Laporan: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Seiring dengan semakin tingginya mobilitas penulis, maka beberapa bulan lalu diputuskan untuk membeli sebuah mobil bekas, dan pilihan jatuh pada Kijang Kapsul SX. Tentu saja pilihan ini menyesuaikan dengan budget yang ada. Selain itu ada juga tuntutan ke depannya untuk kebutuhan traveling dan peliputan dalam wilayah Sulsel.
Kijang SX merupakan mobil kijang Kapsul MPV yang cukup populer sebelum adanya MPV seperti saat ini. Mobil generasi keempat Toyota Kijang ini ternyata masih banyak pecintanya, khususnya untuk kebutuhan mobil harian kerja. Kijang kapsul ini seperti tak lekang oleh waktu bagi sebagian orang, tampilannya cukup menarik dan tak lagi ngotak seperti generasi Kijang sebelumnya.

Kijang SX yang menjadi pilihan penulis adalah Kijang Kapsul produksi Tahun 2002 dengan bermesin bensin. Dengan harga yang terjangkau, kijang kapsul memang menjadi opsi bagi pencari mobil bekas seharga puluhan juta rupiah, namun masih bisa dimodifikasi sesuai dengan selera. Kijang kapsul bermesin bensin memakai mesin berkode 7K yang sama seperti generasi Kijang sebelumnya berkapasitas 1.800 cc dan 4 silinder.
Satu hal tentunya yang harus disadari bahwa Kijang kapsul perlu perawatan ekstra. Kondisi mobil setua Kijang kapsul pastinya relatif lebih rewel ketimbang mobil bekas lain dari model yang relatif berusia muda. Sepanjang pengetahuan penulis, Toyota Kijang Kapsul punya beberapa varian, mulai dari SGX, LGX, LX, SX, SSX, Krista sampai Pikap.

Untuk mobil bekas, mengapa menjatuhkan pilihan pada Kijang kapsul? Mobil ini meski sudah memasuki kepala dua, tapi untuk merawatnya juga terbilang mudah, juga harga jual kembali cenderung stabil, bahkan di beberapa daerah bisa dibilang punya harga tinggi. Selain itu, harga suku cadang dan ketersediaan spare part mobil ini juga cukup melimpah. Kijang kapsul juga dapat diandalkan di berbagai medan, suspensinya cenderung empuk, dan cukup nyaman sebagai mobil harian.
Mayoritas pengguna Kijang Kapsul beranggapan jika mobil ini tangguh. Meski begitu, Kijang Kapsul menyimpan beberapa kekurangan. Selain konsumsi bahan bakar boros, mesin Kijang Kapsul cenderung meraung-raung. Atau ini tergantung pengemudinya ya? Suara mesin terkadang masuk ke dalam kabin dan karet bodi yang sudah mulai getas atau bahkan mengelupas.
Hal lain yang terkadang menjadi permasalahan adalah minimnya fitur. Kijang Kapsul bisa dibilang tak punya fitur ‘wah’ untuk dibanggakan. Interiornya terkesan standar. Jika ingin lebih kaya fitur, harus melakukan modifikasi. Misalnya mengganti head unit layar sentuh dan bluetooth. Atau mengganti pelek agar tampilannya semakin oke. Atau melakukan pengecatan pada bodi dan mengganti lapisan jok.
Sebagai informasi bagi peminat Mobil tua, Berdasarkan laman Otosia, Kijang LX lansiran 1997-2003 dibanderol dengan kisaran harga sekitar Rp 55-75 juta. Apapun itu, mobil apapun yang kita pakai, jadikan gaya sebagai urusan nomor kesekian. Yang paling penting adalah fungsi dan kebermanfaatannya, tentang bagaimana mengatur mobilitas dengan Kijang Kapsul yang sederhana namun tetap elegan. (*)


