Oleh: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik yang disusun dan dirangkai dari kata “Raisatuzzakinal Ikbal” ini menyampaikan bahwa perjalanan seorang santriwati adalah perpaduan antara kecerdasan, ketekunan, dan kelembutan hati yang diarahkan oleh doa serta kepercayaan orang tua.
Melalui metafora ilmu nahwu, puisi menekankan bahwa Hidup perlu aturan dan susunan, seperti kaidah nahwu yang membuat kalimat bermakna jelas. Bahwa Mimpi boleh tinggi, termasuk keinginan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri, selama tetap berlandaskan adab dan usaha, namun harus pula disadari bahwa Peran orang tua sangat penting sebagai penguat dan pemberi amanah, bukan sekadar penonton.
Intinya, puisi ini mengajarkan bahwa cita-cita besar akan lebih kokoh bila disusun dengan ilmu, doa, dan restu orang tua, sehingga perjalanan hidup menjadi “kalimat” yang utuh, indah, dan bermakna.
Langkah Manshub Menuju Cita
Raf‘u mimpinya tinggi seperti isim marfū‘ di awal kalimat,
Akalnya tajam, cerdas membaca makna di balik harakat.
I‘rab hidupnya rapi, rajin menata setiap usaha,
Santriwati Barru bagai sifat yang memperindah jumlah.
Angan dan harap berderet seperti ma‘ṭūf yang tak putus,
Tekadnya tsābit, tak mudah berubah oleh waktu.
Untaian doa orang tua menjadi taukīd penguat langkah.
Zahirnya lembut, zharaf rasa yang halus dan peka,
Zikirnya lirih, namun maknanya dalam tak terhingga.
Ambisi terjaga, bukan mubālaghah tanpa arah,
Kerajinannya laksana fi‘il mudhāri‘—terus berlangsung.
Ingin menjejak negeri jauh, seperti maf‘ul fih yang luas,
Niat kuliah di luar negeri tersimpan bak dhamīr mustatir,
Amanah orang tua dipikul sebagai maf‘ul bih kehidupan,
Hati perasa namun tetap manshūb oleh adab.
Ikhtiarnya menjadi fa‘il bagi takdir yang diharap,
Kalimat mimpinya tersusun seperti jumlah mufīdah, bermakna.
Barru tanah asalnya bagai mudhāf ilaih yang melekat,
Arah langkah dijaga agar tak keluar dari qawā‘id,
Lafaz hidupnya ditutup waqaf hasan—tenang, namun penuh janji.
***
Minasatene-Pangkep, 13 Desember 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.


