepada guru
    – Menuruti perintah guru
    – Mendengarkan nasihat guru
    – Mengerjakan tugas dari guru

    4. Kewajibannya adalah, beriman kepadanya, taat dan mengikutinya, mencintainya melebihi segala sesuatu, mengutamakannya atas segala sesuatu, tidak memilih pilihan lain di hadapan pilihan dan ketentuannya, hanya ada dua kata untuk segala keputusan, menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa, berlaku sopan di hadapannya, bersalawat kepadanya, membela dan membantunya, mencintai keluarganya, itu semua adalah kewajiban orang muslim yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an

    5. *Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa Allah (Rabb) yang menciptakan, menghidupkan, mengatur, dll
    *Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan cara ibadah seperti sholat, zikir, berdoa, bersholawat dan lainnya
    *Tauhid Asma wa sifat adalah mengesakan Allah dengan nama-nama Allah dan sifatnya yang dia jelaskan dalam kitab sucinya dan lisan rasulnya

  50. Nama: Nabilah Rinalda Aslam
    Kelas: X IPA

    1) • Pelajaran yang bisa diambil dari Fatimah Binti Rasulullah adalah memiliki kepribadian yang sabar dan penyayang, berakhlak mulia, dan mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya.

    • Pelajaran yang bisa diambil dari Uwais Al Qorni adalah sosok pribadi yang sangat sederhana. Ujian hidup yang dialami dan diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah SWY. Uwais Al Qorni juga igur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya.

    2) * Sifat terpuji
    • Jujur
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾

    “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama dengan orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah[9]: 119)

    • Adil

    Dalil berperilaku Adil.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An-Nisa’ : 135)

    • Amanah

    Dalil berperilaku Amanah.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Qs. Al-Anfal : 27)

    • Dalil berperilaku rendah hati dan bertutur kata penuh kebaikan.
    وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
    Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Qs. Al-Furqan : 63)

    * Sifat tercela
    • Ghibah
    Ghibah ialah sikap gemar menggunjing keburukan orang lain, ghibah termasuk penyakit sosial yang berbahaya sekaligus mematikan, karena berpotensi mengguncangkan sendi-sendi harmonitas masyarakat. Tidak heran kalau secara spesifik mengingatkan umat islam, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-hujurat ayat 12 :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    • Ghadab
    Ghadab adalah suatu sikap yang emosional dan mudah tersinggung. Menurut bahasa ghadab berarti amarah. Sedangkan ciri dari pada orang yang tengah marah adalah air mukanya memerah, bahasa tuturnya kasar, mencela, menghardik dan lain sebagainya. Secara khusus Allah Swt. mencirikan orang yang bertaqwa itu adalah orang yang mampu mengekang dirinya dari sikap amarah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ali-imran ayat 133-134
    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤)

    Artinya :
    ” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
    Adapun contoh dari perilaku ghadab antara lain, merespon secara emosional gurauan teman-temannya, dan tidak menolelir untuk mengakui kesalahan dan menyelesaikannya secara damai, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    • BERDUSTA
    Nabi melarang dari perbuatan dusta. Ini mencakup dusta dalam segala sesuatu. Jadi tidak benar, orang yang mengatakan, “Berdusta itu jika tidak menimbulkan bahaya untuk orang lain maka tidak mengapa.” ini adalah perkataan yang batil, karena tidak ada nash yang menunjukan perkataan tersebut. Tetapi yang ada adalah nash yang mengharamkan perbuatan dusta secara mutlak.

    Oleh karena itu, berdusta adalah pangkal kejahatan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam:

    وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّار وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
    Artinya: “Dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan di catat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong)”

    • HASAD ( DENGKI )
    Artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada orang lain. Jadi, hasad bukan mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, namun hasad adalah semata-mata ketidak senangan seseorang terhadap nikmat yang yang Allah berikan kepada orang lain. Ini adalah hasad, baik ia mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang lain ataupun tidak.

    Pengertian ini sebagaimana yang di tetapkan oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, beliau mengatakan: Hasad adalah kebencian seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

    Allah berfirman, :

    وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
    Artinya: ” Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniahnya. Sungguh Allah maha mengetauhi segala sesuaatu”. ( QS: An-Nisa’ : 32 ).

    3) * Kewajiban seorang anak kepada orang tua :
    • Berbuat baik kepada ibu dan ayah, walaupun keduanya lalim
    • Berkata halus dan mulia kepada ibu dan ayah
    • Berbuat baik kepada ibu dan ayah yang sudah meninggal dunia

    * Kewajiban seorang murid kepada gurunya :
    1.Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Guru Dengan Baik
    2.Menghormati Guru
    3.Tidak Berisik Saat Guru Sedang Mengajar
    4.Mendengarkan Semua Nasihat Guru Dengan Baik
    5.Menuruti Semua Yang Guru Perintahkan

    4) السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ لحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
    Al-Imām Ahmad rahimahullāh telah mengeluarkan di dalam Musnad-nya sebuah hadits yang asalnya ada di dalam Shahīh Muslim, yang isinya bahwa:
    ◆ Setiap manusia apabila dikuburkan maka akan ditanya oleh 2 orang malaikat tentang 3 perkara :
    ⑴ Siapa Tuhanmu?
    ⑵ Siapa Nabimu? dan
    ⑶ Apa Agamamu?
    Oleh karena itu kewajiban seorang Muslim dan juga Muslimah untuk mempersiapkan diri. Dan perlu diketahui bahwasanya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal. Sebab seandainya menghafal itu cukup niscaya orang munafik bisa menjawab pertanyaan.
    Tapi perkaranya di sini, kaum muslimin perlu pemahaman dan juga pengamalan. Barangsiapa yang di dunia, dia :
    ✓Mengenal Allāh dan memenuhi hakNya,
    ✓Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan memenuhi haknya,
    ✓Mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya

    5) • . Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.

    • Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi.

    • Tauhid asma’ wa sifat adalah iman kepada nama – nama Allah dan sifat – sifatnya yang diterangkan dalam Al Qur’an dan sunah rasulnya .Nama tersebut menunjukkan dzat Allah dan semua sifat yang terkandung di dalamnya. Sebuah nama menunjukkan dua perkara, sedangkan sifat mengandung satu perkara. Sehingga nama mengandung sifat, sedangkan sifat merupakan keharusan sebuah nama.

  51. NAMA :USWATUNNISA UTAMI B.
    KELAS : X.IPS
    NISN :-

    1.)•>Menurut saya Pelajaran yang dapat diambil dari kisah fatimatuzzahra yaitu sifatnya yang penyayang dan juga mulia selain itu beliau juga mempunyai sifat yang rendah hati dan tidak simbong,beliau jg seseorang sangat disegani,dan beliau juga adalah sosok yang sllu men-support perjuangan ayahnya.Selain yg saya sebutkan,msi banyak lagi pelajaran yg bisa diambil dri fatimatuzzahra,menurut saya sifat seperti itu yg baik untuk ditiru.
    •>Sedangkan,pelajaran yang bisa diambil dari kisah Uwais Al-Qorni yaitu memiliki pribadi yang sangat sabar dalam menghadapi ujian yang telah di berikan oleh Allah swt,selain itu beliau jg org yg sngat sederhana.
    2.)•>4 sifat tercela beserta ayatnya yaitu :
    -hasud atau dengki
    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِهِ
    Artinya :”Apakah mereka dengki pada manusia atas apa yang diberikan Allah kepada mereka dari keutamaan-Nya?”
    -Riya atau sllu ingin dilihat ketika mengerjakan sesuatu agar mndpt pujian
    فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ ساهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُراؤُنَ (6) وَ يَمْنَعُونَ الْماعُونَ (7)

    “Maka celakalah orang yang shalat (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya (5) yang berbuat ria (6) dan enggan (memberikan) bantuan.” (Surah Al-Maun, ayat 4-7)
    -namimah atau adu domba
    مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد
    “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18).
    -Syirik
    إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
    •>4sifat terpuji
    -Amanah
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

    Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
    -shiddiq
    الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ.
    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
    -tabligh
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿

    “Hai rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
    -fathonah
    al-Baqarah ayat 269:
    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]
    3.)kewajiban seorang anak terhadap org tua yaitu:
    -segera datang jika dipanggil
    -merawat org tua jika sakit
    -berbicara yang lembut terhadap orang tua
    -tidak membantah perkataan orang tua
    -menghormati orang tua
    -membanggakan kedua orang tua
    Kewajiban seorang murid terhadap gurunya yaitu:
    -menghormati guru
    -menuruti semua yang diperintahkan oleh guru
    -tidak berisik saat guru sedang menjelaskan.
    4.)-beriman kepadanya
    -taat dan mengikuti perintahnya
    -mencintai nya melebihi segala sesuatu
    -mengutamakannya atas sgla sesuatu
    Karna
    -menerima ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa
    -dan lain lain.
    5.)•> Tauhid Rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    •>Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    •>Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian.

  52. Nurul qolby sajida ruf
    X.ipa
    Jawaban soal ulangan:
    1. Perilaku yang bisa di ambil adalah mempunyai pola hidup yang sangat sederhana dan juga memiliki sifat sabar dan penyanyang.
    2. AKHLAK TERPUJI:
    •berperilaku jujur:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا الَّتِى هِىَ أَحْسَنُ  ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ  ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْإِنْسٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
    “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
    (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 53)
    •pemaaf:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ
    “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”
    (QS. Al-A’raf 7: Ayat 199)
    •amanah:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رٰعُونَ
    “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,”
    (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 8)
    •adil:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ  ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَئَانُ قَوْمٍ عَلٰىٓ أَلَّا تَعْدِلُوا  ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى  ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ  ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
    “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
    (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 8)

    AKHLAK TERCELA:
    •sombong:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا  ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
    “Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.”
    (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 37)
    •dengki:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِۦٓ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَآ أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِۦ عَلٰى مَنْ يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ  ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍ  ۚ وَلِلْكٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ
    “Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.”
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 90)
    •kikir:
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰى
    “Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),”
    (QS. Al-Lail 92: Ayat 8)
    •bermuka dua:
    Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

