BerandaBeritaFacebook tinjau konten Berpotensi Hoax

Facebook tinjau konten Berpotensi Hoax

Laporan:  Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Sebagai media sosial dengan jumlah user terbanyak, rupanya Facebook cukup terganggu dengan maraknya berita hoax. Tak terkecuali di Indonesia, berita hoax tersebut semakin tidak terkendali menjelang Pemilukada dan Pilpres. Facebook mendeteksi bahwa penyebaran berita hoax sangat efektif melalui sosial media, tak terkecuali lewat Facebook.

Seperti dikutip dari BuzzFeed News, Minggu (24/6). Kini, Facebook akan langsung bertindak agar kejadian serupa tak lagi terulang. “Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengumumkan rencana mereka menggunakan teknologi machine learning untuk mendeteksi berita palsu.

Selain itu, machine learning ini juga dapat mengurangi jangkauan halaman yang menyebarkan berita palsu”, demikian diungkapkan Product Manager Facebook Tessa Lyons. Dikatakan oleh Tessa Lyons, bahwa Fokus Facebook saat ini adalah pembuat berita palsu yang menargetkan pengguna Facebook di negara lain dengan hoax untuk mencari keuntungan.

Praktik seperti ini sangat marak selama dan setelah pemilihan presiden Amerika Serikat pada Tahun 2016. Contohnya, halaman-halaman yang dikontrol oleh warga Makedonia yang menyebarkan berita-berita palsu pro Donald Trump dan mendapatkan keuntungan hingga ribuan dollar dari iklan.

Lihat juga: Menkominfo Rudiantara Ancam Blokir Facebook di Indonesia

Untuk mendeteksi berita palsu, Facebook akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta di 14 negara yang akan meninjau konten yang tersebar di platformnya yang telah ditandai sebagai berita palsu. Setelah pemeriksa menandai konten tersebut sebagai berita palsu, Facebook akan mengurangi jangkauan konten tersebut dan memperlihatkan hasil pemeriksaannya sebagai konten terkait di News Feed.

Facebook juga memperluas program yang dapat memungkinkan mitra pengecek faktanya untuk mendeteksi gambar dan video yang mengandung informasi hoax. Facebook akan menggunakan teknologi yang dapat mengidentifikasi dan menurunkan duplikat dari berita palsu secara otomatis.

“Hoax tiruan telah menjadi tren yang terus menguat di Tahun 2017 dan 2018. Dengan menggunakan machine learning, kita mampu untuk mengidentifikasi dan menurunkan duplikat dari artikel yang ditandai palsu oleh pemeriksa berita,” kata Product Manager Facebook Tessa Lyons seperti dikutip dari BuzzFeed News, Minggu (24/6).

Lyons menjelaskan bahwa machine learning dapat mengidentifikasi pages penyebar hoax untuk mengejar profit berdasarkan aktifitas sebelumnya. “Pages ini sering menyalin konten dari sumber lain. Sinyal lainnya adalah situs ini memiliki iklan berkualitas rendah, terlihat dari pola dimana admin halaman yang berbasis di satu negara menargetkan orang di negara lain.”

“Admin-admin ini biasanya memiliki akun asli tapi palsu namun teridentifikasi oleh sistem memiliki aktifitas mencurigakan. Pages dapat dikembalikan jangkauannya jika berhenti menyebarkan konten tak bertanggung-jawab. “Ada kemampuan untuk merehabilitasi pages juga,” imbuh Lyons. (ea1/palontaraq)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT