Beranda Berita Inggris bakal buka Museum Budaya Islami

Inggris bakal buka Museum Budaya Islami

British Museum
British Museum (ilustrasi. sumber foto: wikipedia/ist)

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ. ID — Bulan Oktober mendatang, Kerajaan Inggris bakal membuka sebuah museum budaya Islami yang akan memamerkan beberapa benda berharga dari era Ottoman.  Benda peninggalan “budaya islami” tersebut baka dibuka untuk pengunjung di Museum Inggris yang terkenal di dunia, The Albukhary Foundation Gallery of the Islamic World.

Seperti dilansir di Anadolu, dalam pameran utama Museum The Al-bukhary Foundation Gallery of the Islamic World tersebut, rencananya bakal  memamerkan koleksi Islam kelas dunia, termasuk Seni Budaya Islam Turki  dari era Utsmaniyah serta dari geografi Islam lainnya.

“Galeri baru akan menjadi presentasi yang komprehensif dari Dunia Islam melalui seni dan budaya material,” ungkap Pengelola Museum Inggris itu. Diungkapkannya bahwa pembukaan museum itu akan menggarisbawahi koneksi global di seluruh wilayah yang luas di dunia dari Afrika Barat ke Asia Tenggara dan mencerminkan hubungan antara dunia kuno dan abad pertengahan serta dunia modern.

Menurut kurator Museum Inggris, Venetia Porter, dalam galeri baru itu nantinya memiliki dua kamar. Masing-masing akan menceritakan kisah budaya Dunia Islam dari daerah yang membentang dari Afrika Barat ke Asia Tenggara dari Abad VIII hingga dewasa ini.

“Penciptaan Galeri dari Yayasan Al-Bukhary  akan memberikan kesempatan luar biasa untuk menampilkan hal-hal kehidupan sehari-hari seperti permainan modern dan alat musik. Koleksinya meliputi arkeologi, seni dekoratif, wayang kulit, seni buku, tekstil, dan seni kontemporer”, ungkap Venetia Porter.

“Kami tahu betapa pentingnya Tradisi Karagoz, yaitu nama umum tradisi boneka wayang Turki sekarang tetapi memiliki tradisi yang sangat panjang juga. Kami  juga akan memasukkan boneka bayangan yang dibuat oleh Metin Ozlen, yaitu salah satu dalang Karagoz yang paling terkenal di Turki.

Selain itu,  akan ada contoh lain dari Budaya Ottoman akan terwakili di galeri baru. Salah satunya adalah lampu Masjid Ottoman yang penting dibuat di Iznik dan spanduk Ottoman yang indah dari Periode Selim III (1761-1808) sebagai salah satu objek yang akan dipajang”, papar Venetia Poter, kurator Museum Inggris tersebut.

Penggagas Galeri “Budaya Islami” dalam Museum Inggris tersebut adalah The Al-bukhary Foundation, organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Malaysia. Selama 40 tahun terakhir,  yayasan ini  mempromosikan bidang pendidikan dan warisan budaya, khususnya Islam.

Seperti dikutip dari siaran pers pengelola Museum Inggris, Koleksi Galeri “Budaya Islami” diantaranya adalah  koleksi benda-benda lain dari Budaya Ottoman yang kaya, termasuk sepasang baki mandi dari kayu yang dihias dengan mutiara. Koleksi lainnya adalah contoh-contoh tembikar keramik Iznik dan pakaian yang berhubungan dengan Sultan Selim III.

“Islam telah memainkan peran penting dalam peradaban besar sebagai keyakinan, sistem politik dan budaya. Kami akan menampilkan objek yang memberikan gambaran tentang pertukaran budaya di daerah yang membentang dari Nigeria ke Indonesia dan dari Abad VII hingga dewasa ini,” kata pengelola Museum Inggris dalam siaran persnya.

Selain itu, galeri itu akan menambah koleksi baru yang akan mencakup halaman bergambar abad ke-14 yang menakjubkan dari salah satu tradisi lisan yang paling terkenal, yakni epik Persia Shahnama atau Kitab Raja-raja. Koleksi itu akan ditampilkan bersama folio-folio monumental kaisar Mughal India abad ke-16, Akbar’s Hamzanama atau Petualangan Hamza. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT