Oleh: Etta Adil *)
PALONTARAQ.ID – Ada yang sudah pernah mengunjungi spot wisata Danau Kassi Kebo dalam Kawasan Taman Nasional Bantimurung? Danau Kassi Kebo, disebut juga Danau Toakala adalah sebuah danau alami berukuran mini di Indonesia yang berada di tengah kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, dengan hulu sungai di Dusun Kappang dan Dusun Pattiro, Desa Labuaja dan hilir di Sungai Bantimurung.
Karena berada dalam kawasan taman nasional dan rerimbunan hutan, maka di sekitarnya berudara segar dan airnya berwarna biru kehijauan yang tenang. Dengan dikelilingi tebing-tebing terjal serta hamparan pasir putih di tepiannya, danau inilah sebenarnya yang menjadi habitat utama dari “Kingdom of Butterfly yang ada di Bantimurung, Maros.
Saat tiba di Danau Kassi Kebo, pengunjung akan disambut dengan ribuan kupu-kupu yang beterbangan, juga disuguhi segar dan bersihnya air danau tersebut. Pada setiap bagian danau dapat menjadi spot foto wisata yang seru dan menarik.

Kupu-kupu berwarna-warni bermunculan di sekitar Danau Kassi Kebo, utamanya pada masa peralihan musim, antara musim kemarau ke musim hujan, ataupun sebaliknya. Ikon kupu-kupu Bantimurung dapat dijumpai disini, yaitu jenis graphium androcles. Spesies kupu-kupu ini terlihat memiliki ekor yang panjang, warna sayapnya kolaborasi warna hitam, kuning, dan hijau muda.
Posisi Danau Kassi Kebo berada pada titik koordinat 5.0107813°S 119.6189522°E dan secara administratif masuk pada wilayah Dusun Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Untuk sampai di Danau Kassi Kebo, berarti kita memasuki kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung yang pintu loketnya berkarcis Rp 30.000,- per orang.
Untuk sampai ke Danau Kassi Kebo, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer, dari area parkir Taman Wisata Alam Bantimurung hingga memasuki kawasan taman wisata alam, dengan sugugan keindahan dinding pegunungan karts, rimbunnya hutan dan air terjun Bantimurung.
Setelah Air Terjun Bantimurung, perjalanan dapat dilanjutkan sekitar 800 meter melewati jalan setapak dan ratusan anak tangga. Pengunjung disuguhi keasyikan menelusuri jalan setapak dengan pepohonan rindang di pinggirnya, dan udara segar di sekitarnya, selain adanya aliran sungai yang berwarna hijau tosca. Itu adalah aliran dari Danau Kassi Kebo dan bisa dinikamati sepanjang perjalanan menuju ke sana.
Para pengunjung dan wisatawan juga bisa menikmati kicauan burung-burung dalam kawasan wisata alam sepanjang perjalanan sampai di tepian pasir putih dan gradasi warna biru kehijauan dari Danau Kassi Kebo. Sesampai di danau, ratusan bahkan ribuan kupu-kupu beragam species dan warna dapat terlihat dari sini.
Disarankan kepada pengunjung atau wisatawan setelah sampai di lokasi, agar tidak berenang di Danau Kassi Kebo ini. Meskipun airnya terlihat tenang, tapi danau ini memiliki pusaran air yang sangat kencang dan sudah menelan banyak korban. Sepanjang jalan menuju danau ini diberi papan peringatan untuk tidak mandi atau berenang di sini.
Fenomena langka ini, terjadi karena kupu-kupu sedang menetas dalam skala yang besar. Hal inipun makin menambah eksotisme spot wisata danau kassi kebo ini. Biasanya, fenomena ini berlangsung hanya selama 1-2 pekan di setiap peralihan musim. Kupu-kupu cantik dengan beragam corak dan warna itu akan mati dengan sendirinya jika mencapai waktu antara 15-30 hari.
Danau Kassi Kebo menjadi tempat ribuan kupu-kupu hinggap di tepian danau dan sesekali terbang berkeliling. Hanya saja, untuk menyaksikan kupu-kupu berkumpul seperti itu, wisatawan haruslah datang lebih pagi karena hanya ada saat matahari pagi mulai naik sampai siang hari. Setelahnya, mereka akan terbang masuk ke dalam hutan dan sudah sulit dijumpai. Wisatawan dapat memanfaatkannya dengan berfoto berlatar 247 spesies kupu-kupu endemik yang terbang dan hinggap di tepian danau. (*)
(* Etta Adil, Traveler/Penikmat Wisata Alam, Sejarah dan Budaya.
Iklan



