BerandaSosial BudayaSeni PertunjukanMengenal Tari 4 Etnis di Sulawesi Selatan

Mengenal Tari 4 Etnis di Sulawesi Selatan

Oleh: M. Farid W Makkulau *)

PALONTARAQ.ID – Provinsi Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang dihuni empat etnis (Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja) dengan latar belakang budaya dan seni tradisi yang kompleks. Di kekinian, identitas 4 etnis ini dipopulerkan lewat tari kreasi, meski etnis Mandar sudah memisahkan diri dari segi administatif pemerintahan, dalam wilayah provinsi Sulawesi Barat.

Tak banyak yang menelusuri bagaimana asal-usul Tari Empat Etnis Sulawesi Selatan ini muncul dan akhirnya populer, bukan hanya pada acara bertajuk budaya, bahkan digemari dipentaskan pada pertunjukan seni di sekolah dan kampus.

Tari Empat Etnis ini memadukan Tari Pakarena dari etnik Makassar, Tari Pajoge’ dari etnik Bugis, Tari Pa’tuddu dari Mandar dan Tari Pa’gellu dari Toraja. Uniknya karena dalam tarian ini kombinasi tari empat etnis menyatu dalam irama pakanjara atau gendang dengan ketukan bertalu-talu khas makassar, Tari Pagellu dari Toraja, Tari Mandar, Tari Pattennung, dan Tari Pattuddu.

Dalam kombinasi gerakan yang tercipta, tetap nampak kekhasan masing-masing tari dari empat etnis, begitu pula maknanya. Seperti gerakan memutar seperti jarum jam dari tari Pakarena yang melambangkan siklus kehidupan manusia. Semua unsur tersebut diramu menjadi gerak berkonstruksi dan selaras dengan penguatan yang menjadi simbol budaya masing-masing.

Tari empat etnis cukup aktraktif, dengan kostum berupa pakaian tradisonal dan musik tradisi yang khas dari keempat etnis. Setiap berganti tarian, musik pun berganti menyesuaikan ciri khas etnik masing-masing. Perpaduan antara perbedaan dapat menciptakan keindahan semoga dapat menginspirasi hidup dalam pluralisme masyarakat.

Penari idealnya terdiri dari 4 orang, sehingga terlihat jelas penampilan kekhasan dari empat tarian etnis. Ciri lainnya adalah kipas yang digunakan oleh setiap penari sebagai properti.

Lihat pula: Santriwati Putri IMMIM Tampilkan Tari 4 Etnis di Sulsel

Penari pertama membawakan Tari Pakarena, menampilkan gambaran penghuni kehidupan dunia atas (khayangan) mengajari penduduk bumi bagaimana cara menjaga anak, memintal benang, bersahabat, dan menjalin kehidupan sosial. Gerakan memutar seperti jarum jam dalam tarian ini melambangkan siklus kehidupan manusia di bumi.

Gendang ditabuh bertalu-talu. Sembari para “pagandrang” mencipta bebunyian ritmis, empat orang penari berlenggak-lenggok gemulai mensinergikan gerakan satu sama lain, meski masing-masing penari mewakili pakem tarian yang berbeda. Pakem Pakarena dari Makassar, Pajogeq dari Bugis Bone, Pattuddu dari Mandar, serta Pagellu dari Toraja.

Untuk Pakem Tari Bugis, gerakan jari tangan penari disebut makingking, yaitu jari tengah bertemu dengan jempol. Baju yang digunakan adalah baju bodo, sarung sutra makingking, serta perhiasan bando, anting, gelang dan kalung. Mandar.

Pada Tarian Mandar, jari tangan berbeda dengan Bugis – Makassar, yakni jempol bertemu dengan jari telunjuk. Dan untuk Toraja, memiliki ciri khas tarian adalah gerakan patahan pada pergelangan tangan. Penari Toraja menggunakan baju serta sarung khas tanah toraja, kandore, gelang, kalung tabung, serta hiasan kepala sa’pi.

Menilik sejarah Tari 4 etnis, tidak bisa dilepaskan dari sosok Ida Yoesoef yang dianggap sebagai penggagas tari 4 etnis sejak Tahun 1975 melalui Yayasan Anging Mammiri (YAMA). Dengan kekuatan gerakan yang dibawakan para penari, tari 4 etnis ini pun semakin berkembang dan maju, karena tak pernah lepas dari promosi pada setiap ajang pariwisata dan kegiatan budaya. (*)

 

(* M. Farid W Makkulau, Pemerhati Sejarah dan Budaya Tradisional di Sulawesi Selatan/Penulis Buku “Seni Tradisional di Pangkep” dan Konsultan Penyusunan Pokok-Pokok Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT