Busukma bikin Masalah, masih saja Ngeles!

by Penulis Palontaraq | Minggu, Nov 24, 2019 | 53 views
Sukmawati. (foto: ist/palontaraq)

Sukmawati. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Related Post: Ulama-ulama Busuk Pembela dan Pelindung Busukma

PALONTARAQ.ID – “Saya kan hanya bertanya, konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?” – Busukma (Tempo, 16/11).

Busukma ternyata bukan hanya mulutnya yang busuk, tetapi hati dan jiwanya juga busuk. Dia menganggap remeh membandingkan sosok Rasulullah Muhammad SAW dengan Soekarno. Bahkan, dia menyebut hal begitu saja jadi masalah.

Baiklah Busukma, akan saya ‘Beteti’ (Jawa: bedah), satu per satu poin utama pernyataan Anda yang membuat kaum muslimin yang mencintai Rasululah Muhammad SAW meradang dan marah. Anda jangan hanya belajar sejarah, tapi pelajari juga adab, etika, sopan santun dalam berkomunikasi.

Anda juga wajib memahami komunikasi sosial dan psikologi sosial umat Islam. Lebih penting lagi, Anda harus paham syariah Islam bagaimana menghormati dan memuliakan sosok sang Nabi SAW.

Saya kutip dahulu pernyataan Anda, dan saya bedah satu persatu kekeliruan Anda yang membuat kami Umat Islam marah.

“Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri,” – jawab pertanyaan Ibu ini.

Pertama, Anda salah mengambil subjek pembanding, dan subjek yang dibandingkan. Membandingkan Nabi SAW dengan sosok Soekarno yang tak luput dari salah dan dosa sangat keliru dengan pribadi Rasulullah SAW yang Ma’shum (suci).

Dengan membandingkan saja, Anda telah keliru dan melecehkan nabi SAW. Apalagi sosok pembandingnya hanyalah seorang Soekarno, yang sejarahnya pernah menjadi Mandor Romusha.

Dalam hal ini, meskipun Anda mengaku paham sejarah ada baiknya baca lagi sejarah kekejaman Romusha Jepang dan peran bapak Anda sebagai mandor Romusha. Baca juga sejarah Soekarno lainnya, yang memanfaatkan jasa PSK dalam perjuangan.

Sebenarnya ini aib Soekarno, tapi karena Anda melecehkan sang Nabi maka menjadi punya dasar bagi kami membuka aib Soekarno untuk membela Nabi kami. Lebih penting, bapak Anda adalah sosok pengkhianat dibalik konstitusi asli bangsa ini, hilangnya tujuh kata dalam piagam Jakarta.

Kedua, Meskipun mengutip Anda salah fatal ketika mengunggah aksara “Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran?”. Sebab, Al-Qur’anul Karim itu kitab suci, wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril AS.

Sedangkan Pancasila ? Pancasila itu hanya alat untuk menindas pihak yang berseberangan dengan dalih ‘anti Pancasila”, padahal orang yang sok Pancasila itu maling, koruptor, begal APBN.

Pernah kenal nama Setya Novanto? Romahurmuzy? Idrus Marham? Mereka semua itu koruptor yang ngakunya Pancasilais. Bahkan, ponakan anda bernama Puan Maharani disebut turut menerima duit korupsi e-KTP.

Ketiga, Anda tak menaruh hormat dan takziem kepada Rasulullah Muhammad SAW. Beliau, ketika disebut namanya itu disambungkan dengan doa dan sebutan “Sallalahu ‘alaihi Wassalam”.

Anda tak menyebut gelar dan doa kepada Rasululah SAW, tapi Anda begitu bangga menyebut bapak Anda dengan gelar “Insinyur”. Ini saja sudah dapat dipahami Anda melecehkan Rasulullah SAW.

Keempat, Anda membandingkan Rasulullah SAW yang telah wafat 13 Abad yang lalu dengan kiprah Soekarno pada perjuangan di abad ke 20. Situ sehat ? Kalau dibalik, apa peran Soekarno saat Perang Badar? Perang Khandak? Perjanjian Hudaibiyah? Penaklukkan Khaibar?

Katanya kami diminta belajar sejarah, lalu pengetahuan sejarah Anda sampai dimana? Apa hanya belajar sejarah bapak Anda? Tak belajar sejarah perjuangan Rasululah SAW? Melecehkan !

Kelima, Yang memerdekakan bangsa ini bukan cuma Soekarno. Para ulama dan umat Islam punya Andil besar, punya jasa besar.

Perlawanan Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Resolusi Jihad Kaum Nahdliyin, dan lain-lain, itu yang membebaskan bangsa ini dari penjajahan. Anda kira semangat perlawanan mereka karena Soekarno? Bukan Busukma! Mereka berjuang karena Islam, karena ajaran Muhammad SAW.

Saya tegaskan, bangsa ini tidak akan pernah merdeka tanpa Islam, tanpa peran Nabi Muhammad SAW yang membawa risalah Islam. Camkan itu!

Saya pikir Anda akan bertaubat dan meminta maaf kepada umat Islam. Anda malah semakin sombong, menganggap remeh perkara membandingkan Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, Anda menganggap sembrono orang yang mengambil upaya hukum menuntut keadilan untuk membela Rasululah SAW.

Anda muslim? Anda cinta Nabi? Anda berdalih tak mungkin menghina Nabi? Omong kosong! Abu Janda dan Ade Armando juga mengaku muslim, keduanya juga sama seperti Anda, gemar melecehkan agama Islam.

Untuk kali ini, tiada maaf bagimu. Busukma harus dipenjara, itu harga mati. Kami sudah terlalu lama menahan diri dengan semua kesombongan Anda. Wahai aparat penegak hukum, segera tangkap Busukma. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response