BerandaFiksiBahagia itu (Katanya) Sederhana

Bahagia itu (Katanya) Sederhana

Oleh:  Etta Adil

Bahagia itu sederhana, tulis netizen pada banyak akun sosial media
Seakan ikut memahami arti cinta, layaknya dokter saat mendiagnosa pasien
Seakan ikut merasakan perihnya rindu, layaknya tersangka yang terjerat pasal pidana.

Bahagia itu sederhana, tulis pujangga pada bait syairnya
Seakan ikut mengerti makna sayang pada jiwa yang tak tersentuh virus
Seakan ikut menjaga buah kasih pada raga yang tercemar vaksin palsu.

Bahagia itu sederhana, tulis sastrawan pada memoarnya.
Seakan ikut merawat korban tilang pada sosok tak kenal kriminal
Seakan ikut mendukung bumi hijau pada kampanye selamatkan hutan.

Bahagia itu tak sesederhana diucapkan
Bahagia itu ukurannya bukan postingan sosial media
Pun tidak dalam dalam syair puitis para penyair
Juga tidak dalam memoar estetik para sastrawan

Bahagia itu tak cukup dipahami, tapi harus dirasakan
Bahagia itu tak cukup dimengerti, tapi harus dijaga.
Tak cukup dirawat, tapi harus didukung.
Bahagia itu tidak panas dan tidak memanasi. Tapi, ia menghangatkan
Bahagia itu tidak menekan, tapi ia memberi ruang.

Bahagia itu. Aku dalam hatimu, dan Kamu dalam hatiku
Bahagia itu. Aku dan Kamu dalam cinta, rindu, kasih dan sayang.
Bahagia itu ‘kata’ yang tercipta untuk kita, bukan untuk dia atau mereka.
Bahagia itu tidak sesederhana dalam pikiran dia atau mereka.
Karena kita adalah kata lain dari bahagia itu sendiri.

 

Puisi Etta Adil #mulungkata
Minasatene, 27 Agustus 2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT