BerandaLiterasiPuisi: Perjalanan Jiwa Pemegang Ransel Harapan

Puisi: Perjalanan Jiwa Pemegang Ransel Harapan

Oleh: Etta Adil *)

Related Post: Puisi: Harakat Harapan di Tanah Perantauan

PALONTARAQ.ID – Puisi Akrostik ini disusun dan dirangkai atas nama “Nur Magfira” ini bertema perjalanan, memakai metafora perjalanan hidup seorang santriwati yang kadang sulit ditebak, tetapi tetap membawa harapan besar dari orangtuanya.

Perjalanan Jiwa Pemegang Ransel Harapan

(1)

Napas langkahnya seperti musafir di jalan panjang kehidupan.
Usaha kadang naik turun seperti jalan berliku.
Rahasia hatinya sulit ditebak oleh banyak orang.

Meski terkadang rajin, terkadang pula malas menghampiri.
Arah perjalanan hidupnya tetap menuju tujuan mulia.
Garis harapan orangtua menjadi kompas dalam langkahnya.
Fajar mimpi selalu memanggilnya untuk bangkit lagi.
Inilah perjalanan seorang santriwati yang belajar memahami diri.
Rantau ilmu menjadikannya lebih kuat dari hari ke hari.
Akhirnya ia melangkah sebagai pejuang kehidupan.

(2)

Nur membawa ransel harapan dalam perjalanan hidupnya.
Ufuk masa depan menunggu langkah yang berani.
Rintangan datang seperti jalan mendaki.

Meski kadang langkahnya melambat oleh rasa malas.
Akan tetapi semangat selalu menemukan jalannya kembali.
Gunung harapan orangtua berdiri tinggi di hadapannya.
Fitrah perjuangan membuatnya tak mudah menyerah.
Ibarat pengelana, ia belajar dari setiap perjalanan.
Rute hidupnya membentuk keberanian dan keteguhan.
Akhirnya Nur Magfira tumbuh sebagai pejuang sejati.

***

Puisi Akrostik ini mengirimkan pesan bahwa perjalanan hidup tidak selalu lurus. Kadang seseorang jatuh dalam keraguan atau kemalasan, tetapi kompas harapan orangtua dan cita-cita masa depan selalu menuntun kembali ke jalan yang benar.

Seperti seorang traveler, hidup adalah perjalanan panjang yang penuh tanjakan dan persimpangan. Keteguhan, harapan orangtua, dan pengalaman hidup akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang kuat dan bermartabat. (*)

Minasatene-Pangkep, 22 November 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT