Ekonomi Apa Gunanya Ada Pemerintah?

Apa Gunanya Ada Pemerintah?

-

- Advertisment -

 

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Idealnya, situasi pandemik virus Covid-19 itu dihadapi dengan Kebijakan Lockdown, Karantina Wilayah yang diikuti dengan jaminan kebutuhan dasar orang dan hewan ternak oleh pemerintah pusat.

Tidak perlu lama, untuk waktu satu bulan kedepan. Sebab, kebijakan PSBB itu zalim. Rakyat diminta ini itu, dibatasi ruang geraknya, dan terhambat mencari nafkah.

Disisi lain,  Pemerintah ogah mengganti kebutuhan nafkah akibat PSBB yang diberlakukan. PSBB itu Pemerintah jalankan kewenangan, tapi lepas tanggung jawab memberi makan rakyat.

Okelah, tidak Lockdown tidak apa-apa, tak mau Karantina Wilayah tidak apa-apa, tidak kasih makan rakyat, tidak memenuhi kebutuhan hidup dasar orang dan hewan tidak apa-apa. Mau dipaksa, Pemerintah juga tak mau peduli.

Tapi kalau ga bisa mengurangi beban rakyat disaat pandemik, ga bisa ngasih makan rakyat, jangan tambahi beban rakyat.

Dulu, waktu naikin harga BBM alasannya minyak mentah dunia naik. Harganya, dulu per barel bisa USS 85-100.

Kemudian Pemerintah nyinyir, dan langsung umumkan kenaikan BBM seperti nyolong ayam, pada malam hari.

Sekarang, harga minyak mentah dunia itu cuma kisaran USS 20 an Per Barel. Artinya, ada penurunan hingga 70 % lebih murah.

Jadi kalau BBM yang hari ini Rp. 9000/liter di SPBU, semestinya harganya tinggal Rp. 3000 an/liter.

Itu itungan kasar dan pake logika Paling mudah. Kalau dihitung rinci, ya tidak terlalu jauh.

Intinya, harga BBM Pertamina di SPBU harusnya bukan 9000 an/liter. Harus sudah turun, minimal separuhnya.

Jika mengacu harga minyak mentah dunia, harga BBM di SPBU Pertamina, paling mahal Rp.4500 an/liter.

Berarti, hampir satu bulan ini sejak harga minyak mentah dunia anjlok sejak Maret 2020 yang lalu, rakyat Indonesia di palak dengan harga BBM kemahalan. Rakyat, membayar hampir 100 % lebih mahal ketimbang harga sesungguhnya.

Di Malaysia saja, yang memberikan kompensasi kepada keluarga akibat virus Covid-19, harga BBM nya turun. Sementara di Indonesia ?

Sudah tidak memberi kompensasi ke rakyat, tidak menjamin kebutuhan dasar rakyat, BBM juga tidak turun. Kalau menggunakan rumus matematika, Kebijakan Pemerintah Indonesia zalim kuadrat.

Padahal di Pertamina sudah ada Ahok. Apa justru Karena ada Ahok, BBM tidak turun turun? Yang ada, cuma disediain layanan pesan antar. Sudah kayak jualan burger saja.

Terus sampai kapan rakyat di negeri ini bisa bertahan? Sampai kapan rakyat akan diam? Apa gunanya ada Pemerintah? Sampai kapan kegoblokan sistem demokrasi ini diakhiri? [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you