    وتَجِدُونَ خِيَارَ النَّاسِ في هَذَا الشَّأنِ أَشَدَّهُمْ كَرَاهِيَةً لَهُ، وَتَجِدُونَ شَرَّ النَّاسِ ذَا الوَجْهَينِ، الَّذِي يَأتِي هؤُلاءِ بِوَجْهٍ، وَهَؤُلاءِ بِوَجْهٍ

    Artinya: “Engkau mendapati orang yang paling jelek ialah orang yang bermuka dua, yaitu orang yang menemui sekelompok orang dengan satu wajah, dan kepada kelompok lain dengan wajah berbeda. )Muttafaqun’alaihi)
    3.kewajiban seorang anak kepada orang tua:
    •taat kepada orang tua
    •menafkahi orang tua
    •merawat orang tua
    •mendengar apa yang mereka katakan
    Kewajiban seorang murid kepada guru:
    •mengerjakan tugas yang diberikan
    •menghormati guru
    •tidak berisik saat guru mengajar
    •menuruti semua yang guru perintahkan
    4.kewajiban muslim kepada Allah swt:
    •berilmu
    •beriman
    •beramal soleh
    •berdakwah
    •berjihad di jalannya
    Kewajiban muslim kepada Rasulullah:
    •taat dan mengikutinya
    •mencintainya melibihi segala sesuatu
    •bersolawat kepadanya
    •menerima ketentuannya dengan senang hati
    •mengutamakannya atas segala sesuatu
    Kewajiban seorang muslim terhadap agamanya:
    •mengilmui
    •mengamalkan
    •mendakwahkan
    •bersabar di dalamnya
    5.•Tauhid Rububiyah:
    Tauhid rububiyah merupakan alasan dari tauhid uluhiyah. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pengatur segala hal yang ada di dunia maupun akhirat.
    •Tauhid uluhiyah:
    Tauhid uluhiyah adalah mentauhidkan atau mengesakan Allah SWT dalam setiap kegiatan ibadah. Segala macam ibadah harus dilakukan hanya kepada Allah dan untuk Allah.
    •Tauhid asma’ wa sifat:
    Tauhid Asma’ was Shifat merupakan bagian dari mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam akidah Islam.

  53. 1. Jangan bersifat sombong,berbaik hati kepada siapapun, taat kepada allah, hidup lah sederhana seperti yg di ajarkan nabi
    2 •terpuji
    Jujur
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾
    pemaaf
    خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ
    Amanah
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
    Adil
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Tercela
    hasud atau dengki
    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِ
    Ghadad
    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤)
    kikir:
    وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰى
    Riya
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    3. Kewajiban kpd orang tua nya adalah :
    -memuliakan orang tua
    – selalu menuruti perintahnya
    – jika kedua orang tua sudah tidak ada maka tugas anak adalah selalu mendoakan nya
    -memberikan yg terbaik
    -menjaga nama baik nya
    Kewajiban kepada gurunya adalah:
    – memuliakan nya
    – menjalankan yg di perintahkan selama masih di jalan allah
    -menghormati nya
    – menjadikan nya contoh
    4. Keeajiban muslim kepada allah adalah :
    A. Beribadah
    B. Percaya kepadanya
    C. Menjahui larangannya
    D. Bersyukur
    E. Tidak mempersekutukan nya
    Kewajiban kepada rasulullah:
    -menjalankan sunnah nya
    – meneladaninya
    -beriman
    – mencintainya
    – mengutamakan nya
    5. Tauhid rububiyah adalah menyakini bahwa allah itu esa
    Tauhid uluhiya adalah mengesakan allah
    Tauhid asma wa sifat adalah mempercayai bahwa allah memiliki nama dam sifat yg baik

  54. 1. Jangan bersifat sombong,berbaik hati kepada siapapun, taat kepada allah, hidup lah sederhana seperti yg di ajarkan nabi
    2 •terpuji
    Jujur
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾
    pemaaf
    خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ
    Amanah
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
    Adil
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Tercela
    hasud atau dengki
    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِ
    Ghadad
    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤)
    kikir:
    وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰى
    Riya
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    3. Kewajiban kpd orang tua nya adalah :
    -memuliakan orang tua
    – selalu menuruti perintahnya
    – jika kedua orang tua sudah tidak ada maka tugas anak adalah selalu mendoakan nya
    -memberikan yg terbaik
    -menjaga nama baik nya
    Kewajiban kepada gurunya adalah:
    – memuliakan nya
    – menjalankan yg di perintahkan selama masih di jalan allah
    -menghormati nya
    – menjadikan nya contoh
    4. Keeajiban muslim kepada allah adalah :
    A. Beribadah
    B. Percaya kepadanya
    C. Menjahui larangannya
    D. Bersyukur
    E. Tidak mempersekutukan nya
    Kewajiban kepada rasulullah:
    -menjalankan sunnah nya
    – meneladaninya
    -beriman
    – mencintainya
    – mengutamakan nya
    5. Tauhid rububiyah adalah menyakini bahwa allah itu esa
    Tauhid uluhiya adalah mengesakan allah
    Tauhid asma wa sifat adalah mempercayai bahwa allah memiliki nama dam sifat yg baik

