Ketika Nabi SAW Dihina, Seekor Anjing pun Marah

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh:  Ummu ‘Adil

HUKUMAN, siksaan atau balasan terhadap penista agama, yang suka mengolok-olok agama, menghina dan merendahkan Al-Qur’an, dan bahkan menghina baginda Nabi Muhammad SAW adalah suatu keniscayaan yang pasti.  Allah SWT tidak akan membiarkan agama, kitab, dan rasulNYA dihina, direndahkan atau dinistakan.

Hanya saja Hukuman, siksaan atau balasan tersebut adalah rahasia Allah SWT.  Ada yang diberikan langsung, ada yang ditundanya, dan ada pula yang diberikan secara tidak terduga-duga, ataupun sebelum mati, dihinakan kehidupannya di dunia.

Pelajarilah bagaimana banyak kisah penista agama, penghina al-Qur’an, dan yang mengolok-olok baginda Nabi SAW ditimpakan kematian yang mengenaskan.

Lihat juga: Adab terhadap Keluarga dan Keturunan Nabi

Salah satu kisah itu adalah seorang Nasrani, yang mati mengenaskan karena menghina Nabi SAW, diserang anjing, digigit, sampai kemudian mati terhinakan dihadapan banyak orang.  Hal ini diceritakan Al Haafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqolany dalam kitabnya, “Ad-Durarurl Kaaminah Fi A’ayaanil Miati Tsaaminah” Jilid 4 Halaman 153.”

 

قصة الكلاب الذى انقض على النصراني الذى شتم النبي

ابن حجر العسقلاني

أَن بعض أُمَرَاء الْمغل تنصر فَحَضَرَ عِنْده جمَاعَة من كبار النَّصَارَى والمغل فَجعل وَاحِد مِنْهُم ينتقص

النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَهُنَاكَ كلب صيد مربوط فَلَمَّا أَكثر من ذَلِك وثب عَلَيْهِ الْكَلْب فخمشه فخلصوه مِنْهُ

وَقَالَ بعض من حضر هَذَا بكلامك فِي مُحَمَّد صلى الله عَلَيْهِ وَسلم

فَقَالَ كلا بل هَذَا الْكَلْب عَزِيز النَّفس وَآل أُشير بيَدي فَظن أَنِّي أُرِيد أَن أضربه

ثمَّ عَاد إِلَى مَا كَانَ فِيهِ فَأطَال فَوَثَبَ الْكَلْب مرّة أُخْرَى فَقبض

على زردمته فقلعها فَمَاتَ من حِينه فَأسلم بِسَبَب ذَلِك نَحْو أَرْبَعِينَ ألفا من الْمغل

ابن حجر العسقلاني، الدرر الكامنة في أعيان المائة الثامنة، ت محمد عبد المعيد ضان

مجلس دائرة المعارف العثمانية، صيدر اباد

الهند، الطبعة الثانية 1392هـ/ 1972م ج 4 ص 153

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah bercerita dalam Kitabnya:

Pernah suatu hari ada sekelompok orang dari kalangan pembesar Nashrani menghadiri sebuah perayaan seorang pemimpin Mongol yang telah murtad (menjadi Nashrani).

Pada perayaan itu ada seorang pendeta yang menghina Nabi SAW, sedangkan di sana ada seekor anjing pemburu yang terikat.

Saat si penyembah salib yang dengki ini mulai mencela Nabi SAW, anjing tersebut menggonggong dengan keras lalu kemudian menerkam si Nashrani itu dan mencakar wajahnya.

Maka Orang-orang yang melihatnya terkejut dan segera berusaha menyelamatkannya. Lantas sebagian orang yang hadir berkata:  Itu diakibatkan hinaanmu kepada Muhammad SAW.

Si Nashrani berkata:  Tidak, Anjing ini hanya spontanitas karena melihat isyarat tanganku dan disangkanya aku ingin memukulnya.

Namun kemudian ketika Si Nashrani ini mengulang kembali celaannya terhadap Nabi SAW dengan perkataannya yang sangat keji.

Maka si anjing pun berhasil lepas dari ikatannya dan langsung saja menyambar leher si Nashrani itu dan merobek hingga bagian dadanya yang paling atas.

Orang itu pun mati seketika. Karena kejadian ini, ada sekitar 40.000 orang Mongol masuk Islam.

Lihat juga: Orang Baik dan Penyeru Kebaikan

Di zaman kita saat ini, apakah anjing lebih mulia dan lebih pemberani daripada manusia?

Jangan Sampai Seekor Anjing Masih Lebih Mulia Karena Membela Kehormatan Nabi SAW dibanding yang Mengaku Muslim Tapi Membela Penghina Al-Qur’an

Imam Ibnu Al-Mundzir berkata, “Para ulama telah berijma’ (bersepakat) bahwa orang yang mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam harus dibunuh.

Di antara yang berpendapat demikian adalah imam Malik (bin Anas), Laits (bin Sa’ad), Ahmad (bin Hambal) dan Ishaq (bin Rahawaih). Hal itu juga menjadi pendapat imam Syafi’i.” sebagaimana disebutkan dalam Kitab Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, 8/82. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response