BerandaBeritaDaerahPutri IMMIM Kunjungan Jurnalistik ke Tribun Timur dan Harian Fajar

Putri IMMIM Kunjungan Jurnalistik ke Tribun Timur dan Harian Fajar

Laporan: Andi Hasbi Jaya

Lihat Videonya: DISINI

PALONTARAQ.ID – Hari masih pagi, Jarum jam baru saja menunjukkan Pukul 07.00 WITA ketika 35 Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep naik satu persatu ke Bus. Hari itu, Sabtu (12/03/2022), didampingi Humas Pesantren Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., dan Pembina Darmawati, S.Ag dan Indriani Larasati, S.Or, agenda yang harus dituntaskan adalah Kunjungan Jurnalistik ke Redaksi Harian Tribun Timur dan Harian Fajar, di Kota Makassar.

Bagi santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, kesempatan belajar di luar pondok adalah hal yang membahagiakan, karena sedikit bisa menghirup udara bebas di luar pondok, kesempatan melihat ‘dunia lain’ diluar rutinitas belajar di dalam pondok, serta jika ada waktu yang tersisa, meminta izin ke pendamping dan pembina agar dapat rekreasi diluar agenda kunjungan jurnalistik.

Rombongan Kunjungan Jurnalistik santriwati Putri IMMIM diterima di Ruang Redaksi tribun Timur. (foto: ist/*)
Rombongan Kunjungan Jurnalistik santriwati Putri IMMIM diterima di Ruang Redaksi tribun Timur. (foto: ist/*)

Agenda Kunjungan Jurnalistik ke Kantor Redaksi Harian Tribun Timur yang sedianya diterima Pukul 09.00 WITA berubah menjadi Pukul 10.00 WITA. Perubahan waktu kunjungan ini, yang akhirnya Humas Pesantren memutuskan rombongan untuk menyinggahi kawasan wisata sejarah, Fort Rotterdam sebagai penanaman wawasan pembelajaran dan literasi sejarah.

Waktu yang ditentukan berada di Fort Rotterdam adalah Pukul 08.30 – 09.30 WITA. Ke-35 santriwati menyebar dalam kawasan Fort Rotterdam, mengakrabi bangunan bersejarah Abad XVII itu. Fort Rotterdam pada awalnya adalah salah satu benteng pertahanan Kerajaan Makassar, disebut juga Benteng Pannyua yang dibangun sejak masa pemerintahan Karaeng Makassar/Raja Gowa IX, Karaeng Tumapakrisika Kallonna.

Pintu gerbang Fort Rotterdam. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Pintu gerbang Fort Rotterdam. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Fort Rotterdam ini, Pada Abad XVII, pasca Perang Makassar yang mengakibatkan kalahnya Kerajaan Makassar oleh gempuran sekutu Belanda dibawah pimpinan Cornelis Speelman dan Pasukan Bugis dibawah pimpinan Arung Palakka, akhirnya beralih penguasaan. Benteng Pannyua berubah menjadi Fort Rotterdam dan sejak itu dijadikan Kantor Gubernur Jenderal Belanda berkedudukan di Makassar.

Tepat Pukul 09.30 WITA, Rombongan Kunjungan Jurnalistik bergerak meninggalkan Fort Rotterdam menuju Kantor Redaksi Harian Tribun Timur yang mana disana sudah menunggu Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Ibu Munjiyah Mayangsari Taufiq.

Penyerahan Buku Profil Pesantren dari Humas Pesantren Putri IMMIM kepada Wapimred Tribun Timur, Ronald Ngantung. (foto: ist/*)
Penyerahan Buku Profil Pesantren dari Humas Pesantren Putri IMMIM kepada Wapimred Tribun Timur, Ronald Ngantung. (foto: ist/*)

Di Kantor Redaksi Harian Tribun Timur, Kunjungan Jurnalistik Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep diterima oleh Wakil Pimpinan Redaksi Harian Tribun Timur, Ronald Ngantung. Wartawan senior ini menjelaskan perkembangan media dalam 10 tahun terakhir.

“Media saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, mau tidak mau media mainstream seperti Tribun Timur harus menyesuaikan diri dengan itu dan memanfaatkan perkembangan TIK itu dengan variasi pemberitaan yang proporsional antara cetak dengan online, antara teks dengan video, serta turut melibatkan warga/netizen untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pemberitaan media, sebagai citizen journalism.” urai Ronald Ngantung.

Foto bersama dengan Wapimred Tribun Timur. (foto: ist/*)
Foto bersama dengan Wapimred Tribun Timur. (foto: ist/*)

Sementara itu, Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Munjiyah Mayangsari Taufiq, menguraikan perjalanan panjang Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak didirikannya pada Tanggal 17 Februari 1975 telah banyak menelorkan ribuan alumni dan segudang prestasi.

