Beranda Hukum Kemana Pancasilanya Jokowi? Mana Pembelaan untuk Saudara Muslim di India?

Kemana Pancasilanya Jokowi? Mana Pembelaan untuk Saudara Muslim di India?

UU Anti Imigran Muslim picu kerusuhan di India. (foto: ist/palontaraq)
UU Anti Imigran Muslim picu kerusuhan di India. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Tulisan sebelumnya: Tolong Terangkan Apa itu Pancasila?

PALONTARAQ.ID – India memanas, sejumlah kerusuhan besar terjadi pada akhir pekan lalu. Ini terjadi setelah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengesahkan Undang-Undang (UU) Amandemen Warga Negara atau Citizenship Amendment Bill (CAB), yang anti-Islam.

Akibat pengesahan UU ini, di wilayah India Timur terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan pihak kepolisian (12/12/2019). Pihak kepolisian dikabarkan menggunakan senjata api dan mengeluarkan tembakan untuk membubarkan massa pendemo.

Kerusuhan itu menyebabkan dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka, demikian rilis AFP yang mengutip dari sumber seorang dokter di rumah sakit tempat para pasien di bawa. Terdapat 21 orang dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka karena peluru.

Salah satu poin dari isi UU Amandemen Warga Negara itu memungkinkan imigran ilegal non-Muslim dari Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Namun, di bawah UU ini, umat Muslim India diharuskan untuk membuktikan bahwa mereka memang adalah warga negara India.

Pemerintahan yang dipimpin oleh diktator dari Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), berdalih UU ini sebagai bentuk perlindungan India kepada masyarakat asing yang menjadi korban “penganiayaan agama”.

Padahal, selama ini yang menjadi korban penganiayaan, korban kejahatan kemanusiaan, persekusi dan pengusiran adalah umat Islam. Baik yang ada di India maupun dibelahan bumi yang lain.

foto: IG/screeenshoot
foto: IG cjwerleman/screeenshoot

Ketika sejumlah kalangan mengecam tindakan biadab India, Jokowi hingga hari ini tak mengeluarkan pernyataan sepatah katapun. Mulut Jokowi bisu, sama seperti bungkamnya Jokowi pada pembantaian umat Muslim di Uyghur yang dilakukan oleh rezim teroris China.

Padahal, Jokowi selalu latah bicara tentang Pancasila, menkopolhukam nya bicara tak ada yang paham HAM selain dirinya. Sekarang kami bertanya, apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Pancasilanya untuk membela saudara muslim kami di India? Juga di Uyghur?

Pancasila hanya berbusa untuk menjaga gereja, menjaga natal, tapi tak peduli pada masjid dan nasib umat Islam. Saat masjid di Tolikara di bakar, Jokowi justru mengundang pelakunya ke istana untuk dialog.

Pada saat gereja diserang teroris, di jogja, yang hingga saat ini tak jelas apa itu teroris dan tak ada peradilan yang terbuka untuk kasus-kasus penangkapan berdalih terorisme, Jokowi lantang dan bicara terdepan.

Tapi ketika penistaan agama Islam terjadi, masyarakat marah atas dihinanya Rasulullah SAW, Jokowi bungkam.

Saya masih menunggu, Jokowi berapi-api bicara Pancasila, dan mengecam kebijakan rasis dan anti HAM Rezim Hindu India, yang bertindak zalim terhadap umat Islam di India.

Saya menunggu, semua stasiun TV menyiarkan secara langsung Jokowi marah, atas pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan India, sembari menjelaskan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab berdasarkan sila kedua Pancasila.

Ayolah Pak Jokowi, Anda kan paling fasih melafadzkan Pancasila? Apa Pancasila itu hanya lamis? Lips Service? Hanya alat gebuk untuk menuding para pengkritik sambil terus menutupi kegagalan pemerintahan ?

Tidak perlu kirim pasukan, tidak juga kirim bantuan makanan kepada korban rasisme di India. Saya hanya menantang Pak Jokowi, ayo keluarkan kecaman pada India. Usir kedutaan India dari Indonesia. Bisa tidak, Pak? [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT