BerandaBeritaLiputan KhususMerenda Persahabatan di Pulau Gondong Bali

Merenda Persahabatan di Pulau Gondong Bali

Laporan: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Nurlina, Pejuang Nelayan Perempuan dari Pangkep

PALONTARAQ.ID, PANGKEP – Cukup lama tak ke pulau, terakhir Tahun 2018 masih sempat berkeliling Pulau Salemo, Sabutung, Satando, Sakuala, Pala, Sabangko, dan Camba-Cambang dalam rangka melengkapi data penulisan buku. Itulah sebabnya ketika ditawari ke Pulau oleh teman-teman jurnalis dan Kepala Desa Mattiro Matae, langsung penulis iyakan.

Lagi pula, tak banyak perjalanan wisata yang penulis lakukan selama Pandemi Covid-19 sehingga merasa butuh sedikit berlibur, walaupun sebenarnya yang namanya penulis tidak benar-benar bisa berlibur. Ya, karena membuat catatan perjalanan adalah juga bagian dari pekerjaannya.

Dermaga Sungai Pangkajene. (foto: ettaadil/palontaraq)
Dermaga Sungai Pangkajene. (foto: ettaadil/palontaraq)

Perjalanan ke Pulau? Ya, Pangkep yang sebenarnya adalah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kata “Kepulauan” disini merujuk kepada bagian wilayah kabupaten ini yang melingkupi 114 pulau-pulau kecil di sebelah barat daratan Sulawesi, yang terbagi dalam 4 wilayah kecamatan, yaitu Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya.

Tepat Pukul 08.00 WITA, penulis dan beberapa penumpang kapal “Aulia Purnama” telah merapat di Pelabuhan Sungai Pangkajene. Seraya menunggu penumpang lain, saya dan beberapa kawan menyempatkan ngopi, mengecek status media sosial, membenahi barang bawaan dan kamera di Warkop Sahabat dekat Pelabuhan Sungai-Pasar Pangkajene.

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)
Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)
Tampak Atas Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)

Pulau tujuan kami adalah Gondong Bali dan untuk mencapainya butuh waktu pelayaran sekitar 3 jam lebih. Perjalanan menuju pulau itu penulis rasakan berat. Bukan hanya karena ombak besar dan angin kencang, tapi juga karena di kapal tak tersedia fasilitas kamar kecil. Jadinya harus menahan BAB dan kencing selama dalam pelayaran.

Pulau Gondong Bali masuk dalam gugusan kepulauan Spermonde, terdapat diantara Pulau Tambakulu dan Pulau Pamanggangan dengan luas daratan mencapai 1,5 km2. Ketiganya merupakan pulau yang masuk dalam wilayah administratif Mattiro MataE, Liukang Tupabbiring dengan Pulau Gondong Bali sebagai Pusat Pemerintahan Desa Mattiro Matae.

Proses Pembuatan Kapal Fiber di sisi timur Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Proses Pembuatan Kapal Fiber di sisi timur Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Kapal Fiber yang dipakai warga pulau dalam melaut mencari ikan. (foto: hasbitube/palontaraq)
Kapal Fiber yang dipakai warga pulau dalam melaut mencari ikan. (foto: hasbitube/palontaraq)

Secara bahasa, kata “mattiro” (Bahasa Makassar) merupakan bentuk kata kerja (verba) dan dari kata dasar tiro yang memiliki makna lihat/pandang. Kata mattiro yang telah dibubuhkan prefiks ma- dan fon t mengalami geminasi sehingga maknanya menjadi melihat, memandang, atau menuju. Jadi, Mattiro Matae, bisa dimaknai sebagai Pulau yang ketika melihatnya dapat menyejukkan mata atau pandangan karena keindahannya.

