Berita Daerah Deskripsi dan Makna Lambang Kabupaten Luwu Utara

Deskripsi dan Makna Lambang Kabupaten Luwu Utara

-

- Advertisment -

Bupati Luwu Utara, Indah Indriyani menyerahkan Plakat Lambang Daerah Luwu Utara kepada Manager Program IWD 2020 Oxfam Indonesia, Widianto usai Seminar Nasional Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda, Aula La Galigo, Rabu (11/3/2020)
Bupati Luwu Utara, Indah Indriyani menyerahkan Plakat Lambang Daerah Luwu Utara kepada Manager Program IWD 2020 Oxfam Indonesia, Widianto usai Seminar Nasional Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda dalam Pertanian, Pengentasan Kemiskinan dan Pewujudan Hak atas Pangan di Masa Depan, Aula La Galigo Kantor Pemkab Luwu Utara, Rabu (11/3/2020). (foto: mfaridwm)

Oleh: M. Farid W Makkulau

PALONTARAQ.ID – Dalam situs resmi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, dijelaskan tentang Deskripsi dan Makna Lambang Daerah Kabupaten Luwu Utara, yaitu sebagai berikut:

Hijau: Kesuburan Luwu Utara

Kuning: Kebersihan, Kesuksesan dan Keunggulan

Coklat: Kesiagaan Masyarakat Luwu Utara Untuk Membangun Fisik, Mental dan Spiritual

Merah: Keberanian, Kerelaan Berkorban Demi Kemajuan Luwu Utara

Putih: Kebenaran, Kesungguhan, Kemurnian dan Kesucian Rasa dan Citra Masyarakat Luwu Utara

Hitam: Keperkasaan Raga dan Jiwa dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dari dalam maupun dari Luar.

Lambang Daerah Kabupaten Luwu Utara. (foto: ist/palontaraq)
Lambang Daerah Kabupaten Luwu Utara. (foto: ist/palontaraq)

Kemudian dari Lambang Kabupaten Luwu Utara, ada gambar Bintang, Payung MaejaE, Padi dan Kapas, Besi PekkaE, Pohon Sagu, serta Pita menunjukkan bahwa:

Gambar Bintang: Menggambarkan Ketuhanan yang Maha Esa, masyarakat Luwu Utara yang religius.

Gambar Payung Maejae: Sebagai Simbol Kekuasaan Tertinggi Raja Luwu yang melambangkan kemakmuran kemanunggalan (Masseddi Siri’) antara Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Luwu Utara dan sekaligus simbol “Pengayoman”.

Gambar Padi dan Kapas: Sebagai Simbol kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Utara yang cukup sandang dan pangan.

Gambar Payung dan Besi Pakkae: Merupakan simbol kekuasaan Raja Luwu Utara, maknanya adalah kesejahteraan egalitarain dan berbudaya antara seluruh komponen masyarakat Luwu Utara.

Gambar Pohon Sagu: Sebagai Simbol Kerukunan, Kekokohan, Ketegaran, Masyarakat Luwu Utara.
Wadah Gambar sebagai simbol dasar Negara, wadah dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara

Gambar Pita: Menggambarkan simbol Pengikat Persaudaraan.

Mengapa ada gambar Pohon Sagu dalam Lambang Daerah Kabupaten Luwu Utara? Bupati Luwu Utara, Indah Indriyani mengungkapkan bahwa Pohon Sagu merupakan simbol mata pencaharian dan sumber kehidupan masyarakat Luwu Utara.

Hal tersebut diungkapkan dalam Seminar Nasional “Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda “Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda dalam Pertanian, Pengentasan Kemiskinan dan Pewujudan Hak atas Pangan di Masa Depan” sebagai salah satu kegiatan rangkaian Peringatan International Woman’s Day (IWD) 2020 di Aula La Galigo Kantor Pemkab Luwu Utara, Rabu (11/3/2020).

Demikianlah Pemaknaan terhadap Pohon Sagu yang menjadi Simbol Ketahanan Pangan Luwu Utara. Seyogyanya seorang Bapak itu setegar pohon sagu yang sanggup melindungi dan menghidupi Anak-anaknya, sebagai seorang Pemimpin harus memastikan ketahanan pangan untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup rakyatnya. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman Herba Penurun Tensi dan Rematik PALONTARAQ.ID - Kenal dengan Rosela? Bukan,...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu terjadi sekira Tahun 2004 silam di tempat tinggal kami Jalan...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep, Jumat (29/5/2020) memutuskan tanggal 15 Juli sekolah dibuka...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Must read

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri...

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you