Pesantren 22 Ramadan 559 H: Kemenangan Muslim di Harim

22 Ramadan 559 H: Kemenangan Muslim di Harim

-

- Advertisment -

 

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Sejarah dan Peristiwa Penting pada Bulan Ramadan (1)

PALONTARAQ.ID – Sungguh Ramadan adalah bulan jihad, bulan kemenangan bagi Umat Muslim. Salah satu kemenangan jihad itu adalah ketika Pasukan Kaum Muslimin dibawah Pimpinan Nuruddin Zanki menaklukkan Harim, Yaman dan menawan 5 Panglima Musuh.

Ketika itu, 22 Ramadhan Tahun 559 Hijriah bertepatan dengan 13 Agustus 1164, terjadi sebuah peristiwa besar yang sangat langka diketahui oleh Anak-anak Muslim dan orangtuanya, sejarah yang ingin dihilangkan dari pengetahuan generasi muda muslim.

Peristiwa itu adalah salah satu kemenangan besar perang dalam Bulan Ramadan yang diberikan Allah kepada Kaum Muslimin melalui tangan seorang mujahid bernama Sultan Nuruddin Zanki, gurunya Shalahuddin Al Ayyubi.

Ilustrasi. Sultan Nuruddin Zanki. (sumber: ist/palontaraq)
Ilustrasi. Sultan Nuruddin Zanki. (sumber: ist/palontaraq)

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa gambaran situasi Dunia Islam pada Abad XII Masehi, Palestina dalam keadaan terjajah dan Negeri-negeri muslim sedang dalam keadaan krisis.

Pada masa itu, Kawasan Timur Tengah dikuasai oleh Dinasti Syiah Ubaidiyah yang memaksakan Masjid-masjid dituliskan kaligrafi yang menghina Abu Bakar, Umar dan Aisyah.

Pada masa pemerintahan Dinasti Syiah Ubaidiyah juga membentangkan jalan pada ratusan ribu tentara Salib untuk datang ke Palestina melalui Pelabuhan Mesir dan Syam.

Di sana, Tentara Salib tak hanya membangun perumahan dan pangkalan militer, tapi juga berhasil membangun lima negara katolik di atas tanah berkah Syam, yaitu Kingdom of Jerusalem, County of Tripoli, Principality of Antioch, County of Edessa dan Principality of Armenian Cicilia.

Sekalipun dalam keadaan yang luar biasa sulitnya, diserang dari dalam dan luar, Kaum Muslimin selalu memiliki mujahid yang memecahkan kesunyian.

Dikenallah kemudian seorang jundullah (tentara Allah) hebat, Sultan Nuruddin Zanki, yang seluruh hidupnya diwakafkan untuk membebaskan Kota-kota Islam dari penjajahan Kristen Salib.

Peristiwa Harim (Harenc) adalah kemenangan Kaum Muslimin berjumlah 9000 orang melawan 30 ribu pasukan Salib gabungan 4 negara katolik.

Antara Sultan Nuruddin dan saudaranya, Qutbuddin bin Maudud melawan pasukan yang dipimpin oleh Raymod of Tripoli, Bohemund III, Konstantinos Kalamanos, Thoros II, Hugh VIII, dan Joscelin III.

Harim pada saat itu adalah sebuah kota berbenteng kokoh di Suriah yang dipimpin seorang bangsawan Eropa bernama Reginald of Saint Valary.

Di sana 30 ribu pasukan salib berkumpul untuk menghadapi serangan 9 ribu pasukan muslimin di tengah terik Ramadan.

Melihat jumlah yang sedikit, pasukan Salib melakukan kesalahan besar dengan menganggap remeh kekuatan mujahid pimpinan Sultan Nuruddin Zanki.

Akhirnya pasukan Salib maju tanpa teratur dan tidak memedulikan kaidah militer menuju pasukan Muslimin.

Sultan Nuruddin menggunakan taktik “mundur untuk mengecoh”, membiarkan pasukan musuh mengira seakan-akan pasukan Muslimin telah mundur ke belakang, namun ternyata pasukannya telah siap menyerang dari arah yang berbeda dan memisahkan antara kavaleri dan infanteri pasukan Salib.

Ketika pasukan berkuda telah dipisahkan dari pasukan pejalan kaki, Sultan Nuruddin Zanki memberikan komando untuk maju total merangsek ke tengah pasukan musuh dan memberikan efek daya hancur yang sangat besar bagi pasukan salib.

Dalam berbagai sumber baik Eropa maupun Arab, Kemenangan Kaum Muslimin di Harim adalah pukulan telak yang membuat malu Kerajaan Kristen Eropa.

Sejarawan Ibnu Atsir menulis dalam Al Kamil fi At tarikh bahwa jumlah tentara Salib yang mati di Pertempuran Harim adalah 10 ribu tentara.

Sumber-sumber Eropa seperti diungkapkan Zoé Oldenbourg dalam buku The Crusade mengungkapkan fakta bahwa lima dari enam panglima pasukan Salib ditawan oleh Nuruddin Zanki, yang umumnya mereka adalah penguasa negeri dan putra mahkota.

Begitulah Sejarah Pasukan Tentara Allah bicara. Ramadan tak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sejarah kemenangan Kaum Muslimin bertubi-tubi. Sayangnya, sejarah ini hendak dihapus oleh mereka agar tak sampai di telinga-telinga generasi jundullah, pewaris peradaban Islam.

(* Disadur dari berbagai sumber: Al Kamil fi At Tarikh-Ibnu Al Atsir, Zoe Oldenbourg-The Crusades. New York: Pantheon Books (1966), dan Qamus Al Hurub Al Araby.

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman Herba Penurun Tensi dan Rematik PALONTARAQ.ID - Kenal dengan Rosela? Bukan,...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu terjadi sekira Tahun 2004 silam di tempat tinggal kami Jalan...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep, Jumat (29/5/2020) memutuskan tanggal 15 Juli sekolah dibuka...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Must read

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you