Lalu, bagaimana dengan arti dari nama Pulau Gondong Bali? Menurut Kepala Desa Mattiro MataE, Rizal Idris, S.Pd.I, Penyebutan nama pulau “Gondong Bali” sebenarnya mengacu pada kata “Kondow” yang dalam Bahasa Makassar berarti burung bangau. Kata Kondow inilah yang lama kelamaan lebih senang disebut “Gondong”, menyesuaikan dengan lidah orang pulau dalam pelafalannya, sedangkan kata “Bali” bermakna pasangan. Asal usul penyebutan ini adalah sering ditemukannya burung bangau berpasang-pasangan berada di tepi pantai pulau itu.

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Pantai dan Kapal-kapal milik warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Pulau Gondong Bali memiliki pantai pasir putih dan landai. Keindahan pantainya memberikan efek gradasi warna yang memukau membuat penulis mengabadikannya tatkala senja hendak berpamitan nun jauh diperaduannya. Keindahan yang sama pernah penulis saksikan kala menginjakkan kaki di Pulau Pamanggangan beberapa tahun lalu.

Deretan perahu nelayan di sepanjang pantai dan perahu besar yang bersandar di Dermaga Gondong Bali memberikan pemandangan yang tak kalah indahnya dari udara. Seorang teman yang youtuber mengabadikannya dengan kamera dronenya. tampak indah sekali.

Pulau Gondong Bali tampak atas. (foto: hasbitube/palontaraq)

Dari udara tampak atap seng rumah-rumah nelayan yang umumnya rumah panggung khas suku Bugis-Makassar. Beberapa diantaranya tampak rumah semi permanen menandakan kesejahteraan yang terus meningkat dari warga pulau itu. Sementara itu, di sepanjang pantainya mengapung kendaraan hidup bernilai miliaran milik warga Gondong Bali. Kapal yang mereka miliki berharga sekitar 50 juta hingga 300 jutaan.

Pulau Gondongbali, sebagaimana halnya Pulau Pandangan dan pulau lainnya di gugusan kepulauan spermonde, memiliki potensi wisata bahari yang menjanjikan. Kenikmatan sisi lain yang penulis rasakan adalah kehangatan penyambutan dan tersambungnya silaturrahim.

Orang pulau paling senang jika ada yang datang berkunjung ke pulaunya, itulah sebabnya mereka berusaha menyajikan yang terbaik dari hasil melautnya: ikan bakar, cumi, lobster, kerang-kerangan, dan lain sebagainya. Mereka meyakini bahwa rezeki tak hanya ada di laut, tapi juga dari tersambungnya silaturrahim.

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)
Pemandangan Tepi Pantai Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)
Tampak Atas sisi utara Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)
Pemandangan sisi timur Pulau Gondong Bali. (foto: hasbitube/palontaraq)

Tak sulit untuk akrab dengan mereka. Karena pada dasarnya orang pulau sendiri senang meluaskan kekerabatan, dan anak mudanya senang bersahabat dan mudah akrab, apalagi jika sudah satu hobi, semisal main bulutangkis bersama, bermain kartu remi, atau game online scatter yang sekarang ini banyak digemari. Tak jarang mereka mengajak para tamu untuk ikut melaut, sekadar memperlihatkan bagaimana asyiknya melaut dan menangkap beragam jenis ikan pada malam hari.

Orang Pulau tidak main hitung-hitungan sebagaimana halnya banyak masyarakat di daratan berbuat demikian, paling tidak itu terlihat nyata di Pulau Gondong Bali, bahkan telah menjadi sikap sosial. Tak heran karena hal itu sudah menjadi karakter sosial dan sikap tangguh dalam mengarungi kehidupan. Motto mereka, “Kontu Tojeng Kualle Guling”, bermakna Kejujuran merupakan penentu untuk mencapai keberhasilan.

Pemandangan sisi barat Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Pemandangan sisi barat Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Rumah Penduduk warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Rumah-rumah warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Rumah-rumah warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Rumah-rumah warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Pulau Gondong Bali memiliki infrastruktur yang cukup memadai. Kantor Desa, Sekolah, Puskesmas, Lapangan Olahraga, serta Dermaga di kedua sisi (barat dan timur) pulau yang cukup bagus sebagai tempat sandar kapal berukuran kecil hingga sedang.

