BerandaAl-Qur'anUjian Semester Genap Mapel Al-Quran-Hadits Kelas IX

Ujian Semester Genap Mapel Al-Quran-Hadits Kelas IX

Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i.,M.M.

Petunjuk:
Soal No. 1: Dijawab di kolom komentar postingan.
Soal No. 2: Kirim hasil videonya di email: immimpangkep@gmail.com atau ke WA/Telegram Guru.

1. Tuliskan dua Hadits tentang Pentingnya Menuntut Ilmu dan dan dua hadits tentang Menghargai Waktu! (Jawab di Kolom Komentar Postingan)

2. Videokan dirimu (memakai kudung/talkun shalat) membaca Ayat-ayat Al-Quran dibawah ini, dengan penerapan Hukum Tajwid/Mad Lazim mukhaffaf kilmi, mad lazim musaqqal kilmi, mad lazim mukhaffaf harfiy, dan mad lazim musaqqal harfiy:
1. Qs. Al-Baqarah: 208
2. Qs. ‘Ali Imran: 1-3
3. Qs. An-Naml: 1-3
4. Qs. Yunus: 51
5. Qs. Maryam: 1-4

Untuk Nomor 2: Lihat Contohnya: DISINI

Selamat Bekerja!

(* Muhammad Farid Wajdi, S.H.i.,M.M., Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep.

Ponpes Modern Putri IMMIM menerima Pendaftaran Santriwati Baru TP.2021/2022.
Ponpes Modern Putri IMMIM menerima Pendaftaran Santriwati Baru TP.2021/2022.

41 KOMENTAR

  1. 1.Berikut ini hadist yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut ilmu: Satu : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ . Terjemahnya adalah Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan
    Dua : مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. Terjemahannya adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu
    Hadist tentang pentingnya menghargai waktu:

    لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْ أَيْ شَيْءٍ أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ كَيْفَ عَمِلَ فِيْهِ

    “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara; Tentang badannya, untuk apa ia gunakan, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syekh Al Albani).
    – نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    2. Membuat vidio! Hafalan di atas

  2. Nama : ariqah trijunisa
    kelas : IX.b

    NOMOR 3 :
    Mengajak orang-orang yang ingin bergabung di pewayangannya dengan syarat sebelum bergabung harus mengucap 2 kalimat syahadat.

  3. 1. – Hadist yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut ilmu; a. مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. Terjemahannya adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu
    b. مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ. Terjemahannya adalah Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang
    – Hadist yang menjelaskan tentang menghargai waktu : a. عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري. Terjemah lengkap Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)
    b. لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْ أَيْ شَيْءٍ أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ كَيْفَ عَمِلَ فِيْهِ

    “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara; Tentang badannya, untuk apa ia gunakan, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syekh Al Albani).
    2. Membuat vidio hafalan!

  4. Nama : Anrika
    Kelas :IX.B

    1. (1) Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu (ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ)

    ﻋَﻦْ ﺍَﻧَﺲِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ ﻓَﺮﻳْﻀَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍِﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪ) ‏

    Artinya:

    Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. Ibn Majah).

    (2)
    ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌَﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺤِﺒًّﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻦْ ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ ﻓَﺘَﻬْﻠِﻚُ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِﻣِﻲ ‏)

    Artinya:

    Rasulullah Saw bersabda: “Jadilah orang yang berilmu (pandai) – atau penuntut ilmu – atau pendengar ilmu – atau pecinta ilmu, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (selain mereka, bodoh), niscaya kamu akan binasa/celaka”. (HR. ad-Darimi)

    (1) Hadits tentang Menghargai Waktu

    :ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﺍِﻏْﺘَﻨِﻢْ ﺧَﻤْﺴًﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺧَﻤْﺲٍ : ﺷَﺒَﺎﺑَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَﺮَﻣِﻚَ – ﻭَﺻِﺤَّﺘَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺳَﻘَﻤِﻚَ – ﻭَﻓَﺮَﺍﻏَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺷُﻐْﻠِﻚَ – ﻭَﻏِﻨَﺎﻙَ ﻗَﺒْﻞَ ﻓَﻘْﺮِﻙَ – ﻭَﺣَﻴَﺎﺗَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻣَﻮْﺗِﻚَ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺤَﺄﻛِﻢِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻘِﻰ ‏)

    Artinya:

    Dari ibn Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Manfaatkanlah lima keadaan/perkara sebelumnya datang lima keadaan/perkara yang lain: MAsa mudamu sebelum datang masa tuamu – masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu – masa luangmu sebelum masa sibukmu – masa kayamu sebelum masa miskinmu – dan masa hidupmu sebelum masa matimu (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi).

