FPI Polisikan Gus Muwafiq soal Penistaan Agama

Gus Muwafiq

Gus Muwafiq. (foto: istimewa/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

Related Post:  He Muwafiq, Rene tak Culek Matamu!

PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI), lewat salah satu pengurusnya, Amir Hasanudin bersama tim kuasa hukumnya menyambangi Bareskrim Polri untuk melaporkan penceramah asal Yogyakarta Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq, Selasa (3/11).

“Kami melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muwafiq beberapa waktu lalu. Itu termasuk dalam penghinaan Islam dan kita sangat marah,” tutur kuasa hukum Amir, Aziz Yanuar.

Selaku Pelapor, Amir Hasanuddin menyebut laporannya ke Bareskrim Polri terkait pernyataan/ceramah Gus Muwafiq di Purwodadi, Jawa Tengah. Dalam ceramahnya, ungkap Amir, Muwafiq sempat menyatakan kalimat ‘merembes’ saat menyinggung masa kecil Nabi Muhammad SAW.

“Dalam bahasa jawa itu ada kalimat “merembes”, itu sebenarnya maknanya banyak, bahwa Muhammad SAW itu sifatnya dekil, kotor, jadi sifat-sifat yang tidak enak buat kita,” tutur Amir.

Amir mengaku mengetahui pernyataan Muwafiq itu dari sebuah video yang ia tonton di Youtube. Dalam laporan itu, juga disertakan sejumlah barang bukti, berupa rekaman video, link, serta kata-kata Muwafiq yang dinilai sebagai bentuk penisataan agama.

Saat ini, Amir dan tim kuasa hukumnya tengah memproses laporan dugaan penghinaan dan pelecehan Nabi SAW itu ke Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Gus Muwafiq dalam salah satu tausiyahnya di Purwodadi mengisahkan tentang hidup Nabi Muhammad yang lahir di kamp pengungsian dibawah asuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Gus Muwafiq menyebut masa kecil Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.

Ceramah Gus Muwafiq yang didominasi dalam Bahasa Jawa seketika viral usai terupload di Youtube, dan berujung kecaman dari Umat Islam. Gus Muwafiq sendiri, lewat akun Instagramnya @gus.muwafiq, telah memberikan klarifikasi ihwal viralnya video tersebut.

Gus Muwafiq menegaskan tak bermaksud menghina Nabi. Sejak kecil, kata dia, dirinya dididik untuk menghormati Nabi. Namun demikian, ia meminta maaf kepada Umat Islam jika pernyataannya dianggap menyinggung umat Islam.

“Untuk seluruh kaum muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada maksud menghina.”

“Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah, dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tetapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat.”

“Pada seluruh kaum muslimin, Saya mohon maaf, Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Muwafiq dalam video klarifikasi yang diunggah di akun instagramnya, @gus.muwafiq , Selasa (3/12). (*)

Like it? Share it!

Leave A Response