Beranda Cerpen Gara–gara Facebook

Gara–gara Facebook

facebook-illustration-lci.fr
facebook-illustration- (sumber: lci.fr)

 

Oleh: Etta Adil

Ramzi masih tersedu-sedu di sebuah ruangan sempit penjara, Yang ada di pikirannya hanya penyesalan demi penyesalan.

Dibenaknya masih terngiang kata-kata istrinya, “Sudah kukatakan padamu, jangan main facebook. Tapi dasar kau tidak mau mendengar, pendapatmu saja yang kau anggap benar. Sekarang apa coba? Kau terperangkap dalam ruang pertemanan semu dan kaupun tergoda oleh foto–foto narzis wanita di friendlistmu yang mengumbar paha dan belahan dadanya”.

Tiga bulan lalu ia resmi bercerai dari istrinya. Tak disangka ia terjebak permainan chating di facebook yang membawanya kepada perselingkuhan dengan seorang janda.

Istrinya ditinggalkan sampai kemudian ia tertangkap basah digerebek polisi di sebuah wisma pinggir Kota Makassar bersama sang janda teman facebooknya tersebut. Ia pun tertangkap kamera wartawan dan semua warga dikampungnya langsung melahap berita tersebut.

Buntutnya ia tidak hanya diceraikan isterinya, diusir dari kampungnya, dipecat dari kantornya dan kini ia mendekam disebuah ruangan sumpek bersama para napi di Rumah Tahanan.

* * *

Minggu pagi yang tidak terlalu cerah, turut menyelimuti perasaan Lisa. Hari itu ia kuatkan hatinya untuk menjenguk mantan suaminya di Penjara. “Bagaimanapun ia adalah Ayah dari Anak–anakku,” pikirnya.

Setelah bercerai dari suaminya tiga bulan lalu, ia memutuskan untuk pindah rumah ke kota lain untuk menghindari cemoohan tetangganya. Kini, ia datang untuk menjenguk mantan suaminya dan berusaha memaafkannya.

Setelah diantar sipir penjara, ia pun bercerita banyak kepada suaminya.

“Sudahlah Daeng, Saya sudah memaafkan Daeng. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan facebook, hanya penggunanya sajalah yang salah dalam memanfaatkannya. Saya kira Daeng lebih tahu dan sudah merasakan sendiri akibatnya,” ujar Lisa. “Maafkan Daeng ya, Sayang. Saya tertipu oleh janda itu. Saya kira dia masih gadis dan perhatian sama Daeng, sehingga Daeng terpikat dan melupakanmu”, balas Ramzi dengan mata berkaca–kaca.

“Sudahlah Daeng, cukuplah janda itu jadi pelajaran. Saya malu Daeng di Penjara dan masih akan menjalani hukuman beberapa tahun lagi. Saya harus menghidupi dua anak kita. Bulan depan saya akan menikah, bukan dengan seorang Facebooker tapi dia seorang Blogger. Penulis di Kompasiana, ungkap Lisa.

Ramzi : ?????!!!!!????????!!!!! (*)

——

(*Diambil dari Cerita “Gara-gara Facebook”, dari Buku Antologi Cerita karya Etta Adil – “Surat Cinta Buat Bidadari Kecilku di Surga”, Pustaka Puitika (2015)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT