Beranda Hukum Hanura Oh Hanura, Sudah jatuh ketimpa Tangga lagi!

Hanura Oh Hanura, Sudah jatuh ketimpa Tangga lagi!

Wiranto ditengah fungsionaris DPP Partai Hanura. (foto: ist/palontaraq)
Wiranto ditengah fungsionaris DPP Partai Hanura. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Tulisan sebelumnya: Hanura oh Hanura: Hati Nurani nan Merana

PALONTARAQ.ID – Lama tak muncul didunia Persilatan pasca tak menjabat menkopolhukam, Wiranto tiba-tiba menggegerkan dunia politik. Bukan karena ususnya yang terpotong 47 cm, bukan karena darahnya yang mengucur 3,5 liter, tapi urusan ini lebih ‘berdarah-darah’ ketimbang utusan tusukan kunai.

Eks Menko Polhukam Wiranto dikabarkan menggugat mitra sejawatnya di Hanura Bambang Sujagad Susanto, agar mengembalikan uang yang dipinjam sebesar SGD 2.310.000 atau setara dengan Rp 23 miliar plus bunga dan kerugian selama 10 tahun dengan total tuntutan mencapai Rp 44,9 miliar. Bambang tak lain dan tak bukan adalah mantan Bendahara Umum Partai Hanura.

Kader Hanura berang, mempersoalkan gugatan ini. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut kader Hanura bertanya-tanya soal perkara ini.

Menurutnya, Gugatan Wiranto kepada Bambang Sujagad Susanto telah membuat kader-kader Hanura mempertanyakan uang apakah yang telah dititipkan oleh Wiranto kepada Bambang Sujagad. (5/11/2019).

Bisa saja, itu uang partai yang menjadi hak kolektif kolegial seluruh kader Hanura namun diklaim sebagai uang pribadi Wiranto yang dititipkan kepada Bambang Sujagad Susanto.

Bisa saja, ini hanyalah gugatan abal-abal untuk melegitimasi uang politik hak partai menjadi uang pribadi Wiranto, kemudian uang itu dinikmati segelintir orang saja.

Karenanya wajar kader Hanura mempertanyakan uang ini. Pasalnya, Wiranto dan Bambang pada 2009 berada dalam satu partai. Keduanya sama-sama menjabat petinggi partai Hanura.

Bagaimana mungkin mereka saling menggugat? Apakah ini sekedar gugatan sandiwara ? Agar uang hak partai bisa dinikmati segelintir orang saja ?

Segenap kader Hanura bahkan aparat penegak hukum wajib menyelidiki ihwal uang ini. Harus dipastikan, hal-hal yang berkaitan dengan uang ini agar jelas kedudukannya.

Pertama, Darimanakah asal yang sebesar SGD 2.310.000 atau setara dengan Rp 23 miliar ini ? Apakah murni kari kantong Wiranto atau dari kantong orang lain? Jika dari Wiranto murni dari bisnis Wiranto atau dari apa? Dari Bisnis halal atau bisnis haram ?

Kedua, Jika uang itu berasal dari orang lain, sebenarnya itu ditujukan untuk Wiranto atau untuk partai ? Jika untuk partai bukankah itu sah menjadi milik partai? Kenapa musti ada perjanjian titip uang antara Wiranto dan Bambang?

Ketiga, Jika itu benar perjanjian dengan Bambang, itu uang untuk pribadi atau partai? Jika pribadi besar sekali uang itu? Jika untuk partai, kenapa Bambang yang Teken ? Bukankah Ketum dan Sekjen yang punya wewenang bertindak untuk dan atas nama partai?

Keempat, Itu perjanjian murni ada atau di ada adakan ? Murni dibuat tahun 2009 atau dibuat tahun ini dengan tanggal mundur ? Yang paling penting, ini benar-benar sengketa perdata atau pura-pura bersengketa ?

Jadi segenap kader partai Hanura perlu tahu, sebab ini terkait masa depan partai. Penulis sendiri berkeyakinan, partai Hanura MADESU. Tak mungkin bisa ikut pemilu 2024, partai Hanura is the end.

Karenanya, semua kader Hanura sedang berupaya cari selamat. Kapal Hanura nyaris karam. Saat ini, ada yang berupaya menggergaji papan haluan dan buritan partai Hanura, untuk dijadikan sekoci. Semua sedang sibuk selamatkan diri sendiri, tak terkecuali Wiranto.

Oh, saya pikir Wiranto hadir di pengadilan untuk menunjkan bekas luka tusukan kunai. Membeberkan ususnya yang terpotong 47 cm, dan membawa kantung darah sebanyak 3,5 liter, untuk dijadikan bukti radikalisme di Banten.

Ternyata, Wiranto sedang ‘berdarah-darah’ pasca tak terpilih jadi menkopolhukam meskipun ususnya telah dipotong 47 cm dan darahnya mengucur 3,5 liter. Wiranto, sedang berupaya mencari selamat dan mencari sekoci agar bisa meninggalkan Hanura dengan selamat.

Hanura oh Hanura, benar-benar suara hati nun merana. Tabahkan hatimu Hanura, kami segenap rakyat indonesia telah ikhlas dan ridlo melepas kepergianmu. Rest in peace, Hanura. [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...