Beranda Humaniora Seruan Persaudaraan untuk Yusuf Mansur

Seruan Persaudaraan untuk Yusuf Mansur

Oleh: Nasrudin Joha

Tulisan sebelumnya: Yusuf Mansur berenang diantara Kubangan Darah Muslim Uyghur

PALONTARAQ.ID – Bismillahir Rahmaanir Raahiem, Sesungguhnya dengan agama ini yakni Islam, Rasulullah SAW yang mulia, Al Mustofa, telah mengikat kita Umat Islam ini sebagai satu umat yang bersaudara.

Sesungguhnya, kaum muslimin itu bersaudara, tidak boleh menyakiti, mendzalimi, atau menyerahkannya kepada musuh. Sesungguhnya pula, bahwa agama ini yakni Islam, telah memutus umat ini dengan segala bentuk kekufuran, kezaliman dan penindasan.

Siapa saja yang kufur, berbuat baik pada penzalim, apalagi menolong dan memberi pembenaran pada pelaku kejahatan dan penindasan, maka dia bukanlah dari golongan Islam, dia bukanlah saudara dalam Islam.

Saudaraku Yusuf Mansur, Aku membaca, apa yang engkau nukilkan tentang persaudaraan Islam, tentang salutmu pada sesiapa yang membela kaum muslimin, dan doamu bagi setiap Kaum Muslimin yang bersaudara.

Perlu aku tegaskan, tidaklah ada motif yang mampu menggerakan Lisan-lisan kami, untuk membela saudara kami Muslim Uyghur di Turkistan timur, kecuali kami mengakui bahwa mereka adalah saudara kami, saudara seiman.

Karena itu, kami ikut merasakan kepedihan saudara kami, kesakitan dan penderitaan yang mereka alami.

Meskipun kami belum mampu menolong langsung, berjihad fi Sabilillah untuk membebaskan saudara kami, tetapi kami memiliki lisan dan doa yang kami pergunakan untuk menolong saudara kami.

Perlu kami tegaskan, bahwa kami telah memutus ikatan bahkan mengumumkan permusuhan yang dahsyat, kepada rezim China yang telah menzalimi saudara kami Muslim Uyghur.

Siapapun yang membela dan membenarkan perilaku biadab rezim China terhadap saudara kami.

Kami juga berlepas diri, kepada siapapun yang tidak mengambil pilihan menolong saudara kami, apalagi merendahkan penderitaan saudara kami, Kaum Muslimin di Uyghur, juga seluruh Kaum Muslimin di dunia.

Karena itu, jika engkau bertanya apakah engkau saudara kami? Maka, kami bertanya kepada dirimu, dimanakah posisimu pada perkara Muslim Uyghur?

Lihat pula:  Omong Kosong Jokowi Tokoh Muslim berpengaruh, Nasib Uyghur?

Apakah engkau, tetap berdiri kokoh membela saudara Muslim Uyghur atau justru menjadi legitimator Rezim China, baik dengan mengabarkan saudara kami muslim Uighur tak mendapat penzaliman atau setidaknya bungkam seperti rezim Jokowi?

Jokowi dan Ustadz YM. (foto: ist/palontaraq)
Jokowi dan Ustadz YM. (foto: ist/palontaraq)


Sekali lagi, wahai Yusuf Mansur kami tegaskan kepada Anda. Jika Anda, mengikat persaudaraan dengan saudara kami Muslim Uyghur, maka Anda adalah saudara kami.

Namun, jika Anda memutus ikatan, melukai hati saudara kami, ikut turut serta menjadi jubir Rezim China, mengumbar fitnah saudara kami Muslim Uyghur baik-baik saja, maka kami tegaskan: Kami siap mengulurkan tangan persaudaraan, kami juga memiliki alasan untuk memutus hubungan.

Seruan persaudaraan ini hanya berlaku di dunia, sebab diakherat kelak sudah tak ada lagi amal. Diakherat kelak, semua manusia akan dikumpulkan dengan saudaranya.

Bagi siapa saja yang beriman kepada Allah SWT, membenarkan risalah Muhammad SAW, mengikat persaudaraan karena Islam, memutus hubungan dengan seluruh kekufuran dan penindasan, maka kelak akan dikumpulkan bersama Rasululah SAW dan kaum muslimin.

Namun bagi sesiapa yang menyakiti hati kaum muslimin, abai dalam urusan mereka, maka kelak akan dikumpulkan dengan rezim bengis China, para pengusung komunisme, dan berada di neraka jahanam.

Lihat pula:  Kemana Pancasilanya Jokowi? Mana Pembelaan untuk Saudara Muslim di India?

Kepada saudaraku Yusuf Mansur, ungkapan risalah ini adalah ikhtiar untuk mempertautkan ikatan persaudaraan. Aku meyakini, Anda Islam, Anda umat beriman, Anda adalah salah satu sosok yang pernah menjadi mutiara umat.

Karena itu, hilangkanlah noktah diantara persaudaraan kita, kikislah kerak-kerak yang akan merusak persaudaraan kita. Menjalin-lah, dalam persaudaraan hangat dengan saudara muslim lainnya, termasuk dengan Muslim Uighur.

Kami rindu engkau merapat, bersama kami, melanjutkan shalawat bersama kami, serta segera menjauhi para penzalim baik penguasa negeri ini atau rezim komunis China.

Kembalilah, pada khusu’nya silah ukhuwah karena Akidah Islam. Kembalilah, pada air mata yang tertumpah karena pelukan persaudaraan Islam.

Aku Menyayangimu, ingin terus menjadi saudaramu, di dunia juga di akherat. Ketahuilah ! Kepedihan dunia tak ada bandingannya, jika dibandingkan dengan azab neraka.

Kemarilah, duduk bersila bersama kami, mendoakan Muslim Uighur. Kemarilah, pada hangat pelukan kami, saudaramu sesama muslim.

Masih ada banyak jalan menuju kerinduanmu, pada dirimu yang dahulu, pada dirimu yang ketika aku menatapmu maka tenteramlah jiwaku.

Dunia adalah tempat dimana sesal masih berguna, taubat masih diterima. Tentu, kelak di akherat kita rindu berkumpul dengan Rasulullah SAW, penghulunya para kaum tertindas.

Bukan bersama rezim teroris Komunis China, penjagal saudara kita kaum muslim Uyghur. [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...