  55. 1. Jangan bersifat sombong,berbaik hati kepada siapapun, taat kepada allah, hidup lah sederhana seperti yg di ajarkan nabi dan. Menghargai sesama
    2 •terpuji
    Jujur
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾
    pemaaf
    خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ
    Amanah
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
    Adil
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
    Tercela
    hasud atau dengki
    أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُمِنْ فَضْلِ
    Ghadad
    وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤)
    kikir:
    وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰى
    Riya
    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
    3. Kewajiban kpd orang tua nya adalah :
    -memuliakan orang tua
    – selalu menuruti perintahnya
    – jika kedua orang tua sudah tidak ada maka tugas anak adalah selalu mendoakan nya
    -memberikan yg terbaik
    -menjaga nama baik nya
    Kewajiban kepada gurunya adalah:
    – memuliakan nya
    – menjalankan yg di perintahkan selama masih di jalan allah
    -menghormati nya
    – menjadikan nya contoh
    4. Keeajiban muslim kepada allah adalah :
    A. Beribadah
    B. Percaya kepadanya
    C. Menjahui larangannya
    D. Bersyukur
    E. Tidak mempersekutukan nya
    Kewajiban kepada rasulullah:
    -menjalankan sunnah nya
    – meneladaninya
    -beriman
    – mencintainya
    – mengutamakan nya
    5. Tauhid rububiyah adalah menyakini bahwa allah itu esa
    Tauhid uluhiya adalah mengesakan allah
    Tauhid asma wa sifat adalah mempercayai bahwa allah memiliki nama dam sifat yg baik

  56. Husniyah hazimah amin

    X ipa

    1.) Hadist menurut bahasa : berasal dari bahasa arab yang artinya baru, ucapan, pembicaraan dan cerita.
    hadis menurut istilah: segala tingkah laku nabi muhammad Saw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan

    2.) 1.Al-Qur`an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dan yang membacanya dianggap ibadah; 2. Hadis nabawi ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat; 3. Hadits Qudsi adalah apa-apa yang disandarkan oleh Nabi Saw kepada Allah Ta’ala

    3.) Unsur-Unsur Hadits

    1. Sanad

    Menurut bahasa, sanad berarti sandaran yang dapat dipercayai atau kaki bukit. Sedangkan menurut istilah ahli hadits, sanad berarti jalan yang dapat menghubungkan matan hadits kepada nabi Muhammad SAW. Contoh kata al Bukhari :

    حَدَّثَنَا محمّد بن المثنّى قال، حَدَّثَنَا عبد الوهّاب الثّقفى قال، حَدَّثَنَا ايوب عن ابى قلابة عن انس عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم : ثلاثٌ مَن ْ كُنَّ فيه وجد حلاوة الإيمان ان يكون اللهُ ورسوله احبَّ اليه مِمَّا سواهما وان يحبّ المراءَ لايحبُّهُ الاّ لِلّهِ وان يكره ان يعودَ فى الكفر كما يكرهُ ان يُقْذفَ فى النَّارِ
    (Shahih Bukhari :15)
    2. Matan

    Menurut bahasa, matan berarti punggung jalan atau tanah yang keras dan tinggi. Sedangkan menurut istilah para ahli hadits, matan adalah penghujung sanad, yakni sabda nabi Muhammad SAW yang disebut sesudah habis disebutkan sanad. Atau dengan kata lain, matan adalah “isi hadits itu sendiri”. Contoh :
    حدّثنا مسدّد عن يحي عن عبد الله بن عُمَرَ قال حدّثنى حبيب عبد الرّحمن عن حفص بن عاصم عن ابى هريرة رضي الله عنه عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : مابين بيتى و بين منبرى روضةً عن رياض الجنّةِ و منبرى على الحوضِ (رواه البخارى)
    3. Rawi

    Rawi yaitu orang yang meriwayatkan, menyampaikan atau memindahkan suatu hadits kepada orang lain yang menjadi rangkaian berikutnya, atau orang yang membukukannya dalam suatu kumpulan hadits yang menyebutkan sanadnya.
    4. Rijal al hadits

    Kata rijal (رِجَالٌ) adalah bentuk jamak dari kata (رَجُلٌ) yang berarti tokoh. Jadi rijal al hadits berarti tokoh-tokoh yang meriwayatkan hadits. Disebut juga dengan ruwat al hadits (rawi-rawi hadits).

    4. Hadist Mutawatir
    Hadist mutawatir ditinjau dari perawinya ( penyampai hadist ) adalah hadist yang diriwayatkan oleh banyak perawi baik dari kalangan sahabat ataupun dari kalangan sesudahnya dan bisa dipastikan tidak ada kesepakatan dusta dikalangan ulama.

    Sebagai contoh hadist mutawatir

    Artinya :
    Dari Abu Huroirah ra, Rosululloh SAW bersabda : Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka tempatnya adalah neraka ( HR Bukhari Muslim ).

    2. Hadist Masyhur

    Hadist masyhur yaitu hadist yang diriwayatkan oleh dua orang sahabat atau lebih tapi tidak mencapai derajat mutawatir, namun setelah itu tersebar dan diriwayatkan oleh sekian banyak tabi’in sehingga tidak mungkin ada kesepakatan dusta diantara para ulama.

    Contoh hadist :

    Contoh hadist tersebut yang yang artinya seperti ini “Orang islam adalah orang – orang yang tidak menganggu orang lain dengan lidah dan tangannya. ( HR Bokhari, Muslim, Tirmiji)

    3. Hadist Ahad
    Hadist ahad adalah hadist yang hanya diriwayatkan oleh satu atau dua perawi sehingga tidak mencapai derajat mutawatir ataupun Masyhur. Jika diselami lagi dilihat dari perawinya lebih jauh maka hadist ahad ini di bagi kedalam beberap bagian, yaitu :

    a. Hadist Sahih
    Hadist sahih adalah hadist yang diriwayatkan oleh perawi atau orang yang adil, kuat hafalannya, tajam penelitiannya, sanadnya bersambung kepada Rosululloh, tidak tercela dan tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih terpercaya. Hadist jenis ini dijadikan sebagai sumber hukum dalam beribadah.
    b. Hadist Hasan
    Hadist hasan adalah hadist yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, tetapi kurang kuat hafalannya, sanadnya bersambung, tidak cacat dan tidak bertentangan. Sama seperti hadist sahis hadist inipun menjadi landasan dalam beribadah.

    c. Hadist Da’if
    Hadist da’if adalah hadist yang tidak memenuhi syarat dan kualitas hadis sahih dan hadist hasan. Bisa jadi salah satu perawinya tidak adali, cacat hapalannya, sanadnya terputus.
    Para ulama mengatakan untuk jenis hadist seperti ini tidak bisa digunakan sebagai landasan atau dasar dalam beribadah.

    d. Hadist Maudu
    Hadist maudu adalah hadist yang tidak bersumber dari Rosululloh SAW dengan kata lain hadist jenis ini adalah hadist palsu. Mungkin dikiranya adalah hadist tapi kenyataanya bukan hadist.
    Mungkin hanya syair atau cerita saja.
    Hadist jenis ini tidak bisa dijadikan landasan untuk beribadah. Hadist jenis ini tertolak.

    5.) Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an

    Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Alloh. Kitab Al-Qur’an adalah sebagai penyempurna dari kita-kitab Alloh yang pernah diturunkan sebelumnya.

    Al-Qur’an dan Hadits merupakan sumber pokok ajaran Islam dan merupakan rujukan umat Islam dalam memahami syariat. Pada tahun 1958 salah seorang sarjana barat yang telah mengadakan penelitian dan penyelidikan secara ilmiah tentang Al-Qur’an mengatan bahwa : “Pokok-pokok ajaran Al-Qur’an begitu dinamis serta langgeng abadi, sehingga tidak ada di dunia ini suatu kitab suci yang lebih dari 12 abad lamanya, tetapi murni dalam teksnya”. (Drs. Achmad Syauki, Sulita Bandung, 1985 : 33).

    Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an meliputi tiga fungsi pokok, yaitu :

    1. Menguatkan dan menegaskan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an.

    2. Menguraikan dan merincikan yang global (mujmal), mengkaitkan yang mutlak dan mentakhsiskan yang umum(‘am), Tafsil, Takyid, dan Takhsis berfungsi menjelaskan apa yang dikehendaki Al-Qur’an. Rasululloh mempunyai tugas menjelaskan Al-Qur’an sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. An-Nahl ayat 44:

    “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”(QS. An-Nahl : 44

    3. Menetapkan dan mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hukum yang terjadi adalah merupakan produk Hadits/Sunnah yang tidak ditunjukan oleh Al-Qur’an. Contohnya seperti larangan memadu perempuan dengan bibinya dari pihak ibu, haram memakan burung yang berkuku tajam, haram memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.

    6.) Hadits Dari Segi Kualitas
    Ditinjau dari segi kualitas sanad dan matan-nya, atau berdasarkan kepada kuat dan lemahnya, hadits terbagi menjadi 2 golongan, yaitu: hadits maqbul & hadits mardud.
    Yang dimaksud dengan hadits maqbul adalah hadits yang memenuhi syarat untuk diterima sebagai dalil dalam perumusan hukum atau untuk beramal dengannya. Hadits maqbul ini terdiri dari hadits hahih dan hadits hasan. Sedangkan yang dimaksud dengan hadits mardud adalah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat qabul, dan hadits mardud dinamai juga dengan hadits dha’if.

    1. Hadits Sahih

    Kata “Sahih” menurut bahasa berarti: sehat, selamat, sah dan sempurna. Ulama biasa menyebut kata sahih sebagai lawan dari kata “saqim” yang bermakna sakit. Makna hadits shahih secara bahasa adalah hadis yang sehat, selamat, benar, sah, sempurna dan yang tidak sakit. Sedangkan menurut istilah yaitu “ Hadis yang dinukilkan (diriwayatkan) oleh rawi yang adil, sempurna ingatannya, bersambung sanadnya, tidak ber’illat (cacat), dan tidak syadz (janggal).” Demikian pengertian hadis shahih menurut pendapat muhadditsin.

    Syarat-syarat hadits sahih :
    · Bersambung sanadnya
    · Perawinya adil
    · Perawinya dhabith
    · Tanpa syadz (janggal)
    · Tanpa ‘illat (cacat)

    Hadits sahih terbagi dalam dua macam :
    · Hadits li dzatihi adalah hadis yang didalamnya telah terpenuhi syarat-syarat hadis maqbul atau yang memenuhi syarat-syarat diatas secara sempurna.
    · Hadis sahih li ghairihi adalah hadis yang keshahihannya dibantu oleh adanya hadis lain. Pada mulanya hadis ini memiliki kelemahan berupa periwayatan yang kurang dhabith, sehingga dinilai tidak memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai hadis sahih. Tetapi setelah diketahui ada hadis lain dengan kandungan matan yang sama dengan kualitas sahih maka hadis tersebut naik menjadi hadis sahih.

    2. Hadits Hasan
    Hadits hasan adalah hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, kurang kuat hafalannya, bersambung sanadnya, tidak mengandung ‘illat (cacat), dan tidak mengandung kejanggalan (syadz).
    Hadits hasan terbagi dalam dua macam :
    · Hadits hasan li dzatihi, adalah hadis yang memenuhi lima unsur persyaratan hadis sahih, tetapi salah satu rawi kurang kuat hafalannya.
    · Hadits hasan li ghairihi, adalah hadis dha’if yang didukung oleh hadis lain yang sahih dengan matan yang sama, sehingga naik menjadi hadis hasan li ghairihi.

    3. Hadits Dha’if
    Hadis dha’if adlah hadis yang di dalamnya tidak terdapat syarat-syarat hadis shahih dan syarat-syarat hadis hasan.

    Hadits Dari Segi Kuantitas

    1. Hadits Mutawatir
    Secara bahasa, mutawatir adalah isim fa’il dari at-tawatur yang artinya berurutan. Sedangkan mutawatir menurut istilah adalah “apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad”. Atau : “hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengarannya dan semacamnya”.
    Hadits mutawatir terbagi menjadi dua bagian, yaitu Mutawatir Lafdhy dan Mutawatir Ma’nawi.

    2. Hadits Ahad
    Ahad menurut bahasa mempunyai arti satu. Dan khabarul-wahid adalah khabar yang diriwayatkan oleh satu orang. Sedangkan hadits ahad menurut istilah adalah hadits yang belum memenuhi syarat-syarat mutawatir. Hadits ahad terbagi menjadi 3 macam, yaitu: Masyhur, ‘Aziz, dan Gharib :

    · Masyhur : Masyhur (المشهور) adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga rawi disetiap tingkatan, tapi belum sampai pada derajat mutawatir.Contohnya perkataan Nabi Muhammad SAW.

    المسام من سلم المسلمون من لسانه و يده

    “Muslim sejati adalah muslim yang saudaranya terbebas dari gangguan lisan dan tangannya.”

    · ‘Aziz : ‘Aziz (العزيز) adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua rowi saja dimasing-masing tingkatan. Contohnya perkataaan Nabi Muhammad SAW.

    لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و الناس أجمعين

    “Tidak sempurna iman kalian hingga Aku lebih dia cintai dari orang tua, anaknya bahkan manusia seluruhnya.”

    · Ghorib : Ghorib (الغريب) adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang saja. Contohnya perkataan Nabi Muhammad SAW.

    إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

    “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu hanyalah dinilai bila disertai dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh sesuai apa yang diniatkannya” (HR. Bukhori dan Muslim)

    7.)Hukumnya sunnah di karenakan adanya wabah virus jadi tidak apa apa bila mengatur jarak sosial distancing
    سووا صفوفكم، فإن تسوية الصفوف من إقامة الصلاة

    “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaf itu termasuk ke dalam tegaknya sholat.” (HR Bukhari, no. 690).

  57. AL-QUR’AN DAN HADITS
    NUR WAHYU DIYANTI
    XI IPA

    1. Kebaikan keluarga akan berpengaruh kepada kebaikan masyarakat, dan kebaikan masyarakat akan berpengaruh kepada kebaikan negara. Oleh karena itulah agama Islam banyak memberikan perhatian masalah perbaikan keluarga. Di antara perhatian Islam adalah bahwa seorang laki-laki, yang merupakan kepala rumah tangga, harus menjaga diri dan keluarganya dari segala perkara yang akan menghantarkan menuju neraka. Marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

    2. Allah menciptakan jin dengan tujuan yang sama seperti Allah menciptakan manusia. Allah berfirman,

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat: 56).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa jin itu diperintah dan dilarang. Jin yang mentaati Allah, itulah yang Allah ridhai dan akan dimasukkan dalam surga. Sedangkan yang menentang dan bermaksiat pada-Nya, maka akan disiksa di neraka. Banyak dalil yang menjelaskan seperti ini.

    Dalam ayat berikut dijelaskan bahwa jin juga akan menjalankan syari’at Allah dan ada pemberi peringatan di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

    يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

    “Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al An’am: 130).

    3. Perasaan malas dalam beribadah tersebut bisa ditimbulkan karena banyak faktor. Bisa karena diri sendiri ataupun orang lain. Penyebab pertama seseorang malas dalam beribadah ternyata adalah karena orang tersebut bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Terkhusus dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia. Padahal dosa kecil tersebut adalah salah satu sebab lesu, malas dan meremehkan ibadah dan ketaatan. Melupakan kematian adalah salah satu penyebab seseorang malas melakukan ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian agar lebih rajin dalam beribadah.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – .4 صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]

    5. •Pertama:  Golongan yang menzalimi diri sendiri, meninggalkan sebagian yang wajib dan meninggalkan sebagian yang haram.

    Kedua:  Golongan yang menghentikan agama dan sekali-sekali meninggalkannya.

    Ketiga:  Golongan yang mengizinkan Allah mendahului orang lain dalam segala macam kebajikan, menunaikan semuanya, semuanya yang sunnat, serta menyerahkan segala yang haram, segala yang makhruh, serta sebagian yang mubah.

    6. Di tengah wabah corona COVID-19, salat Jumat di masjid bagi laki-laki tidak lagi wajib dilakukan, dan sebaiknya diganti dengan salat Zuhur di rumah.

    Wabah penyakit seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Bedanya, dahulu wabah yang menular adalah penyakit lepra.

    Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. Al-Bukhari)

    Untuk larangan mendekati masjid, beliau juga menyatakan bahwa orang yang terkena penyakit tidak boleh bergaul dengan orang sehat. Hal ini berisiko menyebabkan penularan, yang malah akan memperparah penyebaran wabah.

    “Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat” (HR. Al-Bukhari).

    7. Dalam masalah ini ada 2 (dua) pendapat.

    Pertama, pendapat jumhur ulama, bahwa meluruskan dan merapatkan shaf itu hukumnya sunnah (mandûb), tidak wajib.

    Inilah pendapat jumhur ulama, di antaranya pendapat empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi (Az Zaila’i, Tabyîn Al Haqâ`iq, 1/136), mazhab Maliki (An Nafrâwi, Al Fawâkih Ad Dâwanî, 1/527), mazhab Syafi’i (An Nawawî, Al Majmû’, 4/301), dan mazhab Hanbali (Al Mardâwî, Al Inshâf, 2/30).

    Kedua, pendapat sebagian ulama, bahwa meluruskan dan merapatkan shaf itu hukumnya wajib. Para ulama yang berpendapat seperti ini antara lain Imam Ibnu Hazm (Al Muhalla, 2/375), Imam Ibnu Taimiyyah (Al Fatâwâ Al Kubrâ, 5/331), Imam Ibnu Hajar Al Asqalânî (Fathul Bârî, 2/207), Imam Badruddin Al ‘Ainî (‘Umdatul Qârî Syarah Al Bukhârî, 5/255), dan Imam Ash Shan’ânî (Subulus Salâm, 2/29).

    Pendapat kedua inilah yang kemudian difatwakan oleh Syekh Ibnu ‘Utsaimin (Syarah Al Mumti’, 3/10) dan Lajnah Dâ`imah dari Arab Saudi (Fatâwâ Al Lajnah Al Dâ`imah, Al Majmû’ah Al Tsâniah, 6/324).

    Ulama yang mewajibkan meluruskan dan merapatkan shaf tersebut antara lain berhujjah dengan hadis dari Anas bin Malik RA dalam Shahîh Bukhâri bahwa Rasulullah SAW bersabda :

    سووا صفوفكم، فإن تسوية الصفوف من إقامة الصلاة

    “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaf itu termasuk ke dalam tegaknya sholat.” (HR Bukhari, no. 690).

    Imam Ibnu Hazm mengomentari hadis tersebut dengan berkata :

    تسوية الصف إذا كان من إقامة الصلاة فهو فرض، لأن إقامة الصلاة فرض، وما كان من الفرض فهو فرض

    “Lurusnya shaf jika termasuk dalam tegaknya sholat, maka hukumnya fardhu (wajib). Karena tegaknya sholat itu fardhu, dan apa saja yang merupakan bagian dari suatu kefardhuan, maka hukumnya juga fardhu.” (Ibnu Hazm, Al Muhalla, 2/375).

  58. Reski karim
    XI IPS

    1. Kebaikan keluarga akan berpengaruh kepada kebaikan masyarakat, dan kebaikan masyarakat akan berpengaruh kepada kebaikan negara. Oleh karena itulah agama Islam banyak memberikan perhatian masalah perbaikan keluarga. Di antara perhatian Islam adalah bahwa seorang laki-laki, yang merupakan kepala rumah tangga, harus menjaga diri dan keluarganya dari segala perkara yang akan menghantarkan menuju neraka. Marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

    2. Allah menciptakan jin dengan tujuan yang sama seperti Allah menciptakan manusia. Allah berfirman,

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat: 56).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa jin itu diperintah dan dilarang. Jin yang mentaati Allah, itulah yang Allah ridhai dan akan dimasukkan dalam surga. Sedangkan yang menentang dan bermaksiat pada-Nya, maka akan disiksa di neraka. Banyak dalil yang menjelaskan seperti ini.

    Dalam ayat berikut dijelaskan bahwa jin juga akan menjalankan syari’at Allah dan ada pemberi peringatan di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

    يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

    “Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al An’am: 130).

    3. Perasaan malas dalam beribadah tersebut bisa ditimbulkan karena banyak faktor. Bisa karena diri sendiri ataupun orang lain. Penyebab pertama seseorang malas dalam beribadah ternyata adalah karena orang tersebut bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Terkhusus dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia. Padahal dosa kecil tersebut adalah salah satu sebab lesu, malas dan meremehkan ibadah dan ketaatan. Melupakan kematian adalah salah satu penyebab seseorang malas melakukan ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian agar lebih rajin dalam beribadah.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – .4 صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162].

    5. •Pertama: Golongan yang menzalimi diri sendiri, meninggalkan sebagian yang wajib dan meninggalkan sebagian yang haram.

    Kedua: Golongan yang menghentikan agama dan sekali-sekali meninggalkannya.

    Ketiga: Golongan yang mengizinkan Allah mendahului orang lain dalam segala macam kebajikan, menunaikan semuanya, semuanya yang sunnat, serta menyerahkan segala yang haram, segala yang makhruh, serta sebagian yang mubah.

    6. Di tengah wabah corona COVID-19, salat Jumat di masjid bagi laki-laki tidak lagi wajib dilakukan, dan sebaiknya diganti dengan salat Zuhur di rumah.

    Wabah penyakit seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Bedanya, dahulu wabah yang menular adalah penyakit lepra.

    Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. Al-Bukhari)

    Untuk larangan mendekati masjid, beliau juga menyatakan bahwa orang yang terkena penyakit tidak boleh bergaul dengan orang sehat. Hal ini berisiko menyebabkan penularan, yang malah akan memperparah penyebaran wabah.

    “Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat” (HR. Al-Bukhari).

    7. Dalam masalah ini ada 2 (dua) pendapat.

    Pertama, pendapat jumhur ulama, bahwa meluruskan dan merapatkan shaf itu hukumnya sunnah (mandûb), tidak wajib.

    Inilah pendapat jumhur ulama, di antaranya pendapat empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi (Az Zaila’i, Tabyîn Al Haqâ`iq, 1/136), mazhab Maliki (An Nafrâwi, Al Fawâkih Ad Dâwanî, 1/527), mazhab Syafi’i (An Nawawî, Al Majmû’, 4/301), dan mazhab Hanbali (Al Mardâwî, Al Inshâf, 2/30).

    Kedua, pendapat sebagian ulama, bahwa meluruskan dan merapatkan shaf itu hukumnya wajib. Para ulama yang berpendapat seperti ini antara lain Imam Ibnu Hazm (Al Muhalla, 2/375), Imam Ibnu Taimiyyah (Al Fatâwâ Al Kubrâ, 5/331), Imam Ibnu Hajar Al Asqalânî (Fathul Bârî, 2/207), Imam Badruddin Al ‘Ainî (‘Umdatul Qârî Syarah Al Bukhârî, 5/255), dan Imam Ash Shan’ânî (Subulus Salâm, 2/29).

    Pendapat kedua inilah yang kemudian difatwakan oleh Syekh Ibnu ‘Utsaimin (Syarah Al Mumti’, 3/10) dan Lajnah Dâ`imah dari Arab Saudi (Fatâwâ Al Lajnah Al Dâ`imah, Al Majmû’ah Al Tsâniah, 6/324).

    Ulama yang mewajibkan meluruskan dan merapatkan shaf tersebut antara lain berhujjah dengan hadis dari Anas bin Malik RA dalam Shahîh Bukhâri bahwa Rasulullah SAW bersabda :

    سووا صفوفكم، فإن تسوية الصفوف من إقامة الصلاة

    “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaf itu termasuk ke dalam tegaknya sholat.” (HR Bukhari, no. 690).

    Imam Ibnu Hazm mengomentari hadis tersebut dengan berkata :

    تسوية الصف إذا كان من إقامة الصلاة فهو فرض، لأن إقامة الصلاة فرض، وما كان من الفرض فهو فرض

    “Lurusnya shaf jika termasuk dalam tegaknya sholat, maka hukumnya fardhu (wajib). Karena tegaknya sholat itu fardhu, dan apa saja yang merupakan bagian dari suatu kefardhuan, maka hukumnya juga fardhu.” (Ibnu Hazm, Al Muhalla, 2/375).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT