Gema Gita Suryana: Si Kecil yang Terampil Merajut

by Penulis Palontaraq | Minggu, Mar 15, 2020 | 43 views
Foto bersama Bupati Luwu Utara, Indah Indriyani, Gema Gita Suryana, kedua dari kanan. (foto: ettaadil/palontaraq)

Foto bersama Bupati Luwu Utara, Indah Indriyani, Gema Gita Suryana (kedua dari kanan) usai Seminar Nasional International Woman’s Day (IWD) 2020 di Aula La Galigo, Kantor Pemkab Luwu Utara. (foto: ettaadil/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Perawakan tubuhnya kecil, cantik, bola matanya sedikit besar seakan menggambarkan penerimaan yang luas dalam bergaul, dan gaya bicaranya lugas dengan akhiran -mi dan -ee khas Bau-bau, asal kota kelahirannya.

Nama gadis kelahiran Bau-bau, 11 November 1996 ini disingkatnya GGS. Tapi bukan Ganteng-ganteng Serigala ya, sebagaimana judul sinetron di teve itu, tapi GGS adalah singkatan dari namanya Gema Gita Suryana, yang akrab dipanggil: Gita.

Gita yang pada Bulan Februari 2020 lalu terpilih sebagai salah seorang Duta Muda Berdaya Berkarya, yang merupakan salah satu Program Empower Youth for Work (EYW) Oxfam Indonesia adalah Gita yang mampu menghangatkan suasana diskusi dengan gaya bicaranya yang kadang mengundang gelak tawa.

Gema Gita Suryana (jilbab hitam). (foto: ist/palontaraq)

Gema Gita Suryana (jilbab hitam). (foto: ist/palontaraq)

Meski hanya berpendidikan terakhir SMA karena harus putus kuliah sejak Tahun 2018 di STIKOM Muhammadiyah Batam, tak membuat surut langkahnya untuk menjadi perempuan mandiri, berwirausaha dari nol berbekal keterampilan merajut yang dipelajarinya secara otodidak.

Kini, Gita yang hobi menyanyi dan pernah Juara 1 Lomba Menyanyi yang dihelat Starmaker pada November 2019 lalu ini, telah mulai mengenalkan wirausaha kerajinan rajutnya dengan brand GGS Handycraft, juga menjalankan kursus rajut tas GGS di Kota Bau-bau.

Bagi Gita, tak ada kata terlambat untuk belajar berwirausaha. “Belajarlah untuk selalu berpikir “What Next?”, bukan terpuruk dalam “Your Problems”.

Kursus Rajut GGS Handycarft. (foto: ist/palontaraq)

Kursus Rajut GGS Handycarft. (foto: ist/palontaraq)

Beberapa hasil kerajinan rajut GGS Handycarft. (foto: ist/palontaraq)

Beberapa hasil kerajinan rajut GGS Handycarft. (foto: ist/palontaraq)

Bersama Penulis, Gema Gita Suryana di Acara Camping Gathering Oxfam Indonesia, di Desa Uraso Lutra, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Dua contoh hasil kerajinan rajut GGS Handycarft. (foto: ist/palontaraq)

“Produksi tas rajut bisa selesai 3-7 hari, dengan kisaran harga 150 ribu hingga 1 juta. Teman-teman yang berminat dapat pre order dan memesan melalui media sosial,” ungkapnya kepada penulis di sela-sela kegiatan Camping Gathering Oxfam Indonesia (13/3/2020) di Desa Uraso, Kampung Likudengeng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

“Untuk memesan tas rajut, peminat dapat melihat contoh produksi kami di media sosial, juga dapat memesan khusus sesuai keinginannya, terkait bentuk, motif dan ukuran tasnya,” ujarnya.

Bersama Penulis, Gema Gita Suryana di Acara Camping Gathering Oxfam Indonesia, di Desa Uraso Lutra, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Bersama Penulis, Gema Gita Suryana di Acara Camping Gathering Oxfam Indonesia, di Desa Uraso Lutra, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Bersama Penulis, Gema Gita Suryana di Acara Camping Gathering Oxfam Indonesia, di Desa Uraso Lutra, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Gema Gita Suryana bersama Mitra Oxfam dan Duta Muda EYW 2020 lainnya di Acara Camping Gathering Oxfam Indonesia, di Desa Uraso Lutra, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Gita berharap dengan GGS Handycarft yang dikelolanya dapat terus tumbuh dan berkembang. “Karena itu kedepan, kami membutuhkan bapak asuh dan mitra usaha, dengan harapan dapat diberikan mentor, dibantu permodalan serta dibantu promosi dan strategi pemasaran,” harapnya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response