Humaniora Tertawalah!

Tertawalah!

-

- Advertisment -

Quote by Charles Dickens. (foto: wimpoli/*)
Quote by Charles Dickens. (foto: wimpoli/*)

Oleh: WIM Poli

Tulisan sebelumnya:  Manusia berwatak Hewan

PALONTARAQ.ID – Tertawa itu sehat! Bukan hanya itu! Orang yang tertawa menyebarkan virus tertawanya ke orang lain di sekitarnya, sehingga banyak jadi senang dan sehat. Karena itu, mari tertawa tentang cerita berikut ini, yang diringkaskan dari tetangga di Facebook.

Ceritanya adalah tentang perbedaan kesetiakawanan perempuan (“sisterhood”) dibandingkan dengan kesetiakawanan laki-laki (“brotherhood”).

Konon, seorang isteri tidak pulang ke rumahnya pada suatu malam. Kepada sang suami ia katakan ia terlambat pulang dari tempat kerja dan menginap di rumah salah seorang rekan akrabnya.

Tidak dikatakan siapa nama rekan akrabnya. Karena penasaran, sang suami menelpon 10 rekan akrab sang isteri. Tidak ada yang mengaku bahwa sang isteri menginap semalam di rumuahnya.

Kali berikut, adalah giliran sang suami yang tidak pulang ke rumah, dengan berita kepada sang isteri bahwa ia menginap di rumah seorang rekan akrabnya. Tidak disebutkan siapa nama rekan akrab tersebut.

Karena penasaran, sang isteri menelpon 10 rekan akrab sang suami. Ternyata, semuanya bersaksi bahwa sang suami memang menginap di rumahnya.

Bagaimana mungkin ia menginap di 10 tempat yang berbeda pada malam yang sama? Lebih parah lagi, rekan yang ke-10 mengatakan bahwa sang suami masih tidur, dan apakah perlu dibangunkan?

Karena tidak mau permalukan rekan akrab sang suami ini, sang isteri ucapkan saja terimakasih, lalu menutup telponnya. Celaka! Telpon sang suami berdering di sampingnya, dan diangkat sang isteri.

Dari seberang sana rekan akrab sang suami mengatakan: “Di manapun Anda berada, cepat pulang! Isterimu sedang melacakmu.”

Renungan: Apapun pendapat Anda, tertawalah, agar Charles Dickens tidak marah, dan banyak orang senang dan sehat, tanpa BPJS yang sudah naik yurannya!

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you