Hukum Kader Paloh kena OTT KPK lagi, Nasdem tetap Tolak...

Kader Paloh kena OTT KPK lagi, Nasdem tetap Tolak Perpu UU KPK

-

- Advertisment -

Surya Paloh dalam suatu acara Pemenangan Pemilu partainya. (foto: ist/palontaraq)
Surya Paloh dalam suatu acara Pemenangan Pemilu partainya. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Malang nian nasib Partai Nasional Demokrat (Nasdem), setelah surya Paloh ‘diabaikan’ Megawati, kini kadernya di Lampung utara kena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Dikabarkan, KPK menangkap Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara di rumah dinas, Minggu (6/10/2019) malam. Bersama Agung, KPK juga menangkap dua kepala dinas dan seorang perantara.

Agung adalah kader partai Nasdem menjabat sebagai Bupati Lampung Utara periode 2014-2019. Agung di Nasdem menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Lampung Utara (Lampura).

Agung ditangkap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) di Kabupaten Lampung Utara, sejumlah duit suap diamankan. Surya Paloh jelas terpukul dengan peristiwa ini.

Kasus ini, menambah deret panjang kader Nasdem yang tersangkut kasus korupsi. Yang paling masyhur adalah korupsi yang melibatkan OC Kaligis dan Patria Rio Capella, dua tokoh penting Nasdem.

Surya Paloh, jelas kembali teringat orasi dan agitasi yang pernah ia injeksi ke kader Nasdem untuk memompa semangat kader. Dalam video yang beredar viral,  Surya Paloh dengan penuh semangat berulangkali meneriakan kata ‘KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA, KITA”.

Dengan peristiwa ini, Paloh mungkin kebingungan jika hadir dalam sebuah acara resmi Nasdem. Jika diberi kesempatan berorasi, surya akan ketakutan mempertanyakan siapa KITA yang dimaksud.

Coba bayangkan, ketika Surya Bertanya, siapa KITA ? Kemudian segenap kader menjawab, KORUPTOR, MALING, GARONG, PERAMPOK UANG RAKYAT. Kan agak gimana gitu ?

Kondisi ini yang tak memungkinkan Surya untuk melawan PDIP, untuk ‘membalas’ perlakuan tidak adil Megawati, yang ‘mlengos’ dan melewati Surya Paloh tanpa menyalaminya saat acara pelantikan anggota DPR RI.

Meski banyak perbedaan dan meski memendam banyak rasa, untuk urusan korupsi dan KPK, Nasdem terpaksa ijma’ dengan PDIP.

Karena itu, Nasdem juga menyepakati bersama Jokowi dan partai pengusung, untuk menolak menerbitkan Perppu UU KPK. Karena Nasdem paham, biang kerok OTT KPK terhadap kadernya itu bukan karena korupsi, tapi karena adanya wewenang penyadapan KPK yang tak bisa dikendalikan.

Dengan mencangkokan organ Dewan Pengawas, dengan membuat mekanisme ‘wajib minta izin’ sebelum proses penyadapan, seluruh partai pro maling akan dapat mengendalikan kinerja KPK dalam rangka menyelamatkan kadernya dari OTT KPK.

OTT KPK itu pukulan telak, tak bisa mengelak dan ingkar dari korupsi. Berbeda dengan korupsi merugikan uang negara berdasarkan pasal 2 dan 3 UU Tipikor. Tafsir merugikan keuangan negara masih bisa diplesetkan menjadi kerugian perdata dan kesalahan yang sifatnya administrasi.

Demi keselamatan jiwa segenap kader partai, nampaknya surya Paloh akan mengabaikan rasa perih karena tak dianggap dan tak diindahkan oleh Mega. Sebab, dengan berbagai konflik dan perebutan jatah kekuasaan yang ada, Nasdem tetap sepakat dengan PDIP ihwal pelemahan KPK.

Kesepakatan ini, juga menjadi kesepakatan seluruh partai politik. Sebab, saat pembahasan UU pelemahan KPK, semua fraksi setuju dan Teken UU pelemahan KPK.

Karenanya, semua partai bisa beda pendapat mengenai isu politik yang lain, tapi semua partai akan sepakat untuk melemahkan KPK.

Surya oh surya, tabahkan hatimu Nak. Semoga bisa sabar dan tabah menjalani. Memimpin partai tanpa korupsi itu mustahil, melakukan korupsi tanpa kena OTT KPK itu masih diupayakan. Karena itu, Berdamailah dengan mega demi merealisir visi pelemahan KPK. [].

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you