Islam HNW: Tolak Survey Komnas HAM terkait Sanksi bagi Muslim...

HNW: Tolak Survey Komnas HAM terkait Sanksi bagi Muslim yang Tetap ke Masjid saat Covid-19

-

- Advertisment -

 

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) mengkritisi Komnas HAM yang melakukan survei tendensius kepada Umat Islam dan merekomendasikan sanksi sosial.

Keprihatinan HNW ini disampaikan saat Raker komisi VIII DPRRI dengan Menteri Agama (Menag) RI, Senin 11/5/2020. HNW berharap agar Menag ikut mengoreksi perillaku tendensius dan diskriminatif yang menstigmatisasi Umat Islam.

“Survey Komnas HAM ini tendensius dan melanjutkan pola Islamophobia dan ketidakadilan terhadap Umat Islam di Indonesia, negara yang mayoritasnya beragama Islam, Umat yang berjasa dalam Pemerdekaan RI dan menyelamatkan Indonesia dari kudeta PKI”, tegas Wakil Ketua MPR RI ini.

HNW mengingatkan fakta bahwa virus ini bermula bukan dari komunitas Umat Islam, melainkan dari Wuhan China. Sebelum akhirnya sampai ke Indonesia virus tersebut sudah menyebar di Eropa, AS dan lain-lain yang mayoritasnya tidak beragama Islam.

“Dalam konteks Indonesia, Covid-19 juga diketahui penyebaran pertamanya tidak terkait dengan komunitas Umat Islam maupun Masjid, melainkan terkait dengan orang Jepang di cafe, penyebaran Covid-19 di Indonesia malahan banyak terjadi di gereja, moda transportasi, pabrik, pasar, dan tempat keramaian lain,” pungkas HNW

“Komnas HAM harusnya hormati HAM semua umat beragama, berlaku adil, dan tidak tendensius dan melanjutkan pola islamophobia. Faktanya penyebaran Covid-19 juga tidak membedakan latar Agama dan profesi”.

“Agar fair dan adil, mestinya Komnas HAM saat membuat survey merujuk pada aturan PSBB dalam pasal 13 Permenkes 9/2020 bahwa pembatasan sosial bukan hanya di masjid, tapi harus dilakukan dimana saja, di fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, dan aktivitas moda transportasi.” jelas HNW.

Sebagaimana diketahui, Komnas HAM mengadakan survei daring pada 29 April-4 Mei 2020. Hasilnya 99% responden memahami risiko berjamaah di tempat ibadah, 95% responden mematuhi himbauan MUI/Kemenag untuk beribadah di rumah, dan 70,8% respondens sampaikan perlu ada sanksi terhadap Umat Islam yang tetap beribadah di rumah ibadah selama Ramadan.

HNW mengungkapkan fakta bahwa salah satu klaster awal penyebaran Covid-19 di Jawa Barat justru datang dari kegiatan gereja, yakni Persidangan Sinode Tahunan GPIB di Hotel Aston Bogor (28/2) dan seminar keagamaan GBI di Lembang, Bandung (3/3), juga terjadi di Seminari Gereja Bethel di Jakarta, juga Gereja di Surabaya.

Selain itu ada juga kegiatan non-keagamaan yang turut berkontribusi, seperti Musyawarah Daerah Hipmi Jawa Barat di Karawang (9/3) dan aktivitas pabrik rokok Sampoerna di Surabaya, di mana terdapat 65 orang karyawan yang positif Covid-19. Yang terbaru, penyebaran Covid-19 di KRL sehingga diminta stop beroperasi oleh Gubernur DKI dan Gubernur Jabar, sekalipun ditolak oleh Menteri Perhubungan.

SUMBER: DISINI

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman Herba Penurun Tensi dan Rematik PALONTARAQ.ID - Kenal dengan Rosela? Bukan,...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu terjadi sekira Tahun 2004 silam di tempat tinggal kami Jalan...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep, Jumat (29/5/2020) memutuskan tanggal 15 Juli sekolah dibuka...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Must read

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you