Beranda Ekonomi Di Sekitar Benih Lobster

Di Sekitar Benih Lobster

Ilustrated by: wimpoli
Ilustrated by: wimpoli

Oleh: W.I.M Poli

PALONTARAQ.ID – Sudah biasa orang dengar slogan “TEAM” sebagai kepanjangan dari “Together Everyone Achieves More.” Bersama-sama, dalam kelompok kerja, setiap anggota mencapai lebih banyak. Antara slogan dan kenyataan mungkin saja ada kesenjangan, yang dimulai dengan perbedaan pendapat.

Dalam tubuh Kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II, msalnya, tampak perbedaan 180 derajat antara kebijakan pelarangan ekspor benih lobster oleh menteri terdahulu – yang tentunya disetujui presiden – dan pencabutan larangan tersebut oleh menteri yang baru – yang belum diketahui apakah disetujui oleh presiden atau tidak.

Masing-masing pihak tentunya mempunyai alasan yang masuk akal, yang diyakininya. Muncullah berbagai pendapat pro-kontra. Sementara itu, masyarakat menunggu apakah Presiden:

(1) Menganggap tidak ada masalah;

(2) Menganggap ada masalah tetapi harus dipecahkan sendiri oleh menteri yang bersangkutan;

(3) Menganggap ada masalah, yang akan dipecahkannya pada waktu yang tepat, entah kapan.

Syarat pertama berlakunya slogan “TEAM” ialah kesepakatan para anggota tentang tujuan yang mau dicapai. Dalam hal Kabinet Jilid II, dapat diasumsikan bahwa para menteri dipilih karena diyakini:

(1) Mereka menerima “Nawa Cita” sebagaimana yang dimaksudkan;

(2) Mereka mampu mencapainya di bidang kerja masing-masing;

(3) Kepentingan pribadinya tidak berbenturan dengan tujuan pencapaian Nawa Cita:

(4) Ada kesediaan berkomunikasi yang tulus dan saling memahami di antara para menteri.

Pertanyaan yang menggelitik ialah: Apakah syarat-syarat ini dipenuhi, kini dan dalam waktu-waktu mendatang, serta apa akibatnya?

Renungan: Sementara menunggu apa yang terjadi di atas sana, terbentuk di lapisan akar rumput tingkat KEPERCAYAAN masyarakat terhadap pemerintah, yang turut membentuk suasana kerja nasional, menuju Indonesia 2045. Tidak mustahil bahwa dari dinamika pro-kontra akan lahir sinergi yang melegakan.

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...