Tondongkura, Desa “Kura” di Tondong Tallasa

by Etta Adil | Sabtu, Mei 26, 2018 | 642 views
Penulis di puncak Batu Taddinding, Desa Tondongkura. (foto: hasbihtc/palontaraq)

Penulis di puncak Batu Taddinding, Desa Tondongkura. (foto: hasbihtc/palontaraq)

Tulisan Sebelumnya:

Tambara, Herbal Pembangkit Kematian dari Tondongkura

H. Puang Tompo: Pemerintahan Islam DI/TII Pernah Terwujud di Tondongkura

Dalam Semenit, Menginjakkan Kaki di Tiga Kabupaten

Pengabdian Rakyat di Makam Raja

ANDA pernah mendengar kata “kura”? Yang saya maksudkan bukanlah kata “kura-kura” dalam Bahasa Indonesia, tetapi kata “kura” dalam Bahasa Makassar. Tak banyak orang, termasuk orang Makassar sendiri yang memahami arti dan asal usul kata ini dengan baik karena kata ini lebih banyak digunakan oleh Masyarakat Makassar yang bermukim di daerah dataran tinggi (pegunungan), meski di Kota Makassar sendiri dikenal nama jalan Tondongkura.

Di Kabupaten Pangkep, ada satu kecamatan yang disebut Kecamatan Tondong Tallasa. Dalam Bahasa Makassar Konjo Pegunungan atau dalam bahasa lokal setempat lebih sering disebut Bahasa Makassar Tondong, arti kata Tondong adalah tinggi, sedang Tallasa yang juga dikenal dalam kosakata Bahasa Makassar di dataran rendah berarti hidup. Jadi, Tondong Tallasa bisa dimaknai sebagai “kehidupan yang ada di ketinggian (daerah pegunungan)”. Nah, salah satu desa dalam lingkup Kecamatan Tondong Tallasa adalah satu desa yang disebut “Tondongkura”.

Suasana pagi di Desa Tondongkura. (foto : mfaridwm)

Suasana pagi di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Suasana pagi di Desa Tondongkura. (foto : mfaridwm)

Suasana pagi di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Apa hubungan Desa Tondongkura di Pangkep dengan Jalan Tondongkura pada salah satu ruas jalan Veteran Selatan di Makassar?  Apakah ada satu orang terkemuka dari Desa Tondongkura yang kemudian membuka jalan dan bermukim disitu sehingga nama jalan itu dinamai Jalan Tondongkura?  Sampai saat ini belum didapatkan satu informasi valid mengenai keterkaitan keduanya. Tokoh Masyarakat setempat yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Tondongkura, Abdul Munir, S.Pd.I didampingi beberapa stafnya kepada penulis, juga mengaku tidak ada yang tahu.

Dari beberapa penuturan masyarakat Desa Tondong Kura, kata “kura” berasal dari ungkapan “Tamangngura-ura” yang artinya tidak apa-apa. Menurut Haji Puang Tompo, Tokoh masyarakat adat Tondongkura, mengungkapkan bahwa kata “Tamanngura-ura” atau “Tidak Apa-apa” itu bermakna aman dan tidak akan terjadi apa-apa. “Siapa saja yang masuk ke Tondongkura akan aman, tidak akan terjadi apa-apa, atau tidak akan kacau”, ungkapnya. Jadi, Tondongkura secara harfiah berarti suatu daerah (desa) tinggi (tondong) yang aman (kura).

Kantor Pemerintah Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Kantor Pemerintah Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Rumah Warga Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Rumah Warga Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Salah satu sekolah di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Salah satu sekolah di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Secara sosio kultur, warga Desa Tondongkura lebih dari 500 KK menggantungkan penghidupannya dari bertani dan berkebun, meskipun hutan dan gunungnya kaya akan hasil kayu dan batubara berkualitas tinggi. Setiap akhir pekan, masyarakatnya yang beragama Islam meluangkan waktu berburu babi yang dianggap sebagai “binatang penganggu” bagi tanaman pertanian dan perkebunan warga di sekitar hutan dekat desa dan pegunungan yang mengitarinya.

Berdasar informasi Tugu GPS Badan Pertanahan Nasional yang ditanam di depan Kantor Desa  Tondongkura, posisi desa pegunungan ini berada pada posisi titik kontrol geodesi 20073. Untuk mencapai Desa Tondongkura ini, dapat ditempuh dengan kendaraan motor dan mobil sepanjang lebih dari 35 km dari Pangkajene, Ibukota Kabupaten Pangkep.

Tugu GPS di depan Kantor Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Tugu GPS di depan Kantor Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Titik Kontrol Geodesi Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Titik Kontrol Geodesi Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Desa Tondongkura secara geografis berada di sebelah timur Kota Pangkajene, berbatasan dengan Kecamatan Pujananting, Barru dan Tondong Bua, Kabupaten Bone pada bagian utara dan timurnya, sedang sebelah selatannya berbatasan dengan Kecamatan Balocci, Pangkep. Kecamatan Tondong Tallasa yang melingkupi Desa Tondongkura sebenarnya merupakan kecamatan pemekaran pada Tahun 2000 dari Kecamatan Balocci di masa pemerintahan Bupati Pangkep HA Gaffar Patappe (1999-2004).

Sampai saat ini belum ada satupun konflik yang terjadi dalam Desa Tondongkura. Hal ini semakin membuktikan kebenaran makna dari kata “Kura” dari nama “Tondong Kura”. “Alhamdulillah. Disini Aman. Bisa terjadi kekacauan kalau masyarakat desa Tondongkura sendiri yang mau kacau, tapi kalau karena pengaruh dari luar. Insya Allah tidak terjadi dan kita akan pertahankan itu”, kunci H. Puang Tompo, Tokoh Masyarakat setempat. (*)

Salah satu sisi kawasan pertanian di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Salah satu sisi kawasan pertanian di Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pemandangan Gunung Bulusaraung dilihat dari Kawasan Batu Taddinding Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pemandangan Gunung Bulusaraung dilihat dari Kawasan Batu Taddinding Desa Tondongkura. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Like it? Share it!

Leave A Response