Oleh: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik yang disusun dan dirangkai atas nama “Mutmainna Rahmadani” ini menegaskan bahwa bakat seni, khususnya menari, dapat berjalan selaras dengan nilai keimanan dan adab. Sosok Mutmainna Rahmadani digambarkan sebagai santriwati yang tidak hanya unggul di panggung kesenian, tetapi juga menjaga ibadah, sopan santun, dan bakti kepada orang tua.
Harmoni Gerak dan Doa
Melangkah luwes dalam movement yang terjaga,
Unggul menjaga unity antara jiwa dan raga.
Tekun berlatih, memahami tempo dan irama,
Menyatu dalam musik, anggun penuh makna.
Arah arah panggung ia kuasai tanpa ragu,
Indah interpretasi gerak, lembut namun berwibawa.
Nuansa nada mengalir dalam setiap ayunan tangan,
Nyata bak narasi tari, bercerita tanpa lisan.
Anggun menjaga attitude, adab tak pernah hilang.
Ritme rhythm terpatri dalam setiap langkahnya,
Aksi aksentuasi gerak menawan penonton mata.
Harmoni harmony tubuh dan hati berpadu,
Mimik dan motion terjaga syahdu.
Arab dengan artikulasi tubuh yang tertata,
Dinamika dynamics tampil penuh pesona.
Amanah orang tua terpatri dalam doa,
Niat ibadah menjadi cahaya utama.
Indah bak improvisasi, namun tetap taat dan mulia.
***
Pesan utama puisi akrostik ini adalah bahwa prestasi dan religiusitas tidak saling bertentangan, justru dapat saling menguatkan. Seni menjadi sarana syukur, perjuangan, dan jalan untuk membanggakan keluarga sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Mutmainna Rahmadani adalah salah satu contohnya —santriwati penari yang tak hanya piawai di panggung seni, namun juga tekun beribadah, berbakti kepada orang tua, menjadikan bakat sebagai jalan syukur dan kemuliaan diri. (*)
Minasatene-Pangkep, 30 Desember 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.


