Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Putri IMMIM Belajar di Pusat Informasi Geologi Maros-Pangkep
PALONTARAQ.ID – Saat penulis merencanakan field trip atau karya wisata, maka salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi pelajar/santri adalah Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep yang berada dalam lingkungan Rumah Jabatan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Mengapa harus berkunjung ke PIG Maros-Pangkep? Ya, Berkunjung ke Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan bukan sekadar jalan-jalan biasa. Lokasi ini merupakan “jendela” untuk memahami salah satu kawasan karst (batu gamping) terluas dan tercantik di dunia yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.
Ada banyak pelajaran dan pembelajaran yang bisa digali dari berkunjung ke PIG Maros Pangkep tersebut. Berikut ini penulis secara detail mengungkapkan apa yang bisa dipelajari dan keterkaitannya dengan mata pelajaran sekolah.
Apa yang Bisa Dipelajari di PIG Maros-Pangkep? Di pusat informasi ini, siswa dapat belajar tentang sejarah bumi secara visual dan interaktif. Hal utama yang dipelajari meliputi:
a. Proses Pembentukan Karst (Karstifikasi). Memahami bagaimana batu gamping yang awalnya berada di dasar laut bisa terangkat ke permukaan bumi dan terkikis oleh air hujan selama jutaan tahun hingga membentuk menara-menara batu yang unik.
b. Geodiversity (Keragaman Geologi). Mengenal jenis-jenis batuan, fosil purba yang ditemukan di kawasan tersebut, serta formasi batuan yang menyusun pegunungan Maros-Pangkep.
c. Biodiversity (Keragaman Hayati). Belajar tentang spesies endemik yang hanya hidup di ekosistem karst, seperti kera hitam (Macaca maura) dan berbagai jenis kupu-kupu yang membuat Maros dijuluki “The Kingdom of Butterfly”.
d. Kekayaan Budaya & Arkeologi. Mengetahui sejarah manusia purba yang pernah tinggal di gua-gua (leang) Maros-Pangkep, termasuk bukti lukisan tangan tertua di dunia.
Mata Pelajaran apa saja yang berhubungan dengan isi PIG tersebut? Isi dari PIG Maros-Pangkep sangat multidisipliner, artinya mencakup banyak materi pelajaran sekaligus, diantaranya:
1. Geografi. Ini adalah mata pelajaran yang paling dominan. Materi mencakup Tenaga Endogen dan Eksogen, Siklus Batuan, dan Penataan Ruang. Siswa melihat langsung hasil tenaga endogen (pengangkatan daratan) dan eksogen (pelapukan kimiawi oleh air hujan pada batu gamping). Di sini juga dipelajari pentingnya konservasi lahan karst sebagai tandon air alami.
2. Biologi. Materinya mencakup Keanekaragaman Hayati, Ekosistem, dan Evolusi. Kawasan karst memiliki ekosistem yang ekstrem dan unik. Siswa bisa mempelajari adaptasi flora dan fauna di lingkungan gua yang gelap dan lembap, serta pentingnya menjaga rantai makanan di kawasan Geopark.
3. Sejarah. Materinya mencakup Kehidupan Manusia Purba dan Masa Praaksara. PIG menyediakan data tentang sebaran gua-gua prasejarah. Ini memberikan gambaran nyata tentang pola hunian manusia purba di Sulawesi yang menggunakan gua sebagai tempat tinggal dan medium seni (lukisan dinding gua).
4. Kimia. Materinya mencakup Reaksi Asam-Basa dan Kelarutan. Proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit di dalam gua adalah murni reaksi kimia antara air (H2O), Karbondioksida (CO2), dan Kalsium Karbonat (CaCO3).
5. Ekonomi/Sosiologi. Materinya mencakup Pemberdayaan Masyarakat dan Pariwisata Berkelanjutan. Siswa dapat belajar bagaimana status “Global Geopark” berdampak pada ekonomi masyarakat lokal melalui ekowisata dan bagaimana gesekan antara industri semen (tambang marmer/batu gamping) dengan upaya pelestarian lingkungan.
Demikianlah beberapa alasan mengapa penulis selalu mengarahkan guru dan siswa/santrinya untuk berkunjung dan belajar di Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep. Entah itu dalam kegiatan berkonsep “Belajar Di Luar Kelas (BDK), Kokurikuler, ataukah Field Trip (Karya Wisata)”. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pemandu Field Trip/Edu-Trip Condultant


