Laporan: Rudi Amrulah
Lihat pula: Ketua YASDIC IMMIM Pangkep hadiri Hari Jadi Pangkep
PALONTARAQ.ID – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pangkep, H. Rismayani Syamsuddin menggunting pita tanda dimulainya operasional Pasar Apung di Sungai Limbangan. Pasar ini untuk pertama kalinya hanya menjual produk hasil olahan dan camilan khas Pangkep.
Rismayani mengatakan, usai membuka pasar Apung yang berada di rest area Limbangan Kecamatan Ma’rang, Sabtu (7/3/2020), bahwa kedepannya agar pasar ini juga menjual bahan kebutuhan pokok masyarakat. “Ini juga akan menjadi kegiatan Dekranasda agar hasil produknya dapat dijual di sini,” katanya yang didampingi Kadis Pariwisata, Ahmad Djamaan.

Pasar Apung ini tampak dipenuhi sampan yang menjual beberapa produk camilan dan oleh-oleh khas Pangkep. Ada kerupuk kepiting, abon ikan bandeng, kerupuk ikan bandeng, nudget dan sosis ikan bandeng serta beberapa minuman dingin. Harganya sangat bervariasi, untuk kerupuk Rp 5.000 hingga 10.000 perbungkusnya. Begitupun untuk minuman yang harganya juga sangat terjangkau.
“Sengaja saya ke sini mau melihat langsung pasar Apung seperti yang ada di Kalimantan,” kata Mukhtar dari Pangkajene. Ia bersama keluarganya sengaja berlibur melihat Pasar Apung pertama di Sulsel.

Kadis Pariwisata, Ahmad Djamaan, menjelaskan untuk pertama baru produk hasil olahan yang dijual. Kedepannya akan menjual sayuran hingga kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Ia juga akan menata tata cara operasional Pasar Apung ini yang untuk tahap pertama baru dilaksanakan setiap akhir pekan pukul 14.00 wita hingga sore harinya.
Tampak belasan sampan berjejer rapi di tepian dermaga yang berisi berbagai pedagang olahan makanan. Pembeli dengan mengendarai sampan juga melakukan transaksi di atas perahu yang sudah disiapkan oleh panitia. Setiap pembeli juga dilengkapi pelampung sebagai alat keselamatan selama di sampan atau perahu. (*)


