Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal CSMS (Contractor Safety Management System)
PALONTARAQ.ID – Apa itu Lagging Indicator dan Leading Indikator dalam Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)?
Lagging indicator adalah indikator yang mengukur hasil dari penerapan SMK3. Indikator ini biasanya digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan K3-nya. Contoh lagging indicator adalah:
- Tingkat kecelakaan kerja
- Tingkat absensi akibat kecelakaan kerja
- Biaya kecelakaan kerja
Leading indicator adalah indikator yang mengukur faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Indikator ini biasanya digunakan untuk mengukur efektivitas dari program K3 yang diterapkan. Contoh leading indicator adalah:
- Tingkat kepatuhan terhadap prosedur K3
- Tingkat kesadaran pekerja akan K3
- Jumlah inspeksi K3 yang dilakukan
Perencanaan dengan penetapan kegiatan target Zero Accident adalah perencanaan yang bertujuan untuk mencapai target zero accident di perusahaan. Perencanaan ini harus mencakup kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan leading indicator dan menurunkan lagging indicator.
Berikut adalah contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk mencapai target zero accident:
- Melakukan inspeksi K3 secara berkala
- Memberikan pelatihan K3 kepada pekerja
- Memperbaiki kondisi lingkungan kerja yang tidak aman
- Menerapkan sistem manajemen K3 yang efektif
Pencapaian target zero accident merupakan salah satu indikator keberhasilan penerapan SMK3. Oleh karena itu, perencanaan untuk mencapai target zero accident harus menjadi bagian penting dari SMK3 di perusahaan.

Demikian sedikit penjelasan terkait Lagging dan leading indicator dalam penerapan SMK3. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 telah disebutkan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) wajib diterapkan di semua tempat kerja.
Demikian, Semoga bermanfaat adanya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Alumni ESAS Management/Certified Awareness Health Safety and Environment (CAHSE)


