Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Tauhid dan Keutamaannya
PALONTARAQ.ID – Aqidah dan akhlak merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam, sehingga sangat penting untuk selalu dijaga dan menjadi keperibadian seorang muslim.
Apa itu ‘Aqidah-Akhlak? ‘Aqidah adalah kata lain dari iman itu sendiri. Kalau dikatakan seseorang itu tak berqidah, berarti dia tak beragama, dan tentunya tak beriman kepada Allah SWT. ‘Aqidah secara tegas yang dimaksud disini ialah keimanan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan kepada Allah SWT. Lawan katanya adalah Syirik dan pelakunya disebut Musyrik.
‘Aqidah tempatnya di hati, diyakini dan dibenarkan dalam hati, sehingga bagi pemiliknya yang menempatkan Allah di hatinya akan timbul ketenangan jiwa dan rasa bergantung kepada Allah yang diwujudkan dalam bentuk ibadah.
Itulah sebabnya pengertian aqidah secara umum adalah kepercayaan, keimanan, keyakinan secara mendalam dan benar lalu merealisasikannya dalam perbuatannya. ‘Aqidah dalam agama Islam berarti percaya sepenuhnya kepada kekuasaan Allah, dimana Allah-lah tuhan pencipta, pengatur, pemilik, dan yang menguasai segala sesuatu di alam semesta dan jagad raya ini.
Bagi umat Islam, ibadah dan perintah menjalan ajaran agama, dasarnya adalah ‘aqidah, atau dalam bahasa lain, disebut Tauhid. Ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya adalah wujud keimanan atau ‘aqidah kepada Allah SWT. Inilah dasar Tauhid, yaitu beribadah kepada Allah hanya untuk Allah, dan hal inilah yang menjadi tujuan dari diciptakannya manusia.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56).
Rasulullah ﷺ bersabda, “Hak Allah atas setiap hamba adalah supaya mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah menjelaskan dalam risalah Ushul Tsalatsah, bahwa “tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa tauhid mengandung penetapan ibadah, hanya boleh dipersembahkan kepada Allah dan wajibnya meninggalkan sesembahan selain-Nya”. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (QS. An-Nisaa’ : 36).
Sedangkan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang berakibat timbulnya berbagai perbuatan, baik ataupun buruk, yang kadang keluar secara spontan tanpa disertai pertimbangan. Akhlak dapat juga diartikan sebagai perangai yang menetap pada diri seseorang dan merupakan sumber munculnya perbuatan tertentu dari dirinya secara spontan tanpa adanya pemaksaan.
Akhlak adalah sifat dasar manusia yang dibawa sejak lahir dan tertanam dalam dirinya. Itulah sebabnya dikenal akhlak mulia (akhlaqul karimah) dan akhlak buruk. Akhlak dalam aktualisasi mewujud dalam perbuatan yang etik, sopan santun, adab, tata krama, yang perlu dijaga untuk mewujudkan saling pengertian dan menghargai dalam pergaulan sosial.
Dalam Islam, Aqidah dan akhlak adalah dua hal yang sangat penting. ‘Aqidah mengatur dan menjaga bagaimana hubungan vertikal dengan Allah, sedang akhlak mengatur dan menjaga bagaimana hubungan horizontal dengan sesama manusia. ‘Aqidah yang kuat dan benar tercermin dari akhlak terpuji dan karimah.
Dalam Bulan Suci Ramadhan, ‘Aqidah dan akhlak ini bukan hanya perlu dijaga, tetapi ditingkatkan. Bahkan tak hanya di Bulan Ramadhan, di bulan-bulan lainnya pun perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Menjaga ‘Aqidah berarti menjaga keimanan, menjaga agar iman kita terus terjaga dan meningkat kualitasnya. Memperhitungkan segala ibadah dan perbuatan lainnya tidak terjerumus ke arah khurafat dan kemusyrikan.




[…] 1. Menjaga Aqidah Akhlak […]