Laporan: Etta Adil
PALONTARAQ.ID, MASAMBA – Kabupaten Luwu Utara menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian kegiatan Peringatan International Woman’s Day (IWD) 2020, Rabu-Jumat (11-13/3/2020) dalam bentuk Seminar Nasional, Festival dan Pameran Bahan Pangan Non Beras, serta Camping Gathering.
Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Oxfam Indonesia bekerasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara dan Perkumpulan Wallacea, mengusung tema “Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda dalam Pertanian, Pengentasan Kemiskinan dan Pewujudan Hak atas Pangan di Masa Depan” bertempat di Aula La Galigo Kantor Pemkab Luwu Utara, Masamba, Rabu (11/3/2020).



Bupati Luwu Utara Indah Indriyani mengungkapkan bahwa Mata Pencaharian Penduduk Luwu Utara adalah dari sektor pertanian, dimana menyumbang PDRB 54,3 persen.
“Karena itu, Pembangunan Sektor Pertanian ini menjadi perhatian utama Pemkab Luwu Utara dan masyarakat Luwu Utara sudah terbiasa mengonsumsi bahan pangan non beras,” ujarnya.
“Yang tak kalah pentingnya adalah Peran dan Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda untuk tidak meninggalkan lahannya, dan malah memperjuangkannya kembali agar dapat ditanami berbagai bahan pangan lokal.”
“Ternyata kemudian ada begitu banyak kreasi pengolahan untuk menjadi sumber ekonomi kreatif dan produktif untuk menghasilkan kesejahteraan,” tambahnya.


Bupati Indah Indriyani menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Nasional yang digagas Oxfam bersama mitra-mitranya.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Widianto, Manager Program Oxfam Indonesia dalam Kegiatan International Woman’s Day 2020 bahwa Luwu Utara memiliki magnet tersendiri, selain tentu karena kepemimpinan perempuan, juga perhatian yang tinggi terhadap pangan non beras, juga karena kami melihat perjuangan tanah rakyat untuk daulat pangan cukup menarik untuk dikaji.
Di akhir acara, usai menyerahkan Plakat Lambang Daerah Luwu Utara kepada Manager Program Oxfam Indonesia, Widianto, Bupati Indah Indriyani sempat menegaskan simbol dan makna Pohon Sagu dalam Lambang Daerah Luwu Utara.
“Di Lambang Daerah Luwu Utara ini, ada gambar pohon sagu sebagai eksistensi penopang kehidupan ekonomi rakyat. Jika suatu saat tidak ada lagi pohon sagu disini, itu berarti alamat bahwa Luwu Utara sudah tidak ada lagi.”
“Pohon Sagu adalah simbol ketahanan pangan Luwu Utara. Karena itu mari kita sama-sama menjaganya,” ujarnya kepada seluruh peserta Seminar Nasional. (*)


