BerandaBeritaDaerahMitra Kijne-Gosal dan Papua

Mitra Kijne-Gosal dan Papua

Oleh: WIM Poli

Tulisan sebelumnya:  Sofa Bung Karno di Tondano

PALONTARAQ.ID – Sebagai pendeta muda, Isaak Samuel Kijne (1899-1970) berpikir keras, bagaimana memperoleh tenaga guru untuk membantunya di sekolah yang dipimpinnya di Miei, Papua.

Terbetik berita bahwa di Kuranga, Tomohon, ada Sekolah Guru Kristen yang sudah berdiri sejak tahun 1851. Ke sana ia pergi untuk mencari calon guru yang bersedia ditempatkan bersamanya di Miei.

Siapa sangka, ia berjumpa dengan pemuda Constant Manoppo Gosal (1904-1998) yang akan menjadi mitra kerjanya selama puluhan tahun di Papua, dari sekolah dasar dan sekolah guru di Miei, hingga Sekolah Theologia di Abepura. Keduanya berbeda umur 5 tahun.

Dalam kilas balik dapat dikatakan bahwa Kijne-Gosal adalah mitra pemersatu ratusan suku-bangsa Papua yang berbeda-beda bahasanya. Mereka yang menjadi murid di Miei harus berkomunikasi lewat Bahasa Melayu yang diajarkan C.M. Gosal.

Pengajarannya didasarkan pada buku wajib pengajaran Bahasa Melayu yang digunakannya ketika belajar di Tomohon. Alumni Miei selanjutnya tersebar ke berbagai pelosok Papua, menjadi guru dengan menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarnya. Virus pemersatu tersebar di Papua.

Ketika Residen J.P.K. van Eechoud menyelenggarakan Kursus Pamong Praja pertama pada tahun 1944 di Papua, ia menugaskan C.M. Gosal untuk menghubungi mantan-mantan siswanya untuk direkrut menjadi peserta kursus tersebut.

Murid, guru, dan pamong praja menggunakan satu bahasa persatuan yang dipelopori pengajarannya oleh C.M. Gosal.

Hubungan kemitraan Kijne-Gosal sangat erat di dalam pengabdiannya di Papua. Sedemikian erat hubungan keluarga Kijne-Gosal sehingga ketika Pendeta I.S. KIjne sudah almarhum (1970), C.M. Gosal dan isterinya, Adelaida Eliseba Mamuaja, masih menyempatkan diri untuk mengunjungi janda Pendeta Kijne di Belanda.

Foto pertemuan C.M. Gosal dan isteri dengan janda Pendeta Kijne di Belanda diperoleh penulis dari anak C.M. Gosal, Eduard Willem Gosal (kelahiran Miei, 12 April 1941), di Tondano, Minahasa, pada 29 Mei 2009.

Setelah pensiun, C.M. Gosal dan isterinya kembali ke Tondano pada bulan September 1969. Hatinya masih tertambat di Papua. Sebuah rumah sederhananya di Tondano dinamakannya “Wisma Miei.”

Di sana ia menutup matanya pada 26 Agustus 1998. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT