Masjid Darussalam Belawa dan Tradisi Malam ke-15 Ramadhan

Masjid Darussalam Belawa, Wajo

Masjid Darussalam Belawa, Wajo. (foto: rumahtiang419)

Laporan:  Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan?  KABUPATEN Wajo dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak menghasilkan banyak ulama besar.  Karena keterkenalan Pesantren As’adiyah sebagai Pesantren Tertua di Sulawesi Selatan inilah, sehingga Daerah Sengkang seringkali disematkan dengan sebutan “Kota Santri”.

Selain Pesantren As’adiyah yang banyak menelorkan ulama kharismatis, di Kabupaten Sengkang, Wajo juga berdiri dengan megah Masjid yang menjadi ikon wisata religi, yaitu Masjid Darussalam Wajo, yang terletak di Kecamatan Belawa.  Masjid yang dibangun sejak 1947 merupakan wujud gagasan dan semangat dakwah Anre Gurutta (Maha Guru) Kyai Haji Martan.

Atas dukungan masyarakat setempat, sampai sekarang Masjid Darussalam Belawa, Wajo ini pasti terpelihara dengan baik dan selalu penuh sesak oleh jamaah.  Masjid berlantai dua,  memiliki dua kubah dan dua menara di sisi depannya ini dengan sendirinya menjadi  salah satu destinasi wisata religi karena keindahan arsitekturnya, kombinasi arsitektur Bugis dan Arab.

Umumnya, memasuki malam ke-15 Ramadhan seperti saat ini,  Masjid Darussalam akan ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.   Tak hanya dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Wajo, beberapa jamaah juga berasal dari luar kabupaten, seperti Sidrap, Soppeng, Bone,Pinrang dan Enrekang.

Selain itu,  beberapa perantau asal Belawa yang bermukim di luar Sulawesi Selatan juga kerap kali memanfaatkan momen Ramadhan untuk berkunjung ke Masjid yang mengenang sejarah perkembangan Islam di daerah Belawa, Wajo dan sekitarnya tersebut.

Lihat pula: Orang Wajo yang Saya Kenal

Masjid Darussalam Belawa Wajo ini tak pernah sepi dan kebiasaan mengunjunginya pada 15 Ramadhan sudah menjadi tradisi bagi perantau asal Belawa.  Sejak malam ke-15 Ramadhan hingga malam terakhir Ramadhan, masjid tak pernah sepi oleh jamaah dari luar daerah, terkhusus bagi mereka yang merasa memiliki kedekatan kultural dan historis dengan Masjid Darussalam Belawa Wajo.

Masjid Darussalam juga menjadi saksi perkembangan Islam dan kultur tradisional religius di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar untuk menunaikan shalat tarawih disini.  Salah satunya, keberadaan makam yang diyakini sebagai ibunda Syekh Tosagenae, yang juga terdapat di Kecamatan Belawa.

Siapa Syekh Tosagenae itu? Konon, sosok Syekh Tosagenae merupakan putra asli Belawa yang memutuskan melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Mekkah sejak usianya masih sangat belia.  Syekh Tosagenae dikabarkan meninggal di tanah suci Mekkah sebelum sempat pulang ke kampung kelahirannya, Belawa.

Banyak jamaah yang juga menyempatkan berziarah ke makam Ibunda Syekh Tosagenae sebelum berbuka puasa. Itulah sebabnya daerah Belawa banyak juga yang menyebutnya dengan sebutan “Bumi Tosagenae.” (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response