Beranda Pesantren Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI: Sejarah Daulah Bani Umayyah

Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI: Sejarah Daulah Bani Umayyah

Ilustrated - Pembelajaran SKI. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Ilustrated – Pembelajaran SKI. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Bani Umayyah (bahasa Arab: بنو أمية, Banu Umayyah, Dinasti Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya (beribukota di Damaskus); serta dari Tahun 756 – 1031 di Cordoba, Spanyol sebagai Kekhalifahan Cordoba.

Nama Dinasti Umayyah ini merujuk  kepada Umayyah bin ‘Abd asy-Syams, kakek buyut dari Muawiyah bin Abu Sufyan, pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti Bani Umayyah.

Ummayah adalah seorang dari pemimpin Quraisy di zaman Jahiliyah, ketinggian dan kemuliaannya seimbang dengan Hasyim bin Abdi Manaf. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau keturunan Umayyah dan keturunan Hasyim selalu berlomba dalam merebut pengaruh dan kedudukan di kalangan Quraisy.

Perlombaan itu kerap kali menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah antara kedua belah pihak, baik di zaman jahiliah maupun di zaman Islam. Diantara keturunan Bani Umayyah yang terkenal ialah: Harb, Abu Sufyan, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan Yazid bin Mu’awiyah.

Metode dan Strategi Pembelajaran

Untuk memahamkan Sejarah Dinasti Bani Umayyah, metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, debat, penugasan dan problem solving.

Adapun Strategi Pembelajaran yang digunakan adalah:

1. Kegiatan Pendahuluan

– Guru dan siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmallah dan kemudian berdo’a bersama sebelum pelajaran dimulai.

– Siswa menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran.

– Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

– Tanya jawab tentang materi pelajaran.

2. Kegiatan Inti

2. 1. Eksplorasi. Dalam kegiatan eksplorasi ini, yang dilakukan adalah:

a. Guru menyampaikan materi tentang proses lahirnya dan fase- fase pemerintahan Bani Umayyah.

b. Guru melakukan tanya jawab tentang materi proses lahirnya dan fase- fase pemerintahan Bani Umayyah.

2. 2. Elaborasi. Dalam kegiatan elaborasi yang dilakukan adalah:

a. Siswa dibentuk secara berkelompok dan mendiskusikan tentang proses lahirnya dan fase- fase pemerintahan Bani Umayyah.

b. Siswa menyampaikan pendapatnya pada masing- masing kelompok tentang hasil- hasil diskusi tentang proses lahirnya dan fase- fase pemerintahan Bani Umayyah.

2. 3. Konfirmasi. Dalam kegiatan konfirmasi yang dilakukan adalah:

a. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.

b. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup yang dilakukan adalah:

a. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran.

b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.

c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

Waktu Pelaksanaan Pembelajaran

Waktu pembelajaran adalah 90 menit. Satu setegah jam, 15 menit untuk pendahuluan, 50 menit untuk kegiatan inti, dan 15 menit untuk penutup.

Referensi Pembelajaran

Referensi yang digunakan oleh guru adalah buku paket dan buku yang berkaitan.

Media Pembelajaran

Media yang digunakan adalah led prokyektor dan papan tulis.

Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar melalui tes tertulis dan tes verbal.

 

Demikian secara singkat Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI untuk Materi Pelajaran Sejarah Daulah Bani Umayyah. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada Madrasah Tsanawiyah (MTs)/SMP dan Madrasah Aliyah (MA)/SMA Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...