Polisi tetapkan 8 Tersangka ‘Penculikan’ Ninoy Karundeng

by Penulis Palontaraq | Senin, Okt 7, 2019 | 20 views
Ninoy Karundeng

Ninoy Karundeng. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Polisi kembali menangkap mereka yang diduga terlibat penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Joko Widodo (Jokowi) atas nama Ninoy Karundeng.

“Saat ini sudah 8 tersangka diamankan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, kepada wartawan, Ahad (6/10/2019) tanpa menjelaskan detail kapan dan dimana tersangka itu diamankan Polisi.

“Ada peran masing-masing tersangka berbeda-beda. Tersangka yang diamankan ABK, RF, dan IA. Perannya masing-masing ada,” jelas Suyudi.

Seperti diketahui, Ninoy Karundeng, sebagaimana pengakuan sepihak dirinya yang menyatakan diculik sekelompok orang saat berada di tengah aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat pada saat memotret kerumunan massa yang terkena gas air mata saat demonstrasi Senin, 30 September 2019.

Menurut Ninoy Karundeng, sebagaimana laporannya di Polisi, Rabu (2/10/2019), dirinya ditangkap dan dirampas ponselnya, lalu para pelaku membawanya ke masjid dan sempat menganiayanya.

Ninoy Karundeng juga menuturkan bahwa dirinya dipulangkan ke rumahnya oleh para pelaku pada keesokan harinya, Selasa (1/10).

Sebelumnya, anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, Jalan Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat, Iskandar, angkat bicara soal Ninoy Karundeng. Iskandar menyatakan bahwa jemaah dan pengurus masjid justru menyelamatkan Ninoy ketika tahu ada pemukulan dari kerumunan massa pendemo.

“Secara langsung saya tidak melihat. Kondisi beliau (Ninoy) ada di depan sini (di depan masjid), dipukuli massa. Kita tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba ada pemukulan. Kami dari jemaah masjid dan sekaligus pengurus DKM menyelamatkannya dan membawanya masuk ke masjid,” ungkap Iskandar.

Iskandar mengatakan kondisi saat itu banyak massa yang ada di dalam dan sekitar Masjid Al-Falah untuk mendapatkan perawatan. Dia mengatakan jemaah dan DKM menyelamatkan Ninoy dari amuk massa ke dalam masjid.

“Begitu banyak massa, kita tutup baru kita langsung masuk ke dalam. Meletakkan dia di ruangan medis. Paramedis di situ juga banyak yang membantu para demonstran, termasuk Ninoy itu. Tidak ada penyekapan atau penculikan seperti diberitakan. Yang ada malah, kita menyelamatkan dari amukan massa. Disinipun pintu kita tutup dengan baik, pintu yang di dalam nggak kita tutup, seperti itulah,” ujarnya.

“Masih, masih (terjadi pemukulan). Kita masukan ke dalam. Kalau dibilang penyekapan, keliru itu, penyelamatan,” tegasnya.

Iskandar mengatakan area dalam masjid steril dari pemukulan. Soal video penyekapan Ninoy yang viral di medsos, Iskandar mengaku tidak tahu. Dia mengatakan video itu juga bukan diambil DKM. [*]

Like it? Share it!

Leave A Response