Oleh: Muhammad Farid Wajdi
PALONTARAQ.ID – Umar bin Abdul Aziz dipandang ummat Islam seperti Khalifah Umar bin Khattab dalam keadilan dan kesalehannya.
Hal ini tidak mengherankan, karena sesungguhnya ibu Umar bin Abdil Aziz adalah seorang puteri dari ‘Ashim bin Umar bin al-Khattab. Maka dia mewarisi beberapa sifat yang mulia dari kakeknya Umar bin Khattab, seperti zuhud, wara’, adil dan ahli ilmu agama.
Karena kepribadian dan siasatnya yang mengikuti Khalifah Umar bin Khattab itulah maka sebagian orang menjulukinya sebagai ‘Khulafa’urrasyidin yang kelima’.
Di zaman Khalifah Abdul Malik dan al-Walid dia menjadi wali di Hijaz. Di tangannyalah usaha memperbaiki masjid Nabawy di Madinah dan pemerintahannya berjalan dengan sempurna.
Ketika ia mendengar wasiat Khilafah yang jatuk kepadanya, ia menangis akan berat beban dan amanat yang ia embah sebagai Khalifah.
Pada masanyalah perintah penulisan Hadits dimulai, karena setelah semakin banyaknya kelompok Ummat Islam, Umar khawatir ummat Islam lebih mendengarkan ucapan pimpinan kelompok masing-masing daripada sabda Rasulullah s.a.w.
Siasat Dalam Negeri Umar bin Abdil Aziz
Khalifah Umar bin Abdil Aziz mengganti wali-wali y ang diangkat oleh Sulaiman dengan orang-orang yang dipandangnya cakap, dan layak untuk mendapatkan jabatan itu.
Mereka bertanggung jawab penuh atas kesempurnaan jalannya pemerintahan dalam wilayah mereka masing-masing di hadapan Khalifah. Mereka tidak boleh menjatuhkan hukuman mati atas seseorang sebelum ketetapannya disetujui oleh Khalifah.
Satu diantara bukti keadilan Khalifah Umar bin Abdil Aziz adalah sikapnya yang menyama-ratakan hadiah dan pemberian kepada ummat Islam, dengan tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain.
Ia berusaha memperbaiki hubungan antara Bani Umayyah dengan keturunan Ali bin Abi Talib beserta golongan Syi’ah. Dahulu sejak tahun 41 H.
Ketika Hasan bin Ali menyatakan berhenti dari kursi Khalifah dan menyerahkannya kepada Mu’awiyah, nama Ali bin Abi Talib selalu dicela diatas mimbar apabila Bani Umayyah berpidato. Maka sejak Umar bin Abdil Aziz memerintah pada tahun 99 H. tidak ada lagi pidato yang menjelekkan keluarga Ali bin Abi Talib.
Siasat Luar Negeri Umar bin Abdil Aziz
Khalifah Umar bin Abdil Aziz menjauhkan diri dari penaklukan negeri-negeri. Angkatan perang Islam yang sedang mengepung Konstantinopel dipanggilnya pulang ke Damaskus. Minatnya dihadapkan kepada perluasan agama Islam.
Beberapa orang Muballigh dikirim menghadap para raja Hindu dan Sind menyeru mereka ke dalam Islam. Mereka tidak diwajibkan membayar upeti dan kemerdekaan mereka tidak diganggu. Hal yang seperti itu juga dilakukan kepada raja-raja Turki dan Amir Barbar di Afrika.
Siasat Khalifah Umar bin Abdil Aziz yang sedemikian itu justru besar pengaruhnya, sehingga beberapa raja Hindu denga tulus mereka memeluk agama Islam.
Kematian Umar bin Abdil Aziz
Ia memerintah hanya dua tahun dua bulan lamanya, namun namanya harum semerbak sepanjang masa, Khalifah yang budiman itu wafat paa tahun 101 H. (720 M) pada usianya yang ke 39 tahun. (*)


