Headline Tugas TNI itu Menjaga Nyawa Rakyat atau Menjaga Kekuasaan...

Tugas TNI itu Menjaga Nyawa Rakyat atau Menjaga Kekuasaan Jokowi?

-

- Advertisment -

Panglima TNI RI, Marsekal Hadi Tjahjanto. (foto: ist/palontaraq)
Panglima TNI RI, Marsekal Hadi Tjahjanto. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Sampai Hari Rabu (25/9/2019), total korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua tercatat menjadi 32 orang.

Selain itu, ada 75 orang yang mengalami luka-luka. Kemudian 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, serta 5 perkantoran hangus terbakar.

Ada sekitar 5.000 warga Wamena memilih mengungsi di 4 titik pengungsian yang ada. Dari jumlah korban tewas, seorang warga yang meninggal adalah dokter yang bertugas di padalaman.

Namun, musibah dan tragedi kemanusiaan ini tak menggerakan lisan panglima TNI, untuk berdiri tegap bersama pasukannya, menyatakan tegas dengan mengultimatum OPM, agar jangan mengganggu rakyat.

Tak ada narasi, yang dimuntahkan panglima TNI bahwa tentara, berada di garda terdepan untuk menjaga, membela dan melindungi nyawa rakyat.

Sebelumnya, tragedi Papua juga telah banyak memangsa rakyat sipil di Papua. Bahkan, korbannya ada yang berasal dari prajurit TNI dan polisi.

Sekali lagi ditegaskan, tak pernah ada pidato berapi-api dari panglima TNI, yang menggugat kekejaman OPM, sekaligus memberi garansi dan perlindungan atas keselamatan harta benda dan nyawa rakyat Papua, Rakyat Indonesia.

Namun, alangkah aneh dan sangat menjungkirbalikkan akal. Tiba-tiba, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada tanggal 27 September, dengan gagah dan berapi-api, memastikan TNI berada di garis terdepan apabila ada yang ingin menjegal pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.

Panglima TNI bersama pasukannya, terlihat begitu gagah menyampaikan orasi untuk membela dan memastikan keamanan Jokowi agar tidak yang mengganggu saat pelantikan.

Seolah negara sedang genting, nyawa Presiden terancam, deklamasi sang panglima dibuat membahana ke seluruh penjuru negeri.

Padahal, aspirasi rakyat selama ini, aspirasi mahasiswa selama ini tak ada secuilpun yang menyebut memiliki rencana untuk menggagalkan pelantikan Jokowi.

Mereka berdemo, karena ingin menyampaikan aspirasi penolakan atas sejumlah produk legislasi DPR, termasuk penolakan atas disahkannya perubahan UU KPK.

Memang benar, sebagian besar ekspresi aspirasi itu juga menyampaikan kemarahan dan kekesalan pada Jokowi atas sikapnya yang tak amanah dalam mengelola negara.

Namun, sikap itu masih dalam batas-batas koridor kemerdekaan menyatakan pendapat dimuka umum yang dijamin konstitusi.

Deklmasi Panglima TNI dan jajaran Kepala Staf TNI. (foto: ist/palontaraq)
Deklmasi Panglima TNI dan jajaran Kepala Staf TNI. (foto: ist/palontaraq)

Kemana, suara panglima TNI saat nyawa dua mahasiswa meregang terkena tembakan peluru di Kendari? Kemana, suara penglima TNI saat penanganan demo berlangsung brutal? Kemana, suara panglima TNI saat negara mempertontonkan kebiadaban pada rakyat?

Bukankah TNI itu lahir dan dibesarkan dari rahim rakyat ? Bukankah, seluruh anggota TNI itu digaji oleh rakyat?

Kenapa panglima TNI tidak bicara atas keselamatan rakyat? Kenapa panglima TNI justru hanya sibuk bicara ihwal keselamatan Jokowi?

Wahai Tuan Presiden, alat negara itu dibiayai dari uang rakyat. Mereka, diadakan untuk melindungi rakyat. Jangan salahgunakan alat negara hanya untuk melindungi kekuasaan Anda.

Wahai Tuan Presiden, jangan adu domba rakyat dengan TNI. Karena rakyat dan TNI itu satu tubuh.

Karena itu, jika Anda memang tak lagi mampu mengurusi negeri ini, segeralah menepi, segeralah mundur, karena itu lebih baik bagi Anda juga bagi bangsa ini. [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Must read

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID -...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you