Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Implementasi Ekonomi Berkeadilan Umar bin Abdul Azis
PALONTARAQ.ID – ZAKAT fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan memasuki saat futur (berbuka puasa) pada Idul Fitri.
Hadist Ibnu Umar ra menyebutkan bahwa, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum Orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)
TULISAN ini menjawab tentang hukum dan ketentuan Zakat Fitrah yang cukup banyak dilontarkan di akhir-akhir Ramadhan. Tulisan ini dikemukakan dalam bentuk tanya jawab, dimana Syaikh bin Baaz dan Syaikh Utsaimin menjawab segala soal tentang Zakat Fitrah, sebagaimana termaktub dalam Kitab “Al-Fatawa”.
Bagaimana hukum zakat fitrah?
Syeikh bin Baaz berkata, “Zakat fitrah hukumnya wajib atas setiap muslim yang masih kecil, atau sudah besar, laki-laki atau perempuan, baik merdeka ataupun hamba sahaya” (Sumber: Al-fatawa, 14/197).
Zakat Fitrah dikeluarkan dalam Bentuk apa?
Syeikh bin Baaz berkata, “Zakat fitrah dikeluarkan berupa satu sha’ makanan, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ gandum, atau satu sha’ kismis, atau satu sha’ keju, dan menurut perkataan para ulama yang paling shahih bahwa termasuk dari harta yang boleh dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah segala sesuatu yang merupakan makanan pokok manusia di daerah mereka, seperti nasi, jagung, milet, dan lain-lain.”
Lihat juga: Infak, Sedekah, dan Zakat di Bulan Ramadhan
Kapan Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah?
Syeikh bin Baaz berkata, “Waktu mengeluarkan zakat fitrah adalah di hari kedua puluh delapan, dua puluh sembilan, tiga puluh, malam ied, dan pagi hari ied sebelum shalat ied”. (Sumber: Alfatawa, 14/32-33)
Sebab Mengeluarkan Zakat Fitrah?
Syeikh Utsaimin berkata, “Untuk menampakkan rasa syukur atas kenikmatan yang telah Allah SWT berikan kepada seorang hamba berupa diperbolehkannya lagi makan di siang hari setelah ia menyempurnakan puasanya di bulan suci Ramadhan”. Alfatawa (18/287).
Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Syeikh Utsaimin berkata, “Yang berhak menerima zakat firah hanyalah satu golongan yaitu fuqara”. (Sumber: Al-fatawa, 18/259).
Hukum mewakilkan anak atau yang lainnya untuk mengeluarkan zakat fitrah. Syeikh utsaimin berkata, “Seorang diperbolehkan untuk mewakilkan anaknya agar mereka membayarkan zakat fitrah pada waktunya, walaupun ketika itu ia sedang berada di negara lain untuk keperluan tertentu”. Alfatawa (18/262).
Apakah Seorang fakir boleh mewakilkan Orang lain untuk Mengambilkan Zakat Fitrah untuknya?
Syeikh Utsaimin berkata, “Boleh”. (Sumber: Al-fatawa, 18/268).
Adakah Ucapan tertentu saat Mengeluarkan Zakat Fitrah?
Kami tidak mengetahui adanya doa tertentu ketika mengeluarkan zakat fitrah”. (Sumber: Lajnah Daimah, 9/387).
Lihat juga: Do’a Pemberi dan Penerima Zakat
Bolehkah Membayar Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang?
Syeikh Bin baaz berkata, “Menurut pendapat kebanyakan ahli ilmu tidak diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang, karena hal itu menyelisihi apa yang telah diriwayatkan dari Nabi SAW dan para sahabatnya”. (Sumber: Al-fatawa, 14/32).
Syeikh Utsaimin berkata, “Tidak diperbolehkan mengeluarkan Zakat Fitrah dalam bentuk uang, karena zakat fitrah harus dikeluarkan dalam bentuk makanan”. (Sumber: Al-fatawa, 18/265).
Sebagian ulama sebagaimana Syeikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ harga makanan yang jika di konversikan sebesar Rp40.000,-
Adakah Ketentuan Nishab dalam Zakat Fitrah?
Syeikh bin baaz berkata, “Tidak ada nishab tertentu dalam zakat fitrah, akan tetapi seorang harus mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya dan keluarganya, yaitu anak dan istrinya, juga budaknya selama ia memiliki kelebihan makanan baik bagi dirinya atau keluarganya yang melebihi kebutuhan sehari semalam”. (Sumber: Al-fatawa, 14/197).
Berapa Takaran yang Dikeluarkan dalam Zakat Fitrah?
Syeikh bin Baaz berkata, “Yang wajib adalah mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ berupa makanan pokok daerah tertentu, adapun takarannya dengan kilogram adalah sekitar 3 kilogram. (Sumber: Al-fatawa, 14/203).
Bolehlah mengeluarkan Zakat Fitrah di selain Negara Orang yang Membayar Zakat?
Syeikh bin baaz berkata, “Sunnahnya adalah membagikan zakat fitrah kepada Orang-orang fakir yang berada di negara orang yang membayar zakat, bukan membayarnya di luar negri, agar ia bisa memenuhi kebutuhan Orang-orang fakir yang berada di negerinya”. (Sumber: Al-fatawa, 14/213).
Lihat juga: UAS diangkat jadi Duta Zakat Indonesia
Dimana tempat kita Membayar Zakat Fitrah?
Syeikh Utsaimin berkata, “Zakat fitrah dibayar dimanapun kamu mendapati Hari Raya ‘Idul Fitri, walaupun engkau berada jauh dari negaramu”.
Apakah Seorang Pembantu juga Wajib Menunaikan Zakat Fitrah?
Syeikh Utsaimin berkata, “Pertama, Seorang pembantu rumah tangga wajib menunaikan zakat fitrah karena ia juga termasuk dari kaum muslimin. Kedua, Asalnya yang berkewajiban untuk membayarkannya adalah dirinya sendiri, namun apabila majikannya ingin membayarkan zakat fitrahnya maka tidak mengapa”.
Apakah Diwajibkan membayar Zakat Fitrah untuk Janin?
Syeikh Utsaimin berkata, “Zakat fitrah tidak wakib dikeluarkan untuk janin yang berada di kandungan, akan tetapi hukum mengeluarkan zakat fitrah bagi janin adalah mustahab”. (Sumber: Al-fatawa, 18/263).
Apakah boleh memberikan Zakat Fitrah kepada Pekerja Non Islam?
Syeikh Utsaimin berkata, “Tidak boleh memberikan zakat fitrah kecuali kepada orang fakir dari kaum muslimin saja”. (Sumber: Al-fatawa (18/285).
Apakah Zakat Fitrah hanya boleh Diberikan kepada Satu Orang atau Boleh dibagi kepada lebih Satu Orang?
Seorang boleh memberikan zakat fitrahnya kepada satu orang, ataupun ia bagikan kepada beberapa orang. (Sumber: Lajnah daimah, 9/377).
Apa Hukumnya Mengambil Zakat Fitrah lalu Menjualnya?
Jika yang mengambilnya adalah orang yang berhak menerimanya maka tidak mengapa ia menjualnya. (Sumber: Lajnah daimah, 9/380).
Apa Hukum mengakhirkan Pembayaran Zakat Fitrah sampai selesai Shalat ‘Ied tanpa udzur?
Syeikh Utsaimin berkata, “Menunda pembayaran zakat fitrah sampai setelah shalat hukumnya haram, tidak diperbolehkan. (Sumber: Al-fatawa, 18/266)
Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.


