Hukum Do’a Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram

Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam. (foto: ist/palontaraq)

Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam. (foto: ist/palontaraq)

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

Tulisan Sebelumnya: Puasa di Bulan Muharram dan Asyura

PALONTARAQ.ID –  Pada Hari Ahad, besok (1/9/2019), seluruh umat Islam akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H. Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah.

Bulan Muharram menjadi salah satu bulan penting dan suci bagi umat Islam selain Bulan Ramadhan dan Dzulhijjah.  Rasulullah SAW juga menyebut Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dan disunnahkan memperbanyak amalan.

Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah SWT. Berikut adalah hukum do’a menyambut tahun baru Islam 1 Muharram:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ

مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا

يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. At-Taubah: 36)

Namun saat ini, banyak sekali amalan-amalan yang salah dilakukan ketika menyambut Bulan Muharram ini.  Diantara amalan tersebut adalah doa ketika awal dan akhir tahun, sebagaimana Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah katakan bahwa, “Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan doa atau dzikir untuk awal tahun.”

“Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa doa, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan shalat, dzikir atau doa, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali.” (Tashih Ad Du’a’, hal.107)

Lihat pula: Keutamaan Puasa Sunnah

Syaikh ‘Abdullah At Tuwaijiriy berkata, “Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini Orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya.

Padahal, doa awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadits pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadits.” (Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 399).

Dilanjutkan pula oleh Syaikh At Tuwaijiriy di halaman yang sama, “Kita tahu bahwa doa adalah ibadah. Pengkhususan suatu ibadah itu harus tawqifiyah (harus dengan dalil). Doa awal dan akhir tahun sendiri tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula pernah dicontohkan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.”

Jadi,  bisa dipastikan bahwa amalan Berdoa menyambut awal tahun dan akhir tahun Hijriyah adalah amalan yang mengada-ada, amalan yang tidak pernah dituntunkan dan diajarkan oleh Nabi SAW.

Lalu amalan apa yang bisa kita lakukan saat momen Tahun Baru Islam 1 Muharram ini? Amalan yang jelas sekali dianjurkan untuk dilakukan saat Bulan Muharram adalah Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura, yaitu Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response