“Siti Naharira” Raih Juara I Sayembara Menulis Cerita Rakyat Pangkep

H. Djamaluddin Hatibu terima penghargaan dari Agupena. (foto: mfaridwm)

H. Djamaluddin Hatibu terima penghargaan dari Agupena. (foto: mfaridwm)

Laporan:  Etta Adil

Sayembara Menulis Cerita Rakyat Pangkep yang dirangkaikan dengan Workshop Kepenulisan “Menulis untuk Kemajuan Bangsa” di Aula STKIP Andi Matappa, 19 Februari lalu berhasil dimenangkan oleh H. Djamaluddin Hatibu dengan cerita rakyat berjudul “Siti Naharira”.

Cerita rakyat ini berasal dari naskah lontaraq yang disusun oleh H. DjamaluddinHatibu, yang dimasa kecilnya cerita tentang “Sitti Naharira” begitu sangat membekas dalam hati dan pikirannya sebagai cerita yang menanamkan nilai-nilai kesabaran dan keteguhan sikap dalam meraih cita-cita.

Juri Sayembara, M. Farid W Makkulau menilai bahwa “Siti Naharira” memang pantas dan layak menjadi Juara I, dari segi orisinalitas cerita dan kandungan pesan yang ada didalamnya. “Cerita rakyat seperti Siti Naharira ini harusnya lebih banyak lagi yang terangkat ke permukaan jika saja di kalangan guru ada semangat kepenulisan.

Kehadiran Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Pangkep ini, salah satunya untuk mendorong bangkitnya semangat literasi di kalangan pendidik dan di lingkungan pendidikan, sehingga lebih banyak lagi karya tulis tentang Pangkep yang bakal lahir”, ujar Penulis Buku “Sejarah dan Kebudayaan Pangkep” yang juga Sekretaris Agupena Pangkep ini.

Para pemenang sayembara menulis cerita rakyat (foto: mfaridwm)

Para pemenang sayembara menulis cerita rakyat (foto: mfaridwm)

Penulis cerita rakyat “Siti Naharira”, H. Djamaluddin Hatibu dalam workshop kepenulisan Agupena tersebut juga mendapatkan penghargaan “Long Life Achievement Award” karena prestasi dan karyanya yang tetap bisa menikmati sebagai warisan pemikiran. Penghargaan ini diberikan langsung M. Ardi Aly,S.Sos, MM, Ketua Agupena Sulsel didampingi Muhammad Ilham Rauf, S.Pd,M.Pd, Ketua Agupena Pangkep.

Penulis bersama H. Djamaluddin Hatibu. (foto: ist/desy reskiani)

Penulis bersama H. Djamaluddin Hatibu. (foto: ist/desy reskiani)

H. Djamaluddin Hatibu sendiri lahir di Pulau Balang Lompo, Liukang Tupabbiring, 11 Desember 1942. Semasa hidupnya mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan pernah juga mengabdi sebagai Anggota DPRD Pangkep dari Fraksi Golongan Karya.

Di Organisasi, H. Djamaluddin Hatibu aktif sebagai Pembina Kwarcab Pramuka Pangkep dan pernah diamanahi oleh Pemkab Pangkep sebagai Ketua Dewan Kesenian dan Pelestarian Budaya Kabupaten Pangkep.

Beberapa karya tulisnya selain Sitti Naharira adalah: Indonesia Boritta, Kelong Tasawuf, Alat Tenun Tradisional ( dalam empat bahasa : Indonesia, Makassar, Bugis, dan Mandar), Kapten Pahlawan Laut, Panji-Panji Kecamatan Se-Kabupaten Pangkep, KhitananAdat di KabupatenPangkep, dan Kumpulan Aru. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response