    (2) أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

    Artinya :

    “Usia umatku (Muslim) antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit sekali dari mereka yang melewatinya.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

    • 1. Hadits tentang menuntut ilmu
      ﻋَﻦْ ﺍَﻧَﺲِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
      ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ ﻓَﺮﻳْﻀَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍِﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪ) ‏
      ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ : Menuntut ilmu
      ﻓَﺮﻳْﻀَﺔٌ : wajib
      ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ : Bagi setiap muslim
      Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. Ibn Majah)

      ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
      ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌَﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺤِﺒًّﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻦْ ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ ﻓَﺘَﻬْﻠِﻚُ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِﻣِﻲ ‏)
      ﻛُﻦْ : Jadilah
      ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ : Orang yang berilmu
      ﺍَﻭْ : atau
      ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ : orang yg menuntut ilmu
      ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌَﺎ : Pendengar ilmu
      ﻣُﺤِﺒًّﺎ : Pecinta ilmu
      ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻦْ : dan janganlah menjadi
      ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ : yang kelima (tdk pandai)
      ﻓَﺘَﻬْﻠِﻚُ : maka kamu akan binasa
      Rasulullah Saw bersabda: “Jadilah orang yang berilmu (pandai) – atau penuntut ilmu – atau pendengar ilmu – atau pecinta ilmu, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (selain mereka, bodoh), niscaya kamu akan binasa/celaka”. (HR. ad-Darimi)

      2. Hadits tetang menghargai waktu
      ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ :
      ﺍِﻏْﺘَﻨِﻢْ ﺧَﻤْﺴًﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺧَﻤْﺲٍ : ﺷَﺒَﺎﺑَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَﺮَﻣِﻚَ – ﻭَﺻِﺤَّﺘَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺳَﻘَﻤِﻚَ – ﻭَﻓَﺮَﺍﻏَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺷُﻐْﻠِﻚَ – ﻭَﻏِﻨَﺎﻙَ ﻗَﺒْﻞَ ﻓَﻘْﺮِﻙَ – ﻭَﺣَﻴَﺎﺗَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻣَﻮْﺗِﻚَ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺤَﺄﻛِﻢِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻘِﻰ ‏)
      ﺍِﻏْﺘَﻨِﻢْ : manfaatkan/gunakan
      ﺧَﻤْﺴًﺎ / ﺧَﻤْﺲٍ : lima (perkara)
      ﻗَﺒْﻞَ : sebelum
      ﺷَﺒَﺎﺑَﻚَ : masa mudamu
      ﻫَﺮَﻣِﻚَ : masa tuamu
      َﺻِﺤَّﺘَﻚَ : masa sehatmu
      ﺳَﻘَﻤِﻚَ : masa sakitmu
      ﻓَﺮَﺍﻏَﻚَ : masa luangmu
      ﺷُﻐْﻠِﻚَ : masa sibukmu
      ﻭَﻏِﻨَﺎﻙ : masa kayamu
      ﻓَﻘْﺮِﻙَ : masa miskinmu
      ﺣَﻴَﺎﺗَﻚَ : masa hidupmu
      ﻣَﻮْﺗِﻚَ : masa matimu
      Dari ibn Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Manfaatkanlah lima keadaan/perkara sebelumnya datang lima keadaan/perkara yang lain: MAsa mudamu sebelum datang masa tuamu – masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu – masa luangmu sebelum masa sibukmu – masa kayamu sebelum masa miskinmu – dan masa hidupmu sebelum masa matimu (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi).

  5. Nama : ariqah trijunisa
    kelas : IX.b
    Nomor 1 :

    >HADIST TENTANG MENUNTUT ILMU

    1. ) طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
    artinya :
    adalah Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan

    2.) مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ.
    artinya :
    adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu

    >HADIST TENTANG MENGHARGAI WAKTU

    1.) Nabi Muhammad bersabda:

    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    artinya :
    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Abdul Fattah bin Muhammad dalam Qimatuz Zaman ‘Indal ‘Ulama menjelaskan, kata “tertipu” dalam hadis ini bermakna merugi.

    2.) أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

    Artinya :
    “Usia umatku (Muslim) antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit sekali dari mereka yang melewatinya.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

  6. Nama:adinda aliani magfirah
    Kelas:9.a
    2.seni qasidah lahir bersamaan dengan kelahiran islam,untuk pertama kaliya qasidah ditampilkan oleh kaum anshar penolong nabi muhammad saw .dan sahabatnya dari kaum muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (madinah)ke yastrib makkah .pada saat itu beberapa kaum anshar menyambut kedatangan nabi dan mendandangkan lagu lagu pujian diiringi lantuanan musik rebana.
    Ciri khas qasidah
    1.syair masi dalam bahasa arab
    2.sayir di ambil dari kisah para nabi dan sahabat
    3.bisanya berisi pujian pujian atau satire.
    3.agar anak memiliki kata semanis madu
    4.mengajak orang orang yang ingin bergabung di pewayannya dengan syarat mengucap kalimat 2 syahadat
    5.upacara sekaten adalah sebuah upacara ritual di karaton yogyakarta yangdi laksanakan setiap tahun upacara sekaten di selanggarakan untuk memperinggati hari kelahiran mulud nabi muhammad saw.
    6.tradisi menurutbahasa berati adat istiadat,kebiasaan,turun menurun.sedangkan tradisi menurut dari nenek moyang yang masi di jalankan dalam masyarakat.sebelum islam datang ,masyarakat nusantara sudah mengenal berbagai kepeecayaaan hal inilah yang membuat proses dakwah islam pada saat masyarakat,karena sudah mebdarah daging.

  7. Nama:adinda aliani magfirah
    Kelas:9.a
    7.karena adat di anggap lebih mudah melekat dalam msayarakat sehingga bila dakwah akan cepat di terima dan melekat dengan mudah di masyarakat

  8. nama : Nurul Resky
    kelas : 9b

    1.hadits menuntut ilmu
    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

    تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

    Artinya, “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

    hadits tentang menghargai waktu
    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tersier di dalam kelebihan, yaitu nikmat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ “Jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi, dan jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore hari. “

  9. Nama zahrah amaliah
    Kelas IX.B
    JAWABAN NO 1
    *HADIS TENTANG PENTINGNYA MENUNTUT ILMU ;
    1) yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224.
    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

    2) Rasulullah SAW bersabda,

    تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

    Artinya, “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

    *HADIS TENTANG MENGHARGAI WAKTU ;
    1) Rasulullah Saw bersabda
    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري. Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)

    2) Nabi Muhammad bersabda:
    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  10. Pertanyaan Nomor 8
    Nama:St.Fakhrunnisa M.
    Kelas:lx.b
    Jawaban: Sikap mereka menyambut baik ajaran agama ini, lalu secara perlahan memperkenalkannya kepada orang Indonesia. Dan orang Indonesia sendiri begitu baik dalam menyikapi hal ini, banyak juga yang tertarik dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke agama islam karena proses masuk ke agama ini begitu mudah dan ajaran-ajaran yang diberikan begitu sempurna.

  11. pertanyaan nomor 1
    Nama:Naila islami
    kelas:Ix.A
    jawaban:1.Ada 3 tradisi masyarakat suku bugis yaitu :
    a.mabbarasanji
    b.suromaca
    c.mapacci

  12. pertanyaan nomor 2
    Nama: Naila islami
    kelas:Ix.A
    jawaban : seni qasidah lahir bersamaan dengan kelahiran islam.Untuk pertama kalinya ,qasidah ditampilkan oleh kaum ansar(penolong Nabi muhammad saw.dan sahabat sahabatnya dari kaum Muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahiran (makkah)ke yastrib (madinah).Pada saat itu beberapa kaum anshar menyambut kedatangan Nabi dan mendendangkan lagu lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana.Lagu lagu pujian saat itu pun melagenda hingga hari ini sebagai lagu klasik dan masih dapat menikmati hingga sekarang.

  13. nomor 3
    Nama :Naila islami
    Kelas:Ix.A
    jawaban:mengajak orang orang yang ingin bergabung di pewayangannya dengan syarat sebelum bergabung harus mengucap 2 kalimat syahadat.

  14. nomor 4
    Nama:Naila islami
    Kelas :Ix.A
    jawabaan : khusus bayi perempuan ,lidahnya ditetesi madu dengan menggunakan kain.Halit dimaksudkan agar anak tersebut memilliki kata kta semanis madu.

  15. Nama: Nurul azzahra
    Kelas : IX.a
    Jawaban nomor 2= seni qasidah lahir bersamaan dengan kelahiran islam, untuk pertama kalinya , Qasidah di tampilkan oleh kaum Anshar (penolong nabi muhammad SAW dan sahabat sahabatnya) dari kaum muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (makkah) ke yastrib (madinah).
    Ciri khas qasidah adalah diiringi oleh alat musik tradisional ya itu rebana

  16. Nama: Nurul azzahra
    Kelas :IX.a
    Jawaban nomor 3= mengajak orang-orang yang ingin bergabung di pewayangannya dengan syarat sebelum bergabung harus mengucap 2 kalimat syahadat.

  17. Nama:nurul Aini
    Kelas:1X A
    Jawaban:Seni Qasidah lahir bersamaan dengan ke lahiran Islam. Untuk itu pertama kalinya, Qasidah ditampilkan oleh kaum Ansar (Menolong nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam dalam sahabat sahabatnya dari kau Muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya(Mekah)Ke yastsrib (madina)Pada saat itu beberapa kaum Ansar menyambut kedatangan nabi dan mendendangkan lagu lagu pujian di Rini dengan dan Tungan musik Rebana lagu lagu pujian saat itu pun menggandakan hingga saat itu sebagai lagu klasik dan masih dapat dinikmati hingga sekarang. Qasidah tradisional memiliki beberapa ciri, diantaranya A.Syair masih dalam bahasa Arab
    B.Syair diambil dari kisah kisah para nabi dan sahabatnya
    C.Biasanya berisi puji pujian dan satire

  18. nama:adinda aliani magfirah
    Kelas:9.a
    1.hadis tentang menuntut ilimu:
    ظلبلمفريهااليكلمسلمومسلمه
    artinya:mencari ilmu itu wajidbagi setiap muslim laki laki maupun peremuan.(hr.ibnu abdil barr)
    hadis tentang menghargaiwaktu:
    لتذولقرمعبريمالقيهتحتييسللعناربحعنخسرةفيماةوعنعمرهفيمفناملمناينكتبكموفيايشيمانفههوانعلكيفملفيه

  19. قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْبِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَٸِكَةَتَضَعُ اَجْنِحَتَهاَلِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاًبِماَيَطْلُبُ(رواه ابن عبدالبرّ) إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

    TERJEMAH HADITS Rasulullah bersabda: “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.” Hadits tentang menghargai waktu “Gunakan lima perkara sebelum lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu.”

  20. Jawaban No 1!
    Nama:Izzatul Muzakkirah
    Kelas:IX.B
    Jawaban:

    HADIST PENTINGNYA MENUNTUT ILMU:
    1.
    ‎تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ
    artinya:
    “Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya”.

    2.
    ‎تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
    artinya:
    “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

    HADIST MENGHARGAI WAKTU:
    1.
    ‎عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري
    artinya:
    Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang).  Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)

    2.
    ‎عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله ص م: إغتنمْ خمْسًا قبْلَ خَمْس: شَبابَكَ قبْا هَرَمكَ, وَصحتَكَ قبْلَ سقَمكَ, وَفرَاغكَ قبْلَ شُغْلكَ, وَغنَاك قبْلَ فَقْركَ, وَحيَاتَكَ قَبْل مَوْتكَ . روه الحاكم والبيهقي
    artinya:
    Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Manfaatkan lima keadaan sebelum datang lima: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa sempatmu sebelum masa sempitmu, masa kayamu sebelum datangnya fakirmu, dan masa hidupmu sebelum datangnya matimu.” (HR. Al Hakim dan Al Baikhaki)

  21. HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU DAN MENGHARGAI WAKTU قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْبِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَٸِكَةَتَضَعُ اَجْنِحَتَهاَلِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاًبِماَيَطْلُبُ(رواه ابن عبدالبرّ) Hadits tentang menghargai waktu إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

    TERJEMAH HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU DAN MENGHARGAI WAKTU Rasulullah bersabda: “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.” Hadits tentang menghargai waktu “Gunakan lima perkara sebelum lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu.”

    A. HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU Dari hadits diatas dijelaskan bahwa agama Islam mewajibkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu, walaupun harus berkelana meninggalkan kampung halaman, karena ilmu dibutuhkan setiap saat, kunci kebahagiaan dan keberhasilan seseorang adalah dengan ilmu dan sebagai bekal untuk kehidupan manusia demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

    Allah dan Rasul-Nya telah menerangkan keutamaan ilmu, orang berilmu serta orang yang mempelajarinya, adapun keutamaan ilmu, diantaranya: Allah akan mengangkat derajat orang berilmu Ilmu adalah warisan para nabi Allah menginginkan kebaikan bagi seorang yang berilmu Ilmu adalah jalan menuju surga

    Dalam menuntut ilmu tidaklah terbatas pada ilmu yang bersifat duniawi saja, tetapi juga tentang ilmu yang bersifat ukhrawi, karena kunci kebahagiaan dan keberhasilan seseorang adalah dengan ilmu baik di dunia maupun akhirat. Rasulullah bersabda: من ارادالدنيافعليه باالعلم ومن ارادالآخرةفعليه باالعلم ومن ارادهمافعليه باالعلم Artinya: “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia, maka harus dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat, maka harus dengan ilmu dan barang siapa menghendaki keduanya (dunia dan akhirat) maka harus dengan ilmu.” Dalam hadits yang lain Rasulullah juga menjanjikan kepada para penuntut ilmu akan diberikan kemudahan jalan ke surga, sebagaimana sabda beliau: من سلك طريقاًيلتمس فيه علمًاسهّل الله به طريقًاالى الجنة Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut suatu ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

    B. HADITS TENTANG MENGHARGAI WAKTU Lima hal yang bisa diambil dari hadits diatas merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita “mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya”. 1. Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya dan jangan sampai kita sia-siakan. 2. Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu Ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu. Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit.

    3. Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya segera menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sebelum datang pekerjaan yang lain, agar tidak bertumpuk terus dan justru membuat kita semakin malas. 4. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari. 5. Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu Ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik- baiknya dengan tidak menghambur-hamburkan. Dan Jadikan kekayaan kita sebagai faktor pendorong sekaligus pelancar kita dalam beribadah kepada Allah.

    الوقت كالسيف إذالم تقطعه قطعك DALAM HADITS LAIN DISEBUTKAN: الوقت كالسيف إذالم تقطعه قطعك Artinya: “Waktu itu seperti pedang, jika kamu tidak dapat menggunakan pedang itu untuk memotong, maka pedang itu akan memotong kamu.” Hadits diatas menjelaskan bahwa kita harus menggunakan waktu sebaik mungkin. Ada waktu yang sulit diatur yang penggunaan waktu ini harus pada batas yang rasional, dan ada waktu yang bisa diatur yang dalam hal ini terdapat waktu ketika berada dalam puncak stamina dan semangat, dan waktu ketika berada pada stamina rendah. Kita pasti memiliki waktu yang prima, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kita harus bisa mengatur, apakah waktu yang prima telah kita gunakan sebaik-baiknya, apakah ada waktu yang terbuang percuma, dan bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut dengan cara yang lebih baik.

    KESIMPULAN Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim karena dengan ilmu manusia akan dapat mengetahui batas-batas mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, baik yang berhubungan dengan Allah (الله من حبل) maupun yang berhubungan dengan sesama manusia (الناس من حبل) sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan manusia demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Setiap manusia diberi jatah waktu yang sama oleh Allah SWT, selama 24 jam dalam sehari. Namun, kesadaran untuk memanfaatkannya tentu saja sangat beragam dan berbeda- beda penyikapnnya. Ada yang sigap, biasa-biasa saja,tapi ada pula yang cenderung berleha-leha. Tentu saja, hasil dari etos penyikapannya itu akan sangat bervariasi pula, terutama di mata Allah SWT. Oleh karenanya, teramat sayang apabila waktu terbatas yang kita miliki ini dihabiskan secara sia-sia tanpa makna apa pun.

  22. HADIST TENTANG PENTINGNYA MENUNTUT ILMU DAN MEMGHARGAI WAKTU
    1. Hadist tentang pentingnya menuntut ilmu
    طلب العلم فريضة على كل مسلمين
    Artinya:
    “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. ”
    (HR. Ibnu majah no. 224)

    Hadist kedua
    تعلموا وعلموا وتوا ضعو المعلميكم وليلوا لمعلميكم رواه الطبرانى
    Artinya :
    “belajarlah kamu semua,dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru guru mu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu. “(HR. Tabrani).

    HADIST MENGHARGAI WAKTU
    1. لاتزول قدم عبد يوم القيامت حتي يسأل عن أربع: عن جسده فيما أبلاه وعن عمره فيما افناه وعن ماله من أين اكتسبه وفي أي شيء أنفقه وعن علمه كيف عمل فيه
    Artinya : “tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara tentang badannya, untuk apa ia gunakan,tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya. “(HR tirmidzi, dihasankan oleh syekh al albani).

    2. إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وآذا إصبحت فلا تنتظر المساء
    Artinya : “jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi, dan jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore hari.”

  23. nama : aleisya putri a.
    kelas : IX.B
    jawaban :
    no.1 :
    3 tradisi masyarakat bugis antara lain ;
    >mabbarasanji
    >mappacci
    >suromaca

  24. KELAS : IX.a
    JAWABAN NO.1
    Hadist tentang menuntut ilmu:
    قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْبِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَٸِكَةَتَضَعُ اَجْنِحَتَهاَلِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاًبِماَيَطْلُبُ(رواه ابن عبدالبرّ)
    Hadits tentang menghargai waktu
    إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

  25. KELAS : IX.a
    JAWABAN NO.1
    Hadist tentang menuntut ilmu:
    قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْبِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَٸِكَةَتَضَعُ اَجْنِحَتَهاَلِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاًبِماَيَطْلُبُ(رواه ابن عبدالبرّ)
    Hadits tentang menghargai waktu
    إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ
    قَبْلَ فَقْرِكَ

    Terjemahan hadist tentang menuntut ilmu:
    Rasulullah bersabda: “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.”

    Terjemahan Hadits tentang menghargai waktu: “Gunakan lima perkara sebelum lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu.”

  26. Nama : Andi salfah hijjriah
    Kelas : IX.b
    Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi muslim laki-laki mau pun perempuan. Demikian disarikan dari hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224.
    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

    Baca juga:
    6 Fakta Quraish Shihab yang Dikunjungi Jokowi di Pesantrennya

    Dalam hadits tentang menuntut ilmu lainnya, Rasulullah SAW bersabda,

    تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

    Artinya, “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

    سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

    Hadits menghargai waktu
    “Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Nasai dan Baihaqi).
    Nabi Muhammad bersabda:

    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  27. Nama : naila islami wardana
    Kelas : IX.A
    JAWABAN NO 1
    HADIS TENTANG MENUNTUT ILMU
    أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

    Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lakhdi.

    Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

    Kewajiban mencari ilmu juga dibebankan tiap Muslim sebagaian sabda Rasulullah SAW:

    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    Tholabul ‘ilmi faridhotan ‘alaa kulli muslimin
    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

    HADIS TENTANG MENGHARGAI WAKTU

    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

    Manfaatkanlah lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih keselamatan dunia akhirat). Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Sehatmu  sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang faqirmu. Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu”.

  28. Nama:siti anisa nurhaliza
    Kelas:XlA
    1.-mabbarasanji
    -suromaca
    -mappaci

    2. latar belakang perkembangan kasidah adalah karena banyaknya berkembang seni musik di era ini. Karena ingin menambahkan esensi muslim dan budaya Timur Tengahnya itu, kasidah semakin banyak disukai.

    3. Dengan cara menunjukkan pewayangan sambil berdakwah secara islami..dlm artian menggunakan wayang dlm berdakwah

    4. agar anak tersebut memiliki kata-kata semanis madu.

    5. Upacara Sekaten adalah sebuah upacara ritual di Kraton Yogyakarta yang dilaksanakan setiap tahun. … Upacara Sekaten diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran (Mulud) Nabi Muhammad SAW. Tujuan lain dari penyelenggaraan upacara ini adalah untuk sarana penyebaran agama Islam.

    6.Tradisi menurut bahasa berarti adat istiadat, kebiasaan, turun menurun. Sedangan tradisi menurut istilah adalah adat kebiasaan turun-menurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat. Sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara sudah mengenal berbagai kepercayaan. Hal inilah yang membuat proses dakwah Islam pada saat itu tidak terlepas dengan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, karena sudah mendarah daging. Sehingga memerlukan proses yang cukup lama. Dalam hal ini dapat kita pahami bahwa tradisi Islam di Nusantara merupakan akulturasi antara ajaran Islam dan adat istiadat yang ada di Nusantara. Banyaknya kesenian dan adat istiadat yang berkembang di Nusantara yang bernafaskan Islam merupakan rangkaian dakwah Islam yang dilakukan pada masa itu. Munculnya seni tradisi Islam, baik di Jawa maupun di Luar Jawa (dengan berbagai nama dan istilahnya) tentu merupakan ekspresi keberagamaan masyarakat yang bersifat lokal. Sehingga jenis dan macamnya sangat beragam. Namun yang pasti sentuhan budaya lokal dengan agama Islam yang berlangsung telah melahirkan sebuah bentuk seni baru yang berfungsi baik sebagai ekspresi keagamaan maupun ekspresi budaya.

    Apapun nama dan tujuannya, kesenian tradisi Islam merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia, dan mungkin bahkan di dunia. Berkat kearifan tokoh-tokoh penyebar Islam dalam mengelola percampuran antara syariat Islam dengan budaya lokal, maka banyak dihasilkan sebuah karya seni yang indah dan merupakan alat sosialisasi yang hebat serta metode dakwah yang paling efektif. Khusus di Jawa ada istilah “syi’iran” yaitu sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu seni tradisi Islam dengan campuran bahasa jawa. Istilah ini kalau dilacak akar sejarahnya tentu masih sangat erat dengan keberadaan Wali Songo di Jawa. Di daerah lain, tradisi semacam ini sangat mungkin muncul dengan istilah lain. Syi’iran merupakan bagian penting dari keseluruhan tradisi Islam di Jawa, meskipun istilah ini masih berkembang di pedalaman jawa atau di daerah tertentu (misal sunda). Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang perbedaan seni budaya lokal dari  tradisi Islam dan yang bukan dari tradisi Islam. Berkat kearifan tokoh-tokoh penyebar Islam dalam mengelola percampuran antara syariat Islam dengan budaya lokal, maka banyak dihasilkan sebuah karya seni yang indah dan merupakan alat sosialisasi yang hebat serta metode dakwah yang paling efektif.

    7.karena adat dianggapa lebih mudah melekat dlm masyarakat sehingga bila dakwah islam dilakukan dgn mengaitkan adat /budaya maka akan cepat di terima dan melekat dgn mudah di masyarakat

    8.Sikap mereka menyambut baik ajaran agama ini, lalu secara perlahan memperkenalkannya kepada orang Indonesia. Dan orang Indonesia sendiri begitu baik dalam menyikapi hal ini, banyak juga yang tertarik dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke agama islam karena proses masuk ke agama ini begitu mudah dan ajaran-ajaran yang diberikan begitu sempurna

    9.kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.

    kebudayaan islam adalah hasil olah akal, budi, cipta, karsa, dan karya manusia yg tidak lepas dari nilai-nilai keTuhanan.

    10.Berzanji atau Barzanji ialah suatu doa-doa, pujian-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad saw.

  29. Nama:ana fathilah ansar
    Kelas:IX.a

    1.Berikut ini hadist yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut ilmu: Satu : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ . Terjemahnya adalah Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan
    Dua : مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. Terjemahannya adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu
    Hadist tentang pentingnya menghargai waktu:

    لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْ أَيْ شَيْءٍ أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ كَيْفَ عَمِلَ فِيْهِ

    “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara; Tentang badannya, untuk apa ia gunakan, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syekh Al Albani).
    – نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  30. Nama : Tsabitah nur faizah fd
    Kelas :IX.A

    HADIST TENTANG MENUNTUT ILMU

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah ayat: 11).

    abda Rasulullah SAW:

    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

    HADIST MENGHARGAI WAKTU

    Rasulullah Saw bersabda;

    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري.

    Terjemah lengkap
    Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)

    إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ “

    Jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi, dan jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu (melakukan sesuatu) . “

  31. nomor 1

    1.Berikut ini hadist yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut ilmu: Satu : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ . Terjemahnya adalah Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan
    Dua : مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. Terjemahannya adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu
    Hadist tentang pentingnya menghargai waktu:

    لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْ أَيْ شَيْءٍ أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ كَيْفَ عَمِلَ فِيْهِ

    “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara; Tentang badannya, untuk apa ia gunakan, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syekh Al Albani).
    – نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

    “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  32. Nama:Nur alvina putri
    Kelas:IX.B
    Jawaban:
    1.HADIST TENTANG MENUNTUT ILMU

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah ayat: 11).

    abda Rasulullah SAW:

    طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

    “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

  33. Anindita Keisha zahra
    IX.b
    Jawaban no 1
    Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu (ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ)

    ﻋَﻦْ ﺍَﻧَﺲِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﻃَﻠَﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠﻢِ ﻓَﺮﻳْﻀَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍِﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪ) ‏
    Artinya:

    Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. Ibn Majah).

    Disiplin waktu. (foto: ist/palontaraq)
    Disiplin waktu. (foto: ist/palontaraq)
    ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌَﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺤِﺒًّﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻦْ ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ ﻓَﺘَﻬْﻠِﻚُ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِﻣِﻲ ‏)
    Artinya:

    Rasulullah Saw bersabda: “Jadilah orang yang berilmu (pandai) – atau penuntut ilmu – atau pendengar ilmu – atau pecinta ilmu, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (selain mereka, bodoh), niscaya kamu akan binasa/celaka”. (HR. ad-Darimi)

    Lihat pula: Adab-adab Penuntut Ilmu dan Kalam Ulama

    Hadits tentang Menghargai Waktu

    :ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
    ﺍِﻏْﺘَﻨِﻢْ ﺧَﻤْﺴًﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺧَﻤْﺲٍ : ﺷَﺒَﺎﺑَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَﺮَﻣِﻚَ – ﻭَﺻِﺤَّﺘَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺳَﻘَﻤِﻚَ – ﻭَﻓَﺮَﺍﻏَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺷُﻐْﻠِﻚَ – ﻭَﻏِﻨَﺎﻙَ ﻗَﺒْﻞَ ﻓَﻘْﺮِﻙَ – ﻭَﺣَﻴَﺎﺗَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻣَﻮْﺗِﻚَ ‏( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺤَﺄﻛِﻢِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻘِﻰ ‏)
    Artinya:

    Dari ibn Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Manfaatkanlah lima keadaan/perkara sebelumnya datang lima keadaan/perkara yang lain: MAsa mudamu sebelum datang masa tuamu – masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu – masa luangmu sebelum masa sibukmu – masa kayamu sebelum masa miskinmu – dan masa hidupmu sebelum masa matimu (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi).

    Lihat pula: Pengantar Ilmu Hadits

    Wallahu ‘alam bish-shawab. Semoga bermanfaat adanya. (*)

    Ponpes Modern Putri IMMIM menerima Pendaftaran Santriwati Baru TP.2021/2022.
    Ponpes Modern Putri IMMIM menerima Pendaftaran Santriwati Baru TP.2021/2022.

  34. Nama: Nurul azzahra
    Kelas: IX.a
    -Hadis tentang pentingnya menuntul ilmu

    1. Satu : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ . Artinya adalah Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan

    2.Dua : مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. Artinya adalah Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu

    Hadist nomor 1 menjelaskan tentang hukum menuntut ilmu bagi setiap orang yang bergama muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan.

    Hadist nomor 2 menjelaskan tentang ilmu dapat membuat seseorang hidup bahagia di dunai maupun di akhirat kelak.

    -Hadis tentang menghargai waktu

    1.Hadits pertama :إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
    Artinya adalah: “Gunakan lima perkara sebelum lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu.”

    Hadis kedua:لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْ أَيْ شَيْءٍ أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ كَيْفَ عَمِلَ فِيْهِ

    Artinya: “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara; Tentang badannya, untuk apa ia gunakan, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syekh Al Albani).

  35. nama : aleisya putri a.
    kelas : IX.B
    jawaban :
    no.1 :
    -pentingnya menuntut ilmu
    hadits pertama :
    طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
    artinya:
    “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. ibnu majah)

    hadits kedua :
    مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
    Artinya :
    “barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR. tirmidzi)

    -menghargai waktu
    hadits pertama :
    نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
    artinya :
    “dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari,Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    hadits kedua :
    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله
    عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ
    ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ
    الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
    artinya :
    “dari Abdullah bin Umar ia berkata rasulullah saw. memegang kedua pundakku seraya bersabda,jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.ibnu umar berkata. apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang).apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang).gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)

  36. Nama : Nayla Adini Salsabila
    Kelas : IX.A

    HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU DAN MENGHARGAI WAKTU قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْبِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَٸِكَةَتَضَعُ اَجْنِحَتَهاَلِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضاًبِماَيَطْلُبُ(رواه ابن عبدالبرّ) Hadits tentang menghargai waktu إِغْتَنِمْ خَمْساًقَبْلَ خَمْسٍ: حَياَتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ٬ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ٬ وَفَراَغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ٬وَشَباَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ٬ وَغِناَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

    TERJEMAH HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU DAN MENGHARGAI WAKTU Rasulullah bersabda: “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.” Hadits tentang menghargai waktu “Gunakan lima perkara sebelum lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu.”

    A. HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU Dari hadits diatas dijelaskan bahwa agama Islam mewajibkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu, walaupun harus berkelana meninggalkan kampung halaman, karena ilmu dibutuhkan setiap saat, kunci kebahagiaan dan keberhasilan seseorang adalah dengan ilmu dan sebagai bekal untuk kehidupan manusia demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

    Allah dan Rasul-Nya telah menerangkan keutamaan ilmu, orang berilmu serta orang yang mempelajarinya, adapun keutamaan ilmu, diantaranya: Allah akan mengangkat derajat orang berilmu Ilmu adalah warisan para nabi Allah menginginkan kebaikan bagi seorang yang berilmu Ilmu adalah jalan menuju surga

    Dalam menuntut ilmu tidaklah terbatas pada ilmu yang bersifat duniawi saja, tetapi juga tentang ilmu yang bersifat ukhrawi, karena kunci kebahagiaan dan keberhasilan seseorang adalah dengan ilmu baik di dunia maupun akhirat. Rasulullah bersabda: من ارادالدنيافعليه باالعلم ومن ارادالآخرةفعليه باالعلم ومن ارادهمافعليه باالعلم Artinya: “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia, maka harus dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat, maka harus dengan ilmu dan barang siapa menghendaki keduanya (dunia dan akhirat) maka harus dengan ilmu.” Dalam hadits yang lain Rasulullah juga menjanjikan kepada para penuntut ilmu akan diberikan kemudahan jalan ke surga, sebagaimana sabda beliau: من سلك طريقاًيلتمس فيه علمًاسهّل الله به طريقًاالى الجنة Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut suatu ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

    B. HADITS TENTANG MENGHARGAI WAKTU Lima hal yang bisa diambil dari hadits diatas merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita “mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya”. 1. Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya dan jangan sampai kita sia-siakan. 2. Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu Ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu. Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit.

    3. Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya segera menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sebelum datang pekerjaan yang lain, agar tidak bertumpuk terus dan justru membuat kita semakin malas. 4. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari. 5. Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu Ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik- baiknya dengan tidak menghambur-hamburkan. Dan Jadikan kekayaan kita sebagai faktor pendorong sekaligus pelancar kita dalam beribadah kepada Allah.

    الوقت كالسيف إذالم تقطعه قطعك DALAM HADITS LAIN DISEBUTKAN: الوقت كالسيف إذالم تقطعه قطعك Artinya: “Waktu itu seperti pedang, jika kamu tidak dapat menggunakan pedang itu untuk memotong, maka pedang itu akan memotong kamu.” Hadits diatas menjelaskan bahwa kita harus menggunakan waktu sebaik mungkin. Ada waktu yang sulit diatur yang penggunaan waktu ini harus pada batas yang rasional, dan ada waktu yang bisa diatur yang dalam hal ini terdapat waktu ketika berada dalam puncak stamina dan semangat, dan waktu ketika berada pada stamina rendah. Kita pasti memiliki waktu yang prima, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kita harus bisa mengatur, apakah waktu yang prima telah kita gunakan sebaik-baiknya, apakah ada waktu yang terbuang percuma, dan bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut dengan cara yang lebih baik.

    KESIMPULAN Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim karena dengan ilmu manusia akan dapat mengetahui batas-batas mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, baik yang berhubungan dengan Allah (الله من حبل) maupun yang berhubungan dengan sesama manusia (الناس من حبل) sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan manusia demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Setiap manusia diberi jatah waktu yang sama oleh Allah SWT, selama 24 jam dalam sehari. Namun, kesadaran untuk memanfaatkannya tentu saja sangat beragam dan berbeda- beda penyikapnnya. Ada yang sigap, biasa-biasa saja,tapi ada pula yang cenderung berleha-leha. Tentu saja, hasil dari etos penyikapannya itu akan sangat bervariasi pula, terutama di mata Allah SWT. Oleh karenanya, teramat sayang apabila waktu terbatas yang kita miliki ini dihabiskan secara sia-sia tanpa makna apa pun.

    Balas
    Naswa amaliyah natsir April 2, 2021 At 8:20 pm
    HADIST TENTANG PENTINGNYA MENUNTUT ILMU DAN MEMGHARGAI WAKTU
    1. Hadist tentang pentingnya menuntut ilmu
    طلب العلم فريضة على كل مسلمين
    Artinya:
    “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. ”
    (HR. Ibnu majah no. 224)

    Hadist kedua
    تعلموا وعلموا وتوا ضعو المعلميكم وليلوا لمعلميكم رواه الطبرانى
    Artinya :
    “belajarlah kamu semua,dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru guru mu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu. “(HR. Tabrani).

    HADIST MENGHARGAI WAKTU
    1. لاتزول قدم عبد يوم القيامت حتي يسأل عن أربع: عن جسده فيما أبلاه وعن عمره فيما افناه وعن ماله من أين اكتسبه وفي أي شيء أنفقه وعن علمه كيف عمل فيه
    Artinya : “tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara tentang badannya, untuk apa ia gunakan,tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia beramal dengannya. “(HR tirmidzi, dihasankan oleh syekh al albani).

    2. إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وآذا إصبحت فلا تنتظر المساء
    Artinya : “jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi, dan jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT