Oleh: A Luthfi A. Mutty
PALONTARAQ.ID – Lebih dari dua dekade yang lalu, seorang futurolog terkenal, John Naisbitt meramalkan bahwa di abad 21 pariwisata akan menjadi globalization of the worlds largest industry, yang akan berdampak pada berbagai sektor.
Bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial budaya, politik, dan lain-lain. Ketika itu Naisbitt memprediksi bahwa hingga 2010 investasi di sektor pariwisata akan menelan 10,7% dari total investasi dunia. Implikasinya adalah 204 juta tenaga kerja akan tersedot di sektor pariwisata.

Dengan perkiraan, 1 dari 9 orang akan bekerja disektor pariwisata. Sarana transportasi yang maju pesat yang memungkinkan seseorang bepergian ke mana saja, telekomunikasi yang kian berkembang, dan penghasilan masyarat yang makin meningkat, maka diperkirakan 60% dari penghasilan itu akan digunakan untuk berwisata.
Sayangnya peluang ini belum ditangkap Indonesia dengan baik. Pariwisata belum menjadi lokomotif ekonomi. Di bandingkan dengan Negara-negara tetangga, kita jauh tertingal. Tahun 2015 misalnya, turis asing yang berkunung ke Indonesia hanya 10 jt orang. Dalam waktu yg sama, Singapura (15 juta) dan Malaysia 27 juta.
Menyadari hal itu maka pemerintah menugaskan PT. Pelindo untuk mempersiapkan pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata maritim. Penugasan itu didanai melaui PEN dan termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Untuk itu maka Pelindo akan membangun infrastruktur Pelabuhan Benoa dan berbagai sarana pendukungnya agar benar-benar dapat menjadi Hub. Melalui BMTH (Bali Maritime Tourisme Hub), Pelabuhan Benoa akan dijadikan hub bagi kapal-kapal pesiar, marina dan yacht.

Kenapa Bali? Karena harus diakui bahwa Bali merupakan ikon dan destinasi utama pariwisata kita. Dengan menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai Hub maka diharapkan para wisatawan asing maupun domestik yang ingin berwisata dgn kapal pesiar tidak harus ke Singapore atau Thailand. Mereka dapat melakukannya dari Bali. Naik dan turun di Pelabuhan Benoa.
Untuk melihat kemajuan penugasan dari negara itu, hari ini Komisaris Pelindo dalam kapasitas sebagai pengawas, berkunjung ke Pelabuhan Benoa. Ingin memastikan bahwa PSN itu berjalan sesuai rencana dan harapan. (*)