Tak usah khawatir soal pengunjung yang akan menginap, orang pulau akan segera mengerti dimana harus mengarahkan untuk istirahat dan menginap, seraya mereka menyuguhkan air kelapa muda “kanari” yang dipanjat dan dipetik langsung di pinggir pulau.

Paling asyik yang penulis tak bisa lupakan adalah menikmati masakan asli penduduk setempat. Selain ikan beragam jenis yang bisa dimasak atau dibakar, juga ada masakan cumi, kerang-kerangan yang disebut “jaleko” dimasak sebagai penguat stamina atau dikeluarkan dari cangkangnya dan dinikmati bersama kelapa parut. Bisa pula ditambahkan larutan cuka, wuih itu nikmat sekali, kawan.

Dermaga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Gradasi warna kala senja penyapa warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Pemandangan sisi timur Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Pemandangan sisi timur Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Jika membawa alat pancing, maka silakan memancing sendiri ikan atau cumi di dermaga terdekat, dan hasilnya dimasak oleh penduduk. Penulis bisa menyaksikan langsung kehidupan dan aktivitas sehari-hari para nelayan, beberapa diantaranya membentuk komunitas tersendiri sebagai pengrajin kapal fiber, atau pencari ikan teri di malam hari.

Ada pula yang membuat usaha rumahan seperti membuat makanan fermentasi dari ikan teri atau udang, lazim disebut “Cao” dan kerajinan akar bahar (dibuat gelang atau hiasan rumah) yang seringkali menjadi buah tangan bagi pendatang.

Kerang-kerangan, "Jaleko". (foto: ettaadil/palontaraq)
Kerang-kerangan, “Jaleko”. (foto: ettaadil/palontaraq)

Abon Ikan dan Cao, produksi rumahan warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)
Abon Ikan dan Cao, produksi rumahan warga Pulau Gondong Bali. (foto: ettaadil/palontaraq)

Cumi-cumi masak. (foto: ettaadil/palontaraq)
Cumi-cumi masak. (foto: ettaadil/palontaraq)

Meski hanya 3 hari berada di Pulau Gondong Bali, tapi penulis merasakan geliat kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Pemerintah Desa dibawah kepemimpinan Kades Rizal Idris, S.Pd.I bersama jajarannya juga berhasil memunculkan inovasi pelayanan berbasis digital desa sehingga memudahkan pendataan penduduk.

Inovasi lainnya, kreasi usaha kecil menengah dengan pelibatan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa untuk membuat Abon Ikan serta Pelibatan warga membangun Posko Operasi sebagai media pelibatan kontribusi dan partisipasi masyarakat desa terhadap segala urusan pelayanan kemasyarakatan di pulau.

Bimtek Pemanfaatan Digital Web Desa untuk Mempermudah Pelayanan Desa. (foto: ettaadil/palontaraq)
Bimtek Pemanfaatan Digital Web Desa untuk Mempermudah Pelayanan Desa. (foto: ettaadil/palontaraq)

Kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Gondong Bali, salah satunya Mendorong UKM Desa memberikan Pelatihan Membuat Abon Ikan. (foto: ettaadil/palontaraq)
Kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Gondong Bali, salah satunya Mendorong UKM Desa memberikan Pelatihan Membuat Abon Ikan. (foto: ettaadil/palontaraq)

Kades Gondong Bali bersama Tokoh-tokoh masyarakatnya di Posko Operasi Desa Aman Covid-19. (foto: ettaadil/palontaraq)
Kades Gondong Bali bersama Tokoh-tokoh masyarakatnya di Posko Operasi Desa Aman Covid-19. (foto: ettaadil/palontaraq)

Selamat buat semuanya, Penulis tak lupa mengucapkan terima kasih atas segala sambutan hangat selama di Pulau Gondong Bali, terkhusus kepada Pakde Rizal dan jajarannya. Tetap semangat merenda persahabatan dan kemajuan di Pulauta’. (*)

 

Etta Adil,

Minasatene, ditulis 8 April 2020.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT