Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i
Lihat pula: 40 Fadhilah Shalawat
PALONTARAQ.ID – Dalam syahadat kita, menyatu kalimat iman dan amal, Kalimat Iman, Asyhadu an La Ilaha IllaLlah dan Kalimat amal, wa Asyahadu anna Muhammadur Rasulullah. Nah, bagaimana menegakkan amal, sesuai tuntunan Rasulullah SAW kalau tidak diawali dengan kecintaan kepada beliau.
Syeikh Isa Al-Bayanuni rahimahullah berkata:
“Aku bermimpi melihat Nabi Muhammad saw, beliau berkata kepadaku: “Kami sudah menyiapkan tempat untukmu di dekat kami”.
Lantas Syeikh berangkat haji ke Makkah, lantas menziarahi Rasulullah saw. Tiga hari setelah ziarah, beliau sakit selama beberapa hari kemudian wafat dan dimakamkan di Pemakaman Baqi’.
Setelah beberapa tahun dari wafatnya, makam beliau dibongkar untuk menguburkan orang yang baru saja meninggal. Ternyata mereka menemukan jasad Syeikh masih utuh.
Bagaimana jasad beliau tidak utuh, sedangkan beliau berkata dalam Syairnya:
جسد تمكن حب أحمد فيه ☆ تالله إن الأرض لا تبليه
Artinya:
Jasad yang menyimpan cinta pada Ahmad (Nabi Muhammad), demi Allah tak kan pernah dimakan bumi.
أو كيف يبليه التراب وحبه ☆ في قلبه ومدحه في فيه
Artinya:
Atau, bagaimana tanah akan memakannya, sedangkan cinta pada Nabi ada di hatinya, pujiannya ada di lisannya.
أكثر عليه من الصلاة فإنها ☆ نور لقبرك عند ما تأويه
Artinya:
Perbanyaklah Sholawat kepada Nabi, sesungguhnya sholawatmu akan menjadi cahaya dalam kubur saat kau memasukinya.
Lihat pula: Shalawat Penyembuh Penyakit
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Mari senantiasa bershawalat kepada Nabi, Muhammad SAW. Semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya dan menyempurnakan kehidupan yang didambakan dan kebahagiaan, di akherat, di surgaNYA kelak. (*)
Muhammad Farid Wajdi, S.H.i, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep/Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)