“Salah satu prestasi kami selama masa Pandemi Covid-19 adalah dari Kementerian Kesehatan RI sebagai satu-satunya sekolah berkategori madrasah di Sulawesi yang mendapatkan penghargaan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Juga kami tetap melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung sebesar 80 % dan hanya sekitar 20 % pembelajaran daring dari rumah,” ungkap Munjiyah Mayangsari yang juga putri dari H. Fachrul Islam, salah seorang tokoh pendiri Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Foto bersama dengan Wapimred Tribun Timur. (foto: ist/*)
Foto bersama dengan Wapimred Tribun Timur. (foto: ist/*)

Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, mengungkapkan bahwa kunjungan jurnalistik ke Redaksi Tribun Timur dimaksudkan sebagai upaya mengakrabkan kembali Pesantren dengan Media Mainstream, sekelas Tribun Timur.

“Tribun Timur selama ini kami anggap sebagai salah satu media partner dalam pembelajaran jurnalistik santriwati. Hampir setiap tahun kami mengunjungi Tribun Timur sebelum masa Pandemi Covid-19 pada agenda Pelatihan Jurnalistik Dasar. Di masa pandemi, Tribun Timur menjadi salah satu rujukan media dalam menggali isu dan pemberitaan terkait kebijakan pendidikan di pesantren kami. Dari media mainstream seperti Tribun Timur lah, kami memutuskan apakah sekolah atau pesantren kami, tetap melakukan pembelajaran tatap muka langsung atau belajar daring dari rumah,” ungkap Muhammad Farid Wajdi yang juga Pimred Ettapedia dan Media Palontaraq Group ini.

Foto narzis 360 depan Fort Rotterdam. (foto: ist/*)
Foto narzis 360 depan Fort Rotterdam. (foto: ist/*)

Dari Kantor Redaksi Harian Tribun Timur, rombongan Kunjungan Jurnalistik Humas dan Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep bergerak menuju kawasan Pantai Losari untuk Makan Siang dan Shalat Dhuhur di Mesjid Amirul Mukminin sebelum menuju Graha Pena, Kantor Redaksi Harian Fajar di bilangan Jalan Urip Sumohardjo, Perempatan Tol Reformasi-Jalan Layang Pettarani.

Di Graha Pena, rombongan kunjungan jurnalistik Humas dan Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep diterima oleh Jurnalis Edo dan Achmad Habibi di Lantai 4, Ruang Redaksi Koran terbesar di Kawasan Indonesia Timur ini. Ke-35 Santriwati menerima materi tentang bagaimana suatu media dikelola, dari wartawan mencari berita di lapangan, mengelola isu yang berkembang, sampai berita dikirim ke redaktur pelaksana, dikelola di dapur redaksi, sampai kemudian koran itu naik cetak dan dinikmati oleh para pembaca.

Wakil ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Munjiyah Mayangsari menyerahkan Penghargaan dan Ucapan Terima kasih kepada Redaksi Harian FAJAR. (foto: ist/*)
Wakil ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Munjiyah Mayangsari menyerahkan Penghargaan dan Ucapan Terima kasih kepada Redaksi Harian FAJAR. (foto: ist/*)

Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, yang juga mantan Jurnalis Media FAJAR Group ini mengungkapkan bahwa sebagai media terbesar di Indonesia Tengah dan Timur, FAJAR telah berkontribusi banyak dalam penyebarluasan kebaikan pemberitaan dan pengetahuan dalam bentuk media cetak yang menarik dan diperlukan.

“Tentunya kami mengharapkan agar FAJAR tetap konsisten dengan pemberitaan yang menumbuhkan semangat berkarya dan berprestasi, membangkitkan semangat bahwa pandemi Covid-19 akan segera berlalu dan dunia pendidikan akan bangkit, bergeliat ke arah kemajuan serta perkembangan yang diharapkan,” ujar Muhammad Farid Wajdi.

Penyerahan buku profil pesantren putri immim. (foto: ist/*)
Penyerahan buku profil pesantren putri immim. (foto: ist/*)

Sementara itu, Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Ibu Munjiyah Mayangsari Taufiq mengungkapkan agar FAJAR tetap terbuka dan turun tangan membantu dunia pendidikan, khususnya Pondok Pesantren. “Itulah sebabnya kami berharap banyak kepada FAJAR agar menjadi media mainstream yang selalu dinantikan dunia pendidikan, menjadi bacaan yang menyegarkan dan selalu dibutuhkan,” ujar Munjiyah.

Dari Kantor Redaksi Harian Fajar, Rombongan Kunjungan Jurnalistik Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep mendapatkan ijin jalan-jalan selama satu jam di Nifah Mall dari Pimpinan Rombongan, Humas Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep sebelum akhirnya bertolak ke Minasatene-Pangkep.

Sampai Jumpa di Kunjungan Jurnalistik berikutnya. (*)

 

Kenali kami lebih arif dan bijaksana di:

Website: https://immimpangkep.ponpes.id

Blog Guru: https://immimpangkep.ponpes.id/blogguru

Blog Santri: https://blogsantri.com 

Facebook: Ppm Putri IMMIM Pangkep

Youtube: Channel Putri IMMIM 

Instagram: immim_pangkep

WA Center: 081257328077 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT