BerandaPesantrenPuisi: Ayo Mondok, Menata Akal dan Akhlaq

Puisi: Ayo Mondok, Menata Akal dan Akhlaq

Oleh: Etta Adil 

PALONTARAQ.ID – Puisi ini menonjolkan ajakan penuh semangat untuk menuntut ilmu di pesantren sebagai jalan pembentukan diri—bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kedewasaan sikap dan keluhuran budi.

Mondok bukan sekadar tinggal di asrama, melainkan perjalanan membentuk ilmu, adab, dan kedewasaan. Di pesantren, remaja belajar menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu umum, melatih disiplin ibadah, memperkuat akhlak, serta menemukan bakat melalui berbagai kegiatan. Pesantren menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan—tempat akal ditempa, hati dilembutkan, dan masa muda diisi dengan nilai Qur’an dan Hadits agar kelak menjadi pribadi cerdas, santun, dan bermanfaat.

Ayo Mondok, Menata Akal dan Akhlaq

Ayat-ayat suci menjadi mubtada bagi jiwa yang ingin tertata
Yakin melangkah, seperti fi‘il mudhari‘ yang terus bergerak maknanya
Orang berilmu meninggikan derajat dengan adab sebagai khabarnya

Menuntut ilmu bagai tashrif kata, berubah namun berakar sama
Olah pikir ditempa, akhlak dirawat dalam setiap harakat makna
Nahwu dan shorof menjadi kunci membuka pintu bahasa
Dinamika pesantren laksana i‘rab hidup yang berwarna
Orangtua tersenyum melihat anaknya tumbuh dewasa
Kitab dan kelas berpadu, umum dan agama seirama

Doa dilangitkan setiap waktu shalat yang terjaga
Ilmu Al-Qur’an dan Hadits menjadi cahaya remaja

Pesan adab lebih tinggi dari sekadar angka
Olah raga dan seni menguatkan jiwa
Niat lurus menjadi ‘amil yang mengangkat makna
Dakwah kecil dilatih sejak muda
Organisasi dan ekskul membentuk percaya diri luar biasa
Kedisiplinan waktu menjadi mahkota santriwati mulia

Pusat pembinaan akal dan akhlaq, di Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep cahaya ilmu tampak berkilau.
Ekskul beragam—beladiri, drumband, pramuka—jiwa pun terpaut
Sirah Nabawiyah dan Tarikh Islam menuntun langkah agar tak tersesat
Aqidah dan Akhlaq menjadi pondasi yang tak pernah rapuh
Nahwu shorof membuka rahasia bahasa, qira’atul kutub mengasah pikiran
Tilawah Qur’an dan pengajian kitab menenangkan jiwa
Remaja mengisi usia dengan muhadharah dan dakwah mulia
Etika dan budi pekerti dijunjung tinggi tanpa ragu
Nilai umum dan agama berpadu dalam satu lagu

Putri-putri tangguh belajar mandiri dan santun
Usaha memahami ilmu umum dan diniyah berjalan beriringan
Tepat waktu shalat menjadi kebiasaan yang menguatkan iman
Ramah anak, lingkungan aman menumbuhkan keberanian
Ikhtiar belajar menjadi bukti kedewasaan

Ilmu Hadits dan Ulumul Qur’an mengisi relung hati
Menata sabar dalam setiap ujian diri
Mengasah akal, membentuk pemimpin masa nanti
Indah kebersamaan teman seangkatan yang saling menguatkan
Mapannya pengelolaan—lebih dari setengah abad berdiri—menjadi saksi kematangan pendidikan dan harapan negeri.

***

Puisi akrostik ini menyampaikan pesan bahwa memilih mondok di pesantren—khususnya di Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep—adalah pilihan yang menyenangkan sekaligus bermakna. Pesantren digambarkan bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi ruang tumbuh yang lengkap.

Di Pesantren, Ilmu agama dan ilmu umum berjalan seimbang, sehingga santri tidak tertinggal dalam wawasan dunia maupun akhirat. Ajakan “Ayo Mondok” adalah ajakan mendidik diri dengan ibadah dan adab hingga pada akhirnya membentuk pribadi yang santun, disiplin, dan berakhlak baik. Al-Qur’an dan Hadits menjadi fondasi karakter, sementara nahwu–shorof, fikih, dan sejarah Islam memperkaya pemahaman keilmuan.

Intinya, pesan puisi adalah bahwa mondok merupakan proses pendewasaan diri—menempa akal, menata hati, meninggikan akhlaq, serta mengisi masa remaja dengan kegiatan positif agar tumbuh menjadi anak shalehah yang cerdas, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 9 Februari 2026

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT