Oleh: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Berikut ini puisi berjudul “Riau Kepulauan”, suatu persembahan puisi anak Makassar yang cinta Riau Kepulauan.
Lihatlah disana
Di bentangan zamrud khatulistiwa
Di sebelah barat kepulauan nusantara
Berjejer keindahan nusa yang memukau jiwa.
Kecantikan berbalut tradisi melayu.
Oh Riau Kepulauan
Ribuan pulau dalam kesatuan eksotis alam melayu
Natuna, Anambas, Bintan, Batam, Tanjungpinang, Lingga dan Karimun.
Lembaran etnik nusantara dalam dinamika zaman Melayu Riau, Malaka dan Johor
Melengkapi jejak Sriwijaya yang tenggelam dalam peraduan sejarah
Saat Kesultanan Siak merajut kembali kejayaan.
Lihatlah disana
Di karimun, cerita diurai pada tapak berjejak di Prasasti Pasir Panjang
Cerita yang tetap ada di era Kesultanan Melayu Islam menebar rahmat
Sampai datang masa kolonial menebar derita dan nestapa, dari Pulau Penuba sampai Riouw
Cahaya Islam tak mudah dipadamkan, malah menginspirasi jiwa-jiwa merdeka
Oh Riau Kepulauan
Keindahan bertiang adat Melayu
Kemolekan berlandaskan syiar agama yang menjadi budaya Melayu
Kesopanan dan kesantunan yang terpatri dalam perilaku putri Melayu.
Sebagaimana Raja Ali Haji menancapkan budi dalam bahasa dan sastra.
Mendorong semangat mencipta tradisi musik, seni dan sastra Melayu.
Lihatlah disana
Pelangi di barat nusantara
Di ujung laut tenggelam dalam pesona senja
Disana kulihat dirimu, setia menanti cinta.
Pada tutur ulama yang menegakkan tiang pemerintahan.
Dari Makassar untuk Riau
Ditulis, 2 Mei